Women

Kulit Gatal dan Bentol Merah saat Malam Hari? Bisa Jadi Gejala Skabies

Kulit Gatal dan Bentol Merah saat Malam Hari: Tanda Awal Skabies?

Kulit Gatal dan Bentol Merah saat – Kulit gatal dan bentol merah yang terasa semakin mengganggu pada malam hari bisa menjadi tanda awal munculnya penyakit kulit menular yang disebut skabies. Gejala ini sering dianggap sebagai hal biasa, tetapi jika terjadi secara terus-menerus dan disertai rasa gatal yang hebat, segera waspadai. Menurut dr. Aditya Surya Pratama, kondisi ini disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei yang mampu menciptakan jaringan pori-pori pada kulit dan bertelur di dalamnya.

Gejala Skabies yang Khas

Skabies mengakibatkan gatal yang sangat mengganggu, terutama pada malam hari. Hal ini disebabkan oleh reaksi alergi kulit terhadap telur tungau dan aktivitasnya yang merangsang saraf sensitif. Bentol merah atau ruam kecil biasanya muncul di area tubuh yang sering bersentuhan dengan orang lain, seperti jari tangan, ketiak, lipatan paha, dan bagian genital. Pada tahap awal, gejala ini mungkin tidak terlalu terasa, tetapi akan memburuk jika tidak segera diatasi.

“Tungau Sarcoptes scabiei memiliki ukuran sangat kecil dan bisa bergerak di bawah permukaan kulit. Mereka membuat terowongan kecil dan bertelur, sehingga memicu respons imun tubuh yang berupa gatal dan bentol merah,” terang dr. Aditya dalam video yang ia bagikan di Instagram, yang dikutip pada 28 Mei 2026.

Cara mengenali skabies lebih lanjut adalah melalui kebiasaan tidur. Pasien sering kali mengalami kesulitan tidur karena gatal yang tak bisa dihilangkan. Selain itu, ruam akan menjadi lebih jelas di pagi hari dan menghilang seiring waktu. Jika gejala terus berlanjut, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Penularan dan Cara Menyebar

Penyebab skabies yaitu tungau Sarcoptes scabiei, yang menyebar melalui kontak kulit langsung dengan penderita. Dalam situasi seperti tidur bersama atau tinggal serumah, tungau ini bisa menyebar dengan mudah. Selain itu, alat pribadi seperti handuk, baju, atau seprai yang digunakan bersama juga bisa menjadi medium penyebaran. Kondisi ini bisa menimpa siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa.

Skabies tidak hanya menyebar melalui kontak fisik, tetapi juga melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi. Misalnya, saat berbagi handuk atau bantal di tempat umum. Jika tidak segera diatasi, infeksi akan menyebar ke orang lain dan memperparah gejala. Maka dari itu, penting untuk mengenali ciri-ciri skabies secara dini.

Cara Mengatasi Skabies

Mengatasi skabies memerlukan pendekatan yang tepat. Pengobatan biasanya dilakukan dengan mengoleskan salep atau krim antiskabies ke area yang terkena. Krim ini mengandung bahan aktif seperti permethrin atau ivermectin, yang bertugas membunuh tungau dan mengurangi rasa gatal. Selain itu, cuci dan ganti pakaian, handuk, serta benda-benda lain yang mungkin terkontaminasi secara rutin.

Dalam kasus yang lebih parah, dokter bisa merekomendasikan obat oral untuk mempercepat penyembuhan. Penting juga untuk memastikan lingkungan rumah bersih dan tidak menjadi tempat berkembang biak tungau. Karena skabies bisa mengganggu kualitas hidup, segera lakukan tindakan pencegahan dan pengobatan agar tidak menyebar lebih luas.

Leave a Comment