News

Tak Cukup Andalkan Alam – Yusuf Bora Desak Destinasi Wisata Sumba Barat Daya Dibenahi

Tak Cukup Andalkan Alam: Yusuf Bora Desak Perbaikan Destinasi Wisata Sumba Barat Daya

Tak Cukup Andalkan Alam – Dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata, Yusuf Bora mengingatkan bahwa hanya mengandalkan keindahan alam tidak lagi memadai. Menurutnya, Sumba Barat Daya, salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi wisata yang menjanjikan, tetapi perlu disertai peningkatan infrastruktur dan pengelolaan yang lebih matang. “Tak Cukup Andalkan Alam, tetapi kita juga harus memperhatikan kualitas fasilitas dan pengalaman pengunjung,” jelas Yusuf dalam sebuah wawancara Sabtu (11/7/2026). Ia menekankan bahwa pengembangan destinasi wisata harus bersifat berkelanjutan, melibatkan penyesuaian konsep dengan identitas budaya lokal serta kebutuhan masyarakat sekitar.

Analisis Fasilitas dan Pengaruh Lingkungan

Dalam kunjungan ke Desa Kadi Pada, Kecamatan Kota Tambolaka, Yusuf menyoroti kekurangan infrastruktur yang menjadi hambatan. Ia menyebut bahwa penggunaan atap seng pada beberapa bangunan wisata tidak sesuai dengan konsep ekowisata yang diusung daerah tersebut. Material ini, menurutnya, menurunkan nilai estetika dan meningkatkan risiko kerusakan akibat korosi. Selain itu, kehangatan bangunan yang dihasilkan dari atap seng juga mengganggu kenyamanan wisatawan. “Tak Cukup Andalkan Alam, tapi kita juga harus memikirkan keberlanjutan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Yusuf menyarankan penggunaan bahan lokal seperti alang-alang, ijuk, atau genteng tanah liat yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa bahan-bahan ini tidak hanya menjaga keaslian alam tetapi juga mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat. Selain itu, ia menyoroti masalah toilet umum yang belum selesai dibangun, dengan sebagian besar fasilitas mengalami kerusakan. Kondisi ini, menurutnya, mengurangi kualitas pengalaman wisata dan memengaruhi kesan keseluruhan destinasi.

Kemitraan dan Keberlanjutan Pengembangan

Yusuf Bora juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Ia berpendapat bahwa keberhasilan destinasi wisata tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga perlu didukung oleh masyarakat setempat melalui pengelolaan yang aktif. “Keterlibatan masyarakat adalah kunci keberlanjutan, karena mereka yang paling mengenal kebutuhan dan potensi lokal,” katanya. Ia mengusulkan adanya program kemitraan yang memperkuat kolaborasi antara pengusaha wisata, warga, dan pihak pemerintah.

Dalam hal ini, Yusuf berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya dapat melakukan evaluasi terhadap rencana pengembangan yang sudah ada. “Tak Cukup Andalkan Alam, tetapi kita juga harus memastikan bahwa semua fasilitas yang dibangun memiliki manfaat jangka panjang bagi ekosistem dan komunitas,” tegasnya. Selain itu, ia menyarankan penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan, seperti sistem pengelolaan sampah yang efisien atau penerangan alami dari sumber daya lokal.

Pengembangan pariwisata Sumba Barat Daya juga dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan ekonomi daerah. Yusuf menyebut bahwa dengan memperbaiki fasilitas dan memadukan nilai budaya, destinasi wisata dapat menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun internasional. Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial dan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Tak Cukup Andalkan Alam, tetapi kita juga harus memperhatikan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga,” tambahnya.

Dalam wawancara tersebut, Yusuf juga menyoroti pentingnya promosi yang tepat. Ia mengusulkan bahwa keunikan alam dan budaya Sumba Barat Daya dapat dipresentasikan melalui media digital dan platform pemasaran modern. “Dengan memanfaatkan media sosial dan konten kreatif, kita bisa menjangkau lebih banyak calon wisatawan,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa konsep pariwisata yang seimbang antara alam dan manusia akan menjadi penentu utama dalam meningkatkan daya tarik destinasi ini.

Dengan berbagai rekomendasi yang diberikan Yusuf Bora, harapan besar terletak pada kemampuan pemerintah daerah untuk menjalankan perbaikan secara serius. Ia yakin bahwa Sumba Barat Daya bisa menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia jika perhatian lebih diberikan pada aspek fasilitas, lingkungan, dan partisipasi masyarakat. “Tak Cukup Andalkan Alam, tapi kita harus menyatukan berbagai elemen untuk menciptakan pengalaman wisata yang memuaskan dan berkelanjutan,” pungkas Yusuf. Dengan perubahan ini, kawasan yang kaya akan keindahan alam dan budaya dapat meraih pengakuan lebih besar di tingkat nasional dan internasional.

Leave a Comment