Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Film The Assassin(s) Tuai Kontroversi, Lee Min Ho Batal Tampil di BIFF 2026

Published Oktober 4, 2026 · Updated Oktober 4, 2026 · By Nancy Gonzalez - partaiberita.com

Foto : Nancy Gonzalez - partaiberita.com

Lee Min Ho Absen dari BIFF 2026 Usai Kontroversi The Assassin(s)

Partaiberita.com – Lee Min Ho dipastikan tidak akan hadir di Busan International Film Festival atau BIFF 2026, yang dijadwalkan dimulai pada 6 Oktober mendatang. Ketidakhadiran aktor tersebut terjadi di tengah sorotan tajam terhadap film terbarunya, The Assassin(s), yang memicu perdebatan terkait penggambaran sejarah Korea Selatan.

Panitia BIFF menyampaikan bahwa Lee Min Ho membatalkan kehadirannya karena keadaan yang tidak dapat dihindari. Tidak ada penjelasan tambahan mengenai detail keputusan itu. Namun, pembatalan tersebut datang setelah film yang turut dibintangi Yoo Hae Jin itu mendapat kecaman dari sebagian penonton dan kritikus.

Sesi Aktor hingga Agenda Film Dihentikan

Dampak pembatalan ini tidak hanya berlaku bagi Lee Min Ho secara pribadi. Acara Actors House: Lee Min Ho, yang semula berlangsung pada 7 Oktober 2026, resmi tidak jadi digelar. Program tersebut sedianya menjadi kesempatan bagi pengunjung festival untuk bertemu dan menyimak perjalanan karier sang aktor.

Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan The Assassin(s) dalam rangkaian BIFF 2026 juga ikut dibatalkan. Keputusan itu mencakup agenda promosi film yang sebelumnya telah disusun bersama para pemeran dan pembuatnya.

Hive Media Corp, rumah produksi The Assassin(s), turut menarik diri dari acara pembukaan BIFF 2026 serta sesi Outdoor Stage Greeting pada 7 Oktober. Pihak produksi menempatkan situasi yang sedang berkembang sebagai pertimbangan utama untuk tidak berpartisipasi dalam kedua agenda tersebut.

Keamanan pemain, kru produksi, penonton, dan para tamu undangan menjadi perhatian penting dalam keputusan itu. Langkah tersebut diambil ketika polemik film semakin meluas dan muncul ancaman demonstrasi terkait penayangannya.

“Keadaan yang tidak dapat dihindari.”

Rencana Kehadiran Pemeran dan Tim Kreatif

Sebelum pembatalan diumumkan, Lee Min Ho dan Yoo Hae Jin direncanakan hadir dalam pembukaan BIFF 2026. Kehadiran keduanya menjadi salah satu bagian dari promosi film yang baru saja memasuki pasar bioskop Korea Selatan.

Sutradara Hur Jin Ho serta aktor Park Hae Il juga dijadwalkan menemui pengunjung melalui sesi Outdoor Stage Greeting. Acara panggung terbuka itu semula dimaksudkan untuk memperkenalkan film sekaligus membangun interaksi langsung dengan penonton festival.

Dengan dibatalkannya semua agenda tersebut, The Assassin(s) tidak lagi memiliki kegiatan resmi di BIFF 2026. Situasi ini memperlihatkan bagaimana kontroversi sebuah karya layar lebar dapat berdampak luas, tidak hanya pada penerimaan film, tetapi juga pada agenda publik para pemain dan tim produksi.

Awal Penayangan yang Menarik Perhatian

The Assassin(s) mulai diputar di bioskop Korea Selatan pada 23 September 2026. Dalam tiga hari pertama penayangannya, film tersebut telah mengumpulkan 1,05 juta penonton, sebuah capaian yang menandakan tingginya perhatian publik terhadap proyek ini.

Namun, perhatian tersebut kemudian berkembang menjadi kontroversi. Perdebatan muncul bukan semata-mata karena popularitas para pemerannya, melainkan karena cara film itu mengolah peristiwa nyata yang memiliki posisi sensitif dalam sejarah modern Korea Selatan.

Film ini mengambil latar pembunuhan Yuk Young Soo, Ibu Negara Korea Selatan, yang terjadi pada 15 Agustus 1974. Peristiwa tersebut berlangsung saat peringatan Hari Kemerdekaan Korea Selatan dan menjadi salah satu tragedi penting dalam sejarah politik negara itu.

Peristiwa 15 Agustus 1974 Menjadi Pusat Polemik

Dalam kejadian bersejarah itu, Mun Se Gwang melakukan penembakan dengan Presiden Park Chung Hee sebagai sasaran utamanya. Serangan tersebut tidak mengenai presiden, tetapi peluru yang meleset justru menewaskan Yuk Young Soo.

Sejumlah penonton yang telah menyaksikan The Assassin(s) menilai film tersebut mengubah penafsiran atas peristiwa tersebut. Kritik terutama diarahkan kepada Hur Jin Ho karena dinilai membangun cerita yang menempatkan Presiden Park Chung Hee dan Intelijen Korea Selatan sebagai pihak di balik tragedi itu.

Keberatan terhadap penggambaran tersebut berkembang menjadi kecaman di ruang publik. Isu utama yang dipersoalkan adalah batas antara kebebasan artistik dalam drama sejarah dan tanggung jawab pembuat film ketika menggunakan tragedi nyata sebagai dasar cerita.

Film berlatar sejarah sering menghadapi tantangan serupa karena penonton dapat memandangnya sebagai hiburan sekaligus representasi masa lalu. Ketika tokoh atau kejadian yang ditampilkan masih memiliki makna politik dan emosional yang kuat, perubahan perspektif dalam cerita dapat memicu reaksi yang jauh lebih besar daripada film fiksi biasa.

Ancaman Demonstrasi Menjelang Festival

Kritik terhadap The Assassin(s) kemudian diikuti ancaman aksi demonstrasi besar-besaran. Kelompok sipil konservatif Korea Selatan menyatakan kesiapan mereka untuk menggelar unjuk rasa yang berkaitan dengan film tersebut.

Kondisi ini membuat BIFF 2026 menghadapi situasi yang lebih rumit menjelang pembukaan festival. Pembatalan kehadiran para pemain dan tim produksi dapat dipahami sebagai upaya meredakan risiko di lokasi acara, terutama karena festival film menghadirkan banyak pengunjung, pekerja media, tamu internasional, dan pelaku industri.

Hingga kini, keputusan Lee Min Ho dan Hive Media Corp menandai perubahan besar pada rangkaian promosi The Assassin(s). Film yang semula mendapat sambutan tinggi pada pekan awal penayangan kini berada di pusat perdebatan mengenai sejarah, interpretasi artistik, dan respons publik terhadap karya sinema.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Film The Assassin s Tuai Kontroversi?

Film The Assassin s Tuai Kontroversi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Film The Assassin s Tuai Kontroversi matter?

Film The Assassin s Tuai Kontroversi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.