Kapolri Gelar Pelantikan dan Sertijab untuk 25 Posisi Strategis Polri
Partaiberita.com – Jenderal Suyudi Ario Seto dijadwalkan memimpin pelantikan sekaligus serah terima jabatan bagi sejumlah pejabat tinggi Polri di Jakarta pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026. Agenda yang berlangsung di lingkungan Mabes Polri itu mencakup 25 jabatan strategis, mulai dari unsur pejabat utama di tingkat pusat hingga kepemimpinan kepolisian daerah.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi kelanjutan dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026. Surat telegram itu memuat rotasi terhadap puluhan personel berpangkat Perwira Tinggi dan Perwira Menengah di institusi Polri.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa proses pengisian jabatan dilanjutkan pada malam hari dengan Kapolri sebagai pemimpin acara. Sejumlah posisi yang mengalami pergantian meliputi jabatan penting di Mabes Polri dan beberapa kursi Kapolda.
“Sertijab dilanjutkan pada hari ini, sekira pukul 19.00 WIB, yang dipimpin langsung oleh Bapak Kapolri terhadap beberapa pejabat utama Mabes Polri serta beberapa Kapolda,” kata Trunoyudo di Mabes Polri, Sabtu (3/10/2026).
Rotasi untuk Menjaga Dinamika Organisasi
Perubahan susunan pejabat dipandang sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri. Rotasi jabatan tidak hanya berkaitan dengan pengisian posisi yang kosong, tetapi juga menjadi mekanisme untuk memastikan roda kepemimpinan, pengawasan, pelayanan, dan pelaksanaan tugas kepolisian terus berjalan pada seluruh tingkat organisasi.
Dalam penjelasannya, Trunoyudo menekankan arahan Kapolri mengenai pentingnya kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat. Pergeseran jabatan dilakukan dengan percepatan agar organisasi dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan publik serta perkembangan tugas yang dihadapi di berbagai wilayah.
“Sebagai roda organisasi, Bapak Kapolri menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat. Percepatan pergeseran jabatan ini dilakukan agar dinamika organisasi bergerak semakin cepat sesuai dengan ekspektasi masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan dan serah terima jabatan merupakan tahapan formal yang menandai peralihan tanggung jawab dari pejabat sebelumnya kepada pejabat baru. Dalam struktur kepolisian, proses ini penting untuk menjaga kesinambungan program kerja, koordinasi internal, dan pengendalian tugas di tingkat pusat maupun daerah.
Bagi masyarakat, perubahan kepemimpinan di jajaran Polri dapat berpengaruh pada arah pelaksanaan tugas pelayanan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, penegakan hukum, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan unsur terkait. Namun, tugas kelembagaan tetap berjalan melalui struktur organisasi yang telah ada selama masa transisi jabatan berlangsung.
88 Pati dan Pamen Masuk Daftar Mutasi
Sebelum agenda pelantikan 25 jabatan tersebut, Kapolri telah melakukan rotasi terhadap 88 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah Polri. Mutasi ini mencakup sejumlah posisi dengan peran besar dalam pengawasan internal, manajemen organisasi, serta kepemimpinan kepolisian di wilayah.
Dua jabatan yang menjadi perhatian dalam rangkaian pergantian itu adalah Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri dan Kapolda Metro Jaya. Irwasum memiliki fungsi penting dalam sistem pengawasan internal Polri, sedangkan Kapolda Metro Jaya memimpin pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Komjen Asep Edi Suheri mendapat penugasan sebagai Irwasum Polri setelah sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya. Peralihan itu menempatkan Asep Edi Suheri pada posisi yang berkaitan dengan pengawasan umum di lingkungan Polri.
Sementara itu, jabatan Kapolda Metro Jaya diteruskan oleh Irjen Dadang Hartanto. Sebelum dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, Dadang Hartanto mengemban tugas sebagai Kapolda Maluku.
Peralihan Kepemimpinan di Tingkat Pusat dan Daerah
Masuknya pergantian Irwasum Polri dan Kapolda Metro Jaya dalam agenda rotasi menunjukkan bahwa mutasi kali ini menjangkau posisi di tingkat pusat serta daerah. Pengisian jabatan secara bersamaan juga memungkinkan proses penyesuaian organisasi dilakukan dalam satu rangkaian yang terkoordinasi.
Pelantikan pada malam 3 Oktober 2026 menjadi momentum resmi bagi para pejabat yang menerima amanah baru untuk memulai tugasnya. Setelah sertijab, masing-masing pejabat akan melanjutkan tanggung jawab sesuai ruang lingkup jabatan dan wilayah penugasannya.
Polri menempatkan penyegaran kepemimpinan sebagai bagian dari pengelolaan organisasi. Dengan adanya peralihan tersebut, koordinasi antarsatuan kerja diharapkan tetap terjaga, sementara pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat berlangsung berkesinambungan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab 25 Pati?
Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab 25 Pati is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab 25 Pati matter?
Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab 25 Pati matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

