Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Diiringi Jutaan Pelayat – Pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, berlangsung di kota kelahirannya, Mashhad, menurut laporan media setempat. Ribuan orang berkumpul untuk berdoa dan mengecam serangan yang menewaskan tokoh tersebut oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Mereka juga menyuarakan keteguhan terhadap perlawanan terhadap musuh Teheran.
Korban dan Pesan Pelayat
Jutaan pelayat hadir dalam prosesi pemakaman, yang ditutup pada pukul 22.00 di hari Kamis, 9 Juli 2026. Selama perjalanan, peserta mengucapkan
“Matilah Amerika,” “Matilah Israel,”
serta menuntut keadilan atas kematian Khamenei. Bendera merah, simbol pembalasan, dan bendera Iran dikibarkan bersamaan dengan iring-iringan jenazah.
Retribusi Iran terhadap Serangan
Setelah serangan AS-Israel yang membunuh sejumlah besar tokoh Iran, negara tersebut langsung membalas dengan mengendalikan Selat Hormuz, jalur vital minyak dunia. Tindakan ini juga melibatkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara monarki Arab Teluk, yang diduga mendukung Amerika. Perang ini memperparah krisis keamanan di wilayah tersebut.
Prosesi yang Dipandu oleh Keluarga
Khamenei dimakamkan di Makam Imam Reza, tempat suci bagi umat Muslim Syiah. Selama perjalanan, ratusan ribu pengunjung berbaris di sepanjang jalan sambil menunggu peti jenazah tiba. Helikopter membawa jenazah melewati bagian akhir rute karena jalan utama terlalu padat.
Penghargaan kepada Korban
Khamenei dimakamkan bersama cucu perempuannya yang masih bayi, menantu, putrinya, dan istri Mojtaba Khamenei, Zahra Haddad Adel, yang semuanya gugur dalam serangan 28 Februari. Serangan itu juga mengorbankan sekitar 160 siswa dan petinggi militer Iran lainnya.
