Prabowo Kembali Mengubah Susunan Kabinet Merah Putih
Partaiberita.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan perubahan lanjutan dalam jajaran Kabinet Merah Putih melalui pelantikan pejabat pada 1 dan 2 Oktober 2026. Perombakan tersebut menempatkan sejumlah nama baru pada posisi strategis, terutama di sektor ekonomi, sekaligus menambah perhatian karena terdapat pengisian jabatan yang berkaitan dengan susunan kepemimpinan pemerintahan.
Rangkaian pelantikan ini menandai reshuffle kabinet ke-7 dan ke-8 yang dilakukan Prabowo sejak pemerintahan berjalan. Sejak reshuffle pertama pada 19 Februari 2025, Presiden telah delapan kali melakukan penyesuaian komposisi Kabinet Merah Putih. Perubahan pada awal Oktober 2026 memperlihatkan fokus pada penguatan kepemimpinan kementerian serta lembaga di lingkungan pemerintah.
1. Pelantikan 18 Pejabat Baru pada 1 Oktober 2026
Pada 1 Oktober 2026, Presiden melantik 18 pejabat baru di Istana Negara. Pelantikan ini menjadi bagian dari reshuffle kabinet yang ketujuh. Posisi menteri dan wakil menteri di bidang ekonomi termasuk dalam jajaran yang mengalami penataan ulang.
Perubahan struktur kepemimpinan di sektor ekonomi penting karena kementerian-kementerian tersebut menjalankan fungsi yang saling terkait, mulai dari pengelolaan keuangan negara hingga pengembangan industri. Penambahan maupun pergantian pejabat memberi susunan baru bagi koordinasi internal pemerintahan dalam menjalankan agenda yang telah ditetapkan.
2. Muhammad Sarmuji Menjadi Menteri Perindustrian
Muhammad Sarmuji resmi dipercaya memimpin Kementerian Perindustrian. Ia dilantik sebagai Menteri Perindustrian untuk menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
Posisi Menteri Perindustrian memiliki peran sentral dalam memimpin kementerian yang menangani sektor industri. Pergantian ini menjadi salah satu perubahan paling menonjol dalam reshuffle pada 1 Oktober, mengingat Kementerian Perindustrian berada dalam kelompok kementerian yang berkaitan langsung dengan bidang ekonomi.
Dengan masuknya Sarmuji ke kabinet sebagai Menperin, susunan pimpinan di kementerian tersebut memasuki babak baru. Pengalihan jabatan menteri juga mempertegas bahwa reshuffle tidak hanya mencakup pengisian posisi pendamping, tetapi turut menyentuh kursi pimpinan kementerian.
3. Dua Wakil Menteri Keuangan Baru Dilantik
Presiden juga melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan. Kehadiran keduanya melengkapi struktur pimpinan di Kementerian Keuangan bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.
Dengan pelantikan tersebut, Kementerian Keuangan kembali memiliki tiga wakil menteri. Formasi ini menempatkan Luky Alfirman, Nurkholisoh Ibnu Aman, dan Juda Agung sebagai bagian dari kepemimpinan kementerian di bawah Suahasil Nazara.
Penataan ini menjadi salah satu poin utama reshuffle karena Kementerian Keuangan memegang peranan dalam tata kelola keuangan negara. Kelengkapan jajaran pimpinan memberikan struktur yang lebih luas dalam mendampingi menteri menjalankan tugas kementerian.
4. Suahasil Nazara Menyambut Formasi Tiga Wamenkeu
Suahasil Nazara menyampaikan rasa syukur setelah dua wakil menteri baru bergabung. Ia menilai pelantikan tersebut melengkapi kembali susunan pimpinan Kementerian Keuangan.
“Kita mensyukuri bahwa kita baru saja kembali dari istana dan Bapak Presiden telah melantik dua Wakil Menteri Keuangan yang baru. Dan bersama-sama dengan Wakil Menteri Keuangan, Pak Juda Agung,” ujar Suahasil dalam sambutannya di Kantor Kemenkeu, Kamis (1/10/2026).
Ia menekankan bahwa keberadaan tiga Wakil Menteri Keuangan akan menjadi tambahan kekuatan dalam memimpin serta mengawal pengelolaan keuangan negara. Formasi tersebut menghadirkan pembagian peran kepemimpinan yang lebih lengkap di lingkungan kementerian.
“Jadi kita baru saja menyaksikan Presiden melantik dua Wakil Menteri Keuangan yang baru. Dan kami, saya hadir dan sekarang Wakil Menteri Keuangan kembali ke formasi tiga Wakil Menteri Keuangan yang akan bersama-sama. Yang akan bersama-sama dengan saya, memimpin Kementerian Keuangan,” ungkap Suahasil.
5. Reshuffle Berlanjut pada 2 Oktober
Sehari setelah pelantikan 18 pejabat baru, Prabowo kembali melakukan reshuffle kabinet yang kedelapan pada 2 Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden mengganti Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom RI.
Pada kesempatan yang sama, sebanyak 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres turut dilantik. Pelantikan ini memperluas rangkaian penyesuaian pemerintahan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.
Perubahan pada kementerian ekonomi, Bakom RI, dan Wantimpres menunjukkan bahwa reshuffle awal Oktober tidak hanya berfokus pada satu lembaga. Penataan tersebut mencakup unsur kabinet, wakil menteri, badan pemerintah, serta dewan yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Bagi masyarakat, komposisi baru ini menjadi bagian penting untuk dicermati karena pejabat yang dilantik akan menjalankan tugas dalam struktur pemerintahan Kabinet Merah Putih. Fokus perhatian tertuju pada pelaksanaan tugas masing-masing pejabat, termasuk kerja sama antara Menteri Keuangan dan tiga wakilnya serta kepemimpinan baru di Kementerian Perindustrian.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 5 Fakta Prabowo Reshuffle Kabinet Menteri?
5 Fakta Prabowo Reshuffle Kabinet Menteri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 5 Fakta Prabowo Reshuffle Kabinet Menteri matter?
5 Fakta Prabowo Reshuffle Kabinet Menteri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

