BP BUMN Targetkan Penyelesaian Kasus Proyek LRT City Paling Lambat 15 Oktober 2026
BP BUMN Targetkan Penyelesaian Kasus LRT City pada Oktober 2026
Partaiberita.com – BP BUMN targetkan penyelesaian kasus proyek LRT City paling lambat 15 Oktober 2026. Sebelum memasuki tahap finalisasi, pemerintah akan menampung seluruh aspirasi, pertanyaan, dan tuntutan dari konsumen yang terdampak persoalan proyek properti tersebut.
LRT City dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Wakil Kepala I BP BUMN Aminuddin Ma'ruf mengatakan pemerintah masih menunggu hasil pendataan persoalan yang disusun oleh perwakilan konsumen sebagai bahan pembahasan berikutnya.
Inventarisasi Keluhan Ditargetkan Rampung 1 Oktober
Perwakilan konsumen yang dikoordinasikan oleh Rian diberi waktu hingga 1 Oktober 2026 untuk menghimpun seluruh masukan dari sekitar 2.000 korban. Pendataan ini mencakup aspirasi, pertanyaan, serta tuntutan yang akan disampaikan kepada BP BUMN.
“Teman-teman di bawah koordinator Pak Rian, dalam beberapa waktu ke depan sampai tanggal 1 Oktober menginventarisir semua aspirasi, semua pertanyaan dari kurang lebih 2.000 korban untuk kami tampung,” ujar Aminuddin di Kantor BP BUMN, Selasa (15/9/2026).
Inventarisasi tersebut menjadi tahapan penting agar persoalan yang dialami konsumen dapat dipetakan secara menyeluruh. Pemerintah akan menggunakan hasil penghimpunan itu untuk mematangkan langkah penanganan bersama pihak terkait.
Bagi konsumen LRT City, penyampaian data secara lengkap diperlukan agar kebutuhan dan keluhan yang ada dapat masuk dalam agenda pembahasan resmi. Setelah dokumen inventarisasi diterima, BP BUMN akan menelaah materi tersebut sebelum menggelar pertemuan lanjutan.
Pertemuan Finalisasi Paling Lambat 15 Oktober 2026
BP BUMN targetkan penyelesaian kasus ini melalui pertemuan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung paling lambat pada 15 Oktober 2026. Pertemuan itu diharapkan menjadi tahap finalisasi setelah hasil inventarisasi dari perwakilan konsumen diterima pada awal Oktober.
“Final inventarisasi dari Mas Rian dan kawan-kawan yang mewakili korban itu tanggal 1 Oktober kepada kami. Nanti kami akan matangkan, kami akan melaksanakan pertemuan lagi paling lambat tanggal 15 Oktober dan itu finalisasinya,” kata Aminuddin.
Jadwal tersebut menunjukkan bahwa keputusan tidak akan diambil sebelum seluruh masukan konsumen dihimpun. Pemerintah akan lebih dahulu mempelajari persoalan yang disampaikan, lalu membawanya ke pembahasan bersama perusahaan dan perwakilan korban.
Keberadaan perwakilan konsumen dinilai penting dalam proses ini karena mereka menjadi penghubung bagi aspirasi para pembeli terdampak. Hasil pendataan hingga 1 Oktober 2026 akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan persoalan proyek LRT City.
Komitmen BP BUMN Mengawal Konsumen LRT City
Aminuddin menegaskan BP BUMN akan tetap mengawal proses penanganan persoalan konsumen. Menurutnya, pemerintah tidak akan melepaskan tanggung jawab dan berkomitmen untuk mendorong penyelesaian atas masalah yang dihadapi para korban.
“Kami tidak berpangku tangan, cuci tangan juga tidak sama sekali. Kami bertanggung jawab kepada seluruh korban, negara hadir dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan,” tegasnya.
Komitmen tersebut mencakup pengawalan sejak tahap pengumpulan aspirasi hingga pembahasan solusi. Kejelasan jadwal inventarisasi dan pertemuan finalisasi diharapkan memberi kepastian mengenai proses yang sedang ditempuh konsumen, perusahaan, dan pemerintah.
Rencana Dukungan Dana Rp456 Miliar
Selain penanganan masalah konsumen, terdapat rencana penyuntikan dana dari Danantara sebesar Rp456 miliar. Dana itu direncanakan untuk mendukung pembangunan proyek LRT City yang tersebar di 12 lokasi.
Rencana pendanaan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan pembangunan proyek. Sementara itu, proses penanganan keluhan konsumen tetap berjalan melalui inventarisasi yang ditargetkan selesai pada 1 Oktober 2026 dan pertemuan finalisasi paling lambat 15 Oktober 2026.
FAQ Penyelesaian Kasus Proyek LRT City
Kapan konsumen harus menyerahkan inventarisasi persoalan?
Perwakilan konsumen ditargetkan menyerahkan hasil inventarisasi aspirasi, pertanyaan, dan tuntutan kepada BP BUMN pada 1 Oktober 2026.
Kapan pertemuan finalisasi kasus LRT City dilakukan?
Pemerintah menargetkan pertemuan lanjutan untuk finalisasi berlangsung paling lambat pada 15 Oktober 2026.
Siapa pengembang proyek LRT City?
Proyek LRT City dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yang merupakan anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Berapa jumlah konsumen yang diwakili dalam proses inventarisasi?
Inventarisasi dilakukan untuk menampung aspirasi dari sekitar 2.000 korban atau konsumen terdampak.