Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tangis Lionel Scaloni saat Messi Pensiun dari Timnas Argentina: Kehormatan Melatih Pemain Terbaik Sejarah!

Published Oktober 8, 2026 · Updated Oktober 8, 2026 · By Nancy Gonzalez - partaiberita.com

Foto : Nancy Gonzalez - partaiberita.com

Tangis Lionel Scaloni saat Messi Pensiun dari Timnas Argentina

Partaiberita.com – Tangis Lionel Scaloni saat Messi menjadi gambaran kuat dari pertandingan terakhir Lionel Messi bersama Timnas Argentina. Kapten Argentina itu menutup karier internasionalnya dalam laga melawan Benin pada Rabu, 7 Oktober 2026, dengan kemenangan 3-0 yang terasa emosional bagi seluruh skuad.

Di usia 39 tahun, Messi masih menunjukkan kualitasnya pada laga perpisahan tersebut. Pemilik delapan Ballon d'Or itu terlibat dalam seluruh gol Argentina dengan menyumbang dua assist untuk Nicolas Otamendi dan Nico Paz, sebelum mencetak gol melalui titik penalti.

Kemenangan atas Benin bukan hanya hasil positif bagi Tim Tango. Pertandingan itu menjadi momen penutupan perjalanan panjang Messi di level internasional, sebuah perjalanan yang meninggalkan kesan mendalam bagi rekan setim, staf pelatih, dan pendukung Argentina.

Scaloni Bangga Pernah Melatih Messi

Lionel Scaloni tidak mampu menyembunyikan rasa harunya setelah menyaksikan laga terakhir sang kapten. Pelatih Argentina tersebut menyebut kesempatan mendampingi Messi sebagai pengalaman luar biasa yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak pernah menyangka akan menjadi pelatih bagi pesepak bola terbaik dalam sejarah,” kata Lionel Scaloni.

Tangis Lionel Scaloni saat Messi pensiun juga mencerminkan kedekatan yang terbentuk selama mereka bekerja bersama di tim nasional. Bagi Scaloni, Messi bukan sekadar pemain dengan kemampuan istimewa, melainkan figur penting yang memberi pengaruh besar terhadap suasana dan keyakinan skuad.

“Kami sangat berterima kasih kepadanya karena telah memberi kami kesempatan untuk berada di sisinya,” ucap Scaloni.

Messi selama ini dikenal sebagai pusat permainan Argentina. Ia mampu menciptakan peluang, mengatur serangan, dan mengambil tanggung jawab saat tim menghadapi situasi penting. Peran tersebut kembali terlihat jelas dalam pertandingan melawan Benin.

Laga Terakhir Messi Berakhir Manis

Messi memilih mengakhiri kiprahnya bersama Argentina dengan penampilan yang tetap berpengaruh. Dua assist dan satu gol menjadi bukti bahwa ia masih mampu menentukan jalannya pertandingan hingga peluit akhir karier internasionalnya.

Assist untuk Otamendi dan Nico Paz menunjukkan visi permainan Messi yang tetap tajam. Sementara itu, gol penalti yang dicetaknya melengkapi malam penuh emosi sekaligus mengantar Argentina meraih kemenangan tanpa kebobolan.

Bagi para penggemar, laga tersebut menjadi perpaduan antara perayaan dan kesedihan. Argentina berhasil menang meyakinkan, tetapi pertandingan itu juga menandai akhir era pemain yang telah lama menjadi wajah utama tim nasional.

Warisan Besar Lionel Messi untuk Argentina

Scaloni mengaku banyak hal terlintas di pikirannya ketika melihat Messi memainkan pertandingan terakhirnya. Emosi yang muncul bukan hanya karena perpisahan, tetapi juga karena besarnya warisan yang ditinggalkan sang pemain untuk Argentina.

“Air mata ini mengalir karena begitu banyak hal yang berkecamuk di benak saya. Sungguh menyedihkan tidak bisa lagi melihatnya; ia mewariskan sesuatu yang luar biasa bagi kami,” ujar Scaloni.

Warisan Messi tidak hanya terlihat dari gol, assist, maupun penghargaan individu. Delapan Ballon d'Or menjadi bagian dari pencapaian pribadinya, tetapi pengaruhnya di ruang ganti dan lapangan juga memberi rasa percaya diri lebih besar kepada rekan-rekannya.

Tangis Lionel Scaloni saat Messi pensiun mempertegas bahwa Argentina kehilangan sosok yang sulit digantikan. Messi memiliki kemampuan untuk mengubah pertandingan, tetapi juga membawa aura yang membuat tim merasa lebih siap menghadapi tekanan.

Aura Messi Dinilai Tak Tertandingi

Scaloni menilai pengaruh Messi melampaui statistik. Menurutnya, kehadiran pemain nomor 10 tersebut selalu memberi sesuatu yang berbeda bagi Argentina, baik ketika latihan maupun saat pertandingan besar berlangsung.

“Rasanya tak tertandingi saat memiliki sosok seperti dia di pihak kita. Saya belum pernah melihat aura seperti itu pada siapa pun seumur hidup saya,” kata Scaloni.

Dengan pensiunnya Messi, Argentina memasuki fase baru bersama generasi pemain berikutnya. Tim Tango tetap memiliki perjalanan panjang, tetapi kenangan tentang kepemimpinan, visi, dan kualitas sang kapten akan terus menjadi bagian penting dari identitas tim.

Perpisahan melawan Benin pun menjadi penutup yang pantas. Argentina menang 3-0, Messi mencetak satu gol dan membuat dua assist, sementara Scaloni memberikan penghormatan emosional kepada pemain yang ia anggap terbaik dalam sejarah.

FAQ tentang Pensiunnya Lionel Messi dari Timnas Argentina

Kapan Lionel Messi memainkan laga terakhirnya bersama Argentina?

Lionel Messi memainkan pertandingan internasional terakhirnya saat Argentina menghadapi Benin pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Berapa skor Argentina vs Benin pada laga terakhir Messi?

Argentina menang 3-0 atas Benin dalam pertandingan yang menjadi penutup karier internasional Messi.

Apa kontribusi Messi dalam pertandingan tersebut?

Messi mencetak satu gol dari penalti serta membuat dua assist untuk Nicolas Otamendi dan Nico Paz.

Mengapa Lionel Scaloni menangis saat Messi pensiun?

Scaloni terharu karena perpisahan dengan Messi memunculkan banyak kenangan. Ia juga menilai dirinya mendapat kehormatan besar karena pernah melatih pemain yang dianggapnya terbaik dalam sejarah.

Related Reading