News

Begal Gasak Mobil di Cisauk – Korban Perempuan Diikat Lalu Dibuang di Jalan Sepi

Begal Gasak Mobil di Cisauk: Perempuan Diikat Lalu Dibuang di Jalan Sepi

Kabupaten Tangerang, Banten

Begal Gasak Mobil di Cisauk – Kabupaten Tangerang, Banten—Peristiwa pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah Cisauk, Tangerang, Banten, pada Selasa, 19 Mei 2026. Seorang wanita berinisial LA (29) menjadi korban dalam kejadian begal gasak mobil di Cisauk. Korban diancam dengan celurit, diikat, lalu dibuang di jalan sepi sebelum pelaku mengambil kendaraan dan barang berharga miliknya. Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, mengungkapkan bahwa kejadian ini mengejutkan warga karena terjadi di tengah malam dan tanpa tanda-tanda kejahatan sebelumnya.

Detail Kejadian dan Motif Pelaku

Pada pukul 01.00 WIB, korban pergi sendirian dari Bogor menuju Tangerang untuk bertemu tersangka Kecot (33). Pertemuan ini dilakukan sesuai kesepakatan sebelumnya, di mana Kecot memberikan lokasi pertemuan melalui pesan. Menurut keterangan Dhady, tersangka mengemudikan mobil korban ke beberapa titik di Serpong dan Cisauk. Saat melewati Jalan Maloko, pelaku memulai tindakan pemberatan. “Pelaku langsung mengambil iPhone yang sedang digunakan korban dan memaksa untuk diam, dengan ancaman ‘kalau lu kaga mau celaka, ini mobil mau gua ambil gua mau jual,’” terang Dhady, Minggu (24/5/2026).

Korban mengalami trauma setelah diikat dan dibuang di tempat terpencil. Tersangka Kecot, yang dikenal sebagai pelaku begal gasak mobil di Cisauk, menunggu korban terlelap sebelum membawa mobil Honda Brio dan iPhone 11 miliknya. Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa tersangka juga menjemput rekan kerjanya bernama Senet (33), yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Penyebab utama aksi ini masih dalam penyelidikan, meski ada indikasi bahwa korban dan pelaku memiliki hubungan dekat.

Pelaku dan Modus Kejahatan

Tersangka Kecot dan Senet dikenal sebagai pelaku begal gasak mobil di Cisauk. Modus kejahatan mereka menggabungkan pemalsuan kisah pertemuan dengan korban untuk mengurangi curiga. Dalam laporan polisi, dikatakan bahwa pelaku menggunakan kendaraan korban sebagai alat transportasi sebelum mengambil barang berharga. Pelaku juga mengancam korban dengan celurit dan memaksa untuk diam agar tidak menarik perhatian.

Menurut Dhady, kejadian ini menunjukkan bahwa begal gasak mobil di Cisauk kian mengancam keselamatan warga. Modus kejahatan mereka berusaha menipu korban dengan berpura-pura bertemu untuk urusan bisnis. Setelah korban terlelap, pelaku membawa mobil ke tempat lain untuk menjualnya. Sementara itu, iPhone 11 yang diambil dari korban diperkirakan bernilai Rp174 juta, yang menjadi salah satu faktor kejadian ini terjadi.

Respons Komunitas dan Proses Penyelidikan

Kelurahan Cisauk memperlihatkan reaksi cepat warga setelah kejadian begal gasak mobil di Cisauk terungkap. Beberapa warga menyatakan kecemasan terhadap kejahatan yang terjadi di tengah malam dan jalan sepi. Polisi sedang memburu tersangka Kecot dan Senet dengan memanfaatkan informasi dari saksi mata serta rekaman CCTV. Kapolsek Cisauk mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara, terutama di area yang sepi dan minim pengawasan.

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa tersangka Kecot sudah memiliki catatan kejahatan sebelumnya. Ia pernah ditangkap atas kasus pencurian di wilayah Serpong. Motif begal gasak mobil di Cisauk diduga terkait kebutuhan ekonomi pelaku, karena ia mencari penghasilan tambahan. Sementara korban, LA, masih dalam pemulihan mental setelah peristiwa ini. “Korban mengalami trauma akibat perlakuan pelaku,” kata Dhady, menambahkan bahwa kejadian ini masih menjadi sorotan warga.

Kondisi Tempat Kejadian dan Penyelidikan Lanjutan

Kejadian begal gasak mobil di Cisauk berlangsung di Kampung Pabuaran, Kelurahan Cisauk, yang dikenal sebagai area yang cukup sepi. Lokasi ini menjadi pilihan pelaku karena minim pengawasan, sehingga memudahkan aksi mereka. Dalam laporan, polisi menyebut bahwa korban diikat dengan tali sebelum dibuang di jalan yang terpencil. Pemulihan mobil terjadi setelah pelaku meninggalkan lokasi.

Sementara itu, tim penyelidik sedang memburu pelaku yang sudah menghilang setelah mengambil barang. Penyebab utama aksi begal gasak mobil di Cisauk belum terungkap secara pasti, tetapi ada indikasi bahwa korban dan pelaku memiliki hubungan sosial yang kuat. “Korban menemui tersangka Kecot untuk urusan pribadi, dan pelaku memanfaatkan kesempatan ini,” jelas Dhady. Polisi juga sedang memeriksa keberadaan Senet, yang dikenal sebagai rekan kerja tersangka Kecot.

Perkembangan Terkini dan Kesimpulan

Kasus begal gasak mobil di Cisauk terus mendapat perhatian dari pihak berwajib. Polisi menyatakan bahwa akan memperluas penyelidikan ke lokasi lain di Serpong dan Tangerang untuk menemukan petunjuk lebih lanjut. Korban LA, yang masih mengalami trauma, akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui detail kejahatan. “Korban merasa takut setelah diikat dan dibuang di jalan sepi,” ujar Dhady.

Kasus ini menjadi peringatan bagi warga untuk meningkatkan kehati-hatian. Begal gasak mobil di Cisauk menggambarkan pola kejahatan yang berulang, terutama di area dengan akses yang terbatas. Dengan ditemukan motif dan pelaku, polisi berharap masyarakat bisa lebih waspada. “Kita membutuhkan kerja sama warga dalam mengawasi lingkungan,” tambah Dhady. Kasus ini juga menegaskan pentingnya pemeriksaan lebih jauh terhadap pelaku yang terlibat dalam kejahatan begal gasak mobil di Cisauk.

Leave a Comment