Women

Amankah Melunakkan Kurma untuk Bayi Baru Lahir? Ini Kata Pakar

kurma_untuk_bayi-lejB_large
Foto : Betty Thomas - partaiberita.com
Table of Contents
  1. Amankah Melunakkan Kurma untuk Bayi Baru Lahir? Panduan Lengkap dari Ahli
  2. Related Reading

Amankah Melunakkan Kurma untuk Bayi Baru Lahir? Panduan Lengkap dari Ahli

Partaiberita.com – JAKARTA — Tradisi tahnik yang melibatkan pemberian kurma pada bayi baru lahir kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua milenial. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah amankah melunakkan kurma untuk bayi melalui metode dikunyah terlebih dahulu sebelum dioleskan ke langit-langit mulutnya. Praktik kuno ini memiliki dasar dalam sunnah Islam, namun dalam era modern, banyak pihak yang mempertanyakan aspek higienisnya.

Beberapa orang tua khawatir bahwa air liur orang dewasa yang tidak sedarah dapat membawa bakteri berbahaya bagi sistem kekebalan tubuh bayi yang masih lemah. Namun, menurut para ahli medis, terdapat penjelasan ilmiah yang mendukung manfaat imunologi dari tradisi ini, asalkan dilakukan dengan prosedur yang tepat dan memperhatikan kondisi kesehatan kedua belah pihak.

Penjelasan Ilmiah di Balik Tradisi Tahnik

Profesor Agustino Zulys, seorang Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia, memberikan penjelasan komprehensif melalui unggahan videonya di platform media sosial. Ia menegaskan bahwa pemberian kurma dari mulut ke mulut bukan sekadar ritual, melainkan memiliki dasar ilmiah yang kuat. “Jangan ngasal memberikan kurma dari mulut orang dewasa ke langit-langit mulut bayi baru lahir untuk menguatkan adaptasi dan meningkatkan imunitas bayi terhadap bakteri,” ujarnya.

Menurut Prof. Zulys, bayi baru lahir berada dalam fase adaptasi biologis yang sangat krusial. Sistem kekebalan tubuh mereka ibarat sebuah komputer baru yang belum memiliki basis data imun. Tubuh bayi harus belajar membedakan mana yang berbahaya, mana yang aman, mana yang merupakan makanan, dan mana yang bisa menjadi racun. Proses pembelajaran ini sangat dipengaruhi oleh paparan mikroba di awal kehidupan.

“Sistem imun bayi belum matang sempurna. Ya, seperti komputer baru yang belum banyak datanya. Dan proses belajar ini sangat dipengaruhi oleh paparan mikroba di awal kehidupan,” jelas Prof. Zulys.

Mikrobioma dan Kesehatan Jangka Panjang

Penjelasan lebih lanjut dari profesor tersebut menyoroti pentingnya mikrobioma dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh kita hidup triliunan mikroorganisme bermanfaat seperti bakteri, jamur, dan virus baik yang membentuk mikrobioma. Paparan mikroba dalam jumlah tepat di awal kehidupan justru memegang peranan kunci dalam melatih sistem imun anak agar tidak memicu reaksi alergi ekstrem di kemudian hari.

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang berada dalam lingkungan yang terlalu steril atau minim paparan mikroba justru memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi saat tumbuh dewasa. Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti alergi, asma, dan gangguan kulit. “Dan mengejutkannya, anak yang terlalu minim paparan mikroba di awal hidup, justru lebih beresiko mengalami alergi, asma, gatal-gatal kulit, bahkan gangguan imun,” tambah Prof. Zulys.

Bayi perlu latihan sistem imun di lingkungan nyata untuk membangun ketahanan tubuh yang optimal. Tradisi tahnik dengan kurma dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan mikroba bermanfaat kepada bayi tanpa risiko berlebihan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Kapan waktu terbaik untuk melakukan tahnik? Tahnik sebaiknya dilakukan dalam 40 hari pertama setelah kelahiran bayi, sesuai dengan anjuran dalam tradisi Islam.

2. Siapakah yang paling ideal untuk memberikan kurma dalam tahnik? Orang tua atau kerabat dekat yang memiliki kesehatan baik dan tidak sedang menderita penyakit menular merupakan pilihan terbaik.

3. Apakah kurma harus dikunyah hingga benar-benar lembut? Ya, kurma sebaiknya dilunakkan hingga teksturnya mudah dioleskan ke langit-langit mulut bayi tanpa menyebabkan iritasi.

4. Bagaimana jika orang yang memberikan kurma sedang pilek? Disarankan untuk menunda tahnik hingga kondisi kesehatan orang tersebut membaik untuk menghindari penularan virus.

5. Apakah ada alternatif jika tidak ingin menggunakan metode dikunyah? Kurma dapat juga dihaluskan menggunakan blender atau ditumbuk halus sebelum dioleskan ke mulut bayi.

Dengan memahami penjelasan ilmiah di balik tradisi ini, orang tua dapat memutuskan apakah amankah melunakkan kurma untuk bayi sesuai dengan kondisi dan preferensi keluarga masing-masing. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan memastikan kedua belah pihak dalam kondisi sehat.

Leave a Comment