Finalis Lomba Korea Indonesia Bikin Songpyeon Red Ginger
Partaiberita.com – Finalis Lomba Korea Indonesia Bikin Songpyeon Red Ginger sebagai dessert perpaduan dua tradisi kuliner. Kreasi ini diperkenalkan oleh Livia bersama timnya pada babak final Sweet Connection: Korea-Indonesia Collaborated Dessert Contest di Cook & Bake City, SCBD, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Songpyeon Red Ginger menggabungkan inspirasi dari songpyeon, kue beras tradisional Korea, dengan kehangatan wedang ronde khas Indonesia. Perpaduan tersebut tidak sekadar menghadirkan dua makanan dalam satu sajian, tetapi merangkai bentuk, tekstur, dan rasa agar keduanya saling melengkapi.
Kompetisi ini mempertemukan 10 tim finalis yang membawa gagasan dessert hasil kolaborasi Korea dan Indonesia. Setiap peserta menerjemahkan pertemuan budaya melalui bahan, teknik, maupun tampilan sajian. Tim Livia memilih kue beras dan jahe sebagai titik awal untuk menyampaikan cerita kuliner lintas negara.
Inspirasi songpyeon dan hangatnya wedang ronde
Songpyeon dikenal sebagai kue beras tradisional dari Korea. Sementara wedang ronde merupakan sajian hangat Indonesia yang identik dengan bola-bola kenyal serta kuah jahe. Kedua karakter inilah yang menjadi fondasi Songpyeon Red Ginger.
Dalam kreasi tersebut, unsur jahe dipilih untuk memperkuat identitas Indonesia. Rasa dan aroma jahe yang biasanya hadir dalam wedang ronde memberi sensasi hangat pada dessert, sekaligus menciptakan kontras dengan karakter kue beras yang menjadi inspirasi dari Korea.
“Jadi hari ini kita lagi bikin Songpyeon Red Ginger. Jadi songpyeon itu adalah kue beras tradisional Korea. Red ginger-nya itu kita ambil dari kita fusion jadi wedang ronde,” kata Livia saat ditemui di lokasi acara.
Melalui gagasan ini, Finalis Lomba Korea Indonesia Bikin dessert yang mudah dipahami penikmat makanan dari kedua budaya. Songpyeon tetap menjadi acuan utama untuk elemen kue beras Korea, sedangkan wedang ronde memberikan sentuhan lokal melalui bentuk bulat dan karakter jahe yang khas.
Bentuk bulat memperkuat cerita dessert
Selain rasa, tampilan menjadi bagian penting dari Songpyeon Red Ginger. Livia menjadikan bentuk bulat ronde sebagai salah satu inspirasi penyajian. Elemen visual tersebut membantu memperjelas hubungan antara dessert yang dibuat dengan wedang ronde sebagai referensi kuliner Indonesia.
Bentuk bulat juga lekat dengan pengalaman menikmati ronde, terutama teksturnya yang kenyal dan ukurannya yang kecil. Saat dipadukan dengan konsep songpyeon, bentuk ini menjadi penanda visual bahwa dessert tersebut lahir dari dua latar kuliner yang berbeda, tetapi memiliki titik temu pada olahan berbahan dasar beras.
Kuah wedang ronde turut digunakan untuk menguatkan perpaduan rasa. Kehadirannya membawa aroma jahe dan sensasi hangat yang familiar bagi penikmat sajian tradisional Indonesia. Bukan hanya pelengkap, kuah tersebut menjadi bagian dari pengalaman menikmati kreasi dessert secara utuh.
Kolaborasi kuliner Korea dan Indonesia
Finalis Lomba Korea Indonesia Bikin Songpyeon Red Ginger dengan pendekatan yang menjaga karakter masing-masing inspirasi. Kue beras Korea tidak kehilangan perannya, sementara wedang ronde tetap terasa melalui elemen jahe, bentuk bulat, dan nuansa hangat dalam penyajian.
Perpaduan seperti ini menunjukkan bahwa inovasi dessert dapat berangkat dari rasa yang sudah akrab. Penikmat wedang ronde dapat mengenali kehangatan jahe dan tekstur kenyal dalam sajian tersebut. Di sisi lain, pencinta kuliner Korea dapat menemukan interpretasi baru dari songpyeon melalui sentuhan rasa Indonesia.
Sweet Connection: Korea-Indonesia Collaborated Dessert Contest menjadi ruang bagi para peserta untuk mengeksplorasi kemungkinan tersebut. Dengan 10 tim di babak final, ajang ini menghadirkan beragam cara untuk mempertemukan bahan, bentuk, dan cerita kuliner dari Korea serta Indonesia.
FAQ Songpyeon Red Ginger
Apa itu Songpyeon Red Ginger?
Songpyeon Red Ginger adalah kreasi dessert dari tim Livia yang memadukan inspirasi songpyeon, kue beras tradisional Korea, dengan wedang ronde Indonesia.
Unsur Indonesia apa yang digunakan dalam dessert ini?
Unsur Indonesia hadir melalui inspirasi ronde berbentuk bulat dan kuah jahe yang menjadi ciri wedang ronde.
Di mana kreasi ini diperkenalkan?
Kreasi tersebut diperkenalkan dalam babak final Sweet Connection: Korea-Indonesia Collaborated Dessert Contest di Cook & Bake City, SCBD, Jakarta, pada Sabtu (10/10/2026).

