Ruben Onsu Minta Nafkah Rp200 Juta per Bulan Diaudit, Minola Sebayang: Itu Hak Anak, Bukan Mantan Istri!
Table of Contents
Ruben Onsu Minta Nafkah Rp200 Juta: Minola Sebayang Klarifikasi Hak Anak
Partaiberita.com – Kasus hukum antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menarik perhatian publik. Ruben Onsu Minta Nafkah Rp200 Juta per bulan melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, yang menegaskan bahwa permintaan audit terhadap uang nafkah tersebut merupakan hak yang sah secara hukum. Langkah ini diambil Ruben Onsu untuk memastikan transparansi penggunaan dana yang disetorkan setiap bulannya.
Posisi Hukum dalam Permintaan Audit Nafkah
Menurut Minola Sebayang, besaran nafkah yang dibayarkan Ruben Onsu berkisar antara Rp200 juta hingga Rp263 juta setiap bulannya. Nominal ini belum termasuk tambahan tagihan kartu kredit yang diajukan Sarwendah kepada Ruben secara rutin. Oleh karena itu, wajar jika Ruben Onsu menginginkan rincian penggunaan seluruh dana tersebut untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak mereka secara penuh.
Itu belum biaya kartu kredit yang ditagihkan ‘S’ kepada klien kami setiap bulannya. Sehingga wajar rasanya jika Ruben meminta rincian penggunaan semua uang itu. Dia ingin tahu sebenarnya berapa sih biaya anak-anaknya per bulan?
Pengacara berdarah Batak ini menambahkan bahwa permintaan audit tersebut sejalan dengan ketentuan undang-undang. Uang nafkah secara hukum merupakan hak murni milik anak, bukan hak mantan pasangan atau wali. Minola mengisyaratkan adanya kekhawatiran bahwa dana tersebut mungkin tidak tersalurkan sepenuhnya untuk kebutuhan anak-anak.
Uang itu kan hak anak, bukan untuk mantan. Karena banyak juga kasus yang uangnya ternyata digunakan wali, sehingga anak telantar
Langkah Hukum dan Implikasi bagi Hak Asuh
Minola Sebayang berencana mengemukakan isu audit ini dalam persidangan hak asuh anak yang sedang berlangsung. Langkah ini diambil Ruben Onsu agar persoalan tidak sekadar menjadi perbincangan di media sosial tanpa kepastian hukum. Pengacara tersebut menilai bahwa seorang ibu yang memperoleh hak asuh anak namun tidak mampu mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang diterima dari mantan suami dapat dikategorikan tidak amanah dalam mengelola hak anak-anaknya.
Seorang ibu yang mendapatkan hak asuh anak, namun tidak bisa bertanggung jawab atas setiap rupiah yang diberikan sang mantan suami, maka bisa dikatakan dia tidak amanah
Kasus ini menjadi contoh penting bagi masyarakat tentang pentingnya transparansi dalam pengelolaan nafkah anak. Ruben Onsu Minta Nafkah Rp200 Juta bukan berarti mengurangi hak anak, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang disetorkan benar-benar digunakan untuk kepentingan anak-anak mereka bersama.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Nafkah Ruben Onsu
1. Berapa besaran nafkah yang diminta Ruben Onsu? Ruben Onsu meminta audit terhadap nafkah sebesar Rp200 juta per bulan yang disetorkan ke mantan istrinya.
2. Apakah uang nafkah merupakan hak anak atau mantan istri? Menurut Minola Sebayang, uang nafkah secara hukum merupakan hak murni milik anak, bukan hak mantan pasangan atau wali.
3. Kapan audit nafkah akan diajukan ke pengadilan? Minola Sebayang berencana mengemukakan isu audit ini dalam persidangan hak asuh anak yang sedang berlangsung.
4. Apa implikasi jika audit menunjukkan dana tidak digunakan untuk anak? Seorang ibu yang tidak bisa bertanggung jawab atas setiap rupiah yang diberikan sang mantan suami dapat dikategorikan tidak amanah dalam mengelola hak anak-anaknya.
5. Apakah ada tagihan tambahan selain nafkah bulanan? Ya, selain nafkah bulanan, Sarwendah juga mengajukan tagihan kartu kredit kepada Ruben secara rutin yang belum termasuk dalam perhitungan nafkah.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kasus ini, pembaca dapat mengunjungi [artikel terkait di Okezone](https://celebrity.okezone.com) atau mengikuti perkembangan persidangan melalui kanal resmi pengadilan.
