Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo Geram Harga Komoditas RI Ditentukan Asing, Siapkan Bursa Mineral

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Jennifer Miller - partaiberita.com

Foto : Jennifer Miller - partaiberita.com

Prabowo Geram Harga Komoditas RI Ditentukan Asing, Siapkan Bursa Mineral

Akar Masalah: Harga Kekayaan Alam Indonesia di Tangan Asing

Partaiberita.com – Indonesia, sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam melimpah, selama ini menghadapi dilema yang cukup memprihatinkan. Meskipun menjadi produsen komoditas terbesar di dunia, harga-harga komoditas nasional justru ditetapkan di pasar internasional. Kondisi ini telah lama menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian mengambil langkah konkret melalui inisiatif pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kedaulatan Indonesia dalam menentukan harga komoditasnya sendiri.

Selama beberapa dekade terakhir, Indonesia telah berkontribusi signifikan terhadap pasokan komoditas global. Mulai dari kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, hingga karet, semua dihasilkan dalam jumlah yang sangat besar. Namun, ironisnya, harga-harga komoditas yang berasal dari kekayaan alam dan tenaga kerja rakyat Indonesia masih sering mengacu pada standar yang terbentuk di bursa-bursa komoditas mancanegara. Hal ini menyebabkan nilai tambah dari ekspor Indonesia tidak sepenuhnya dinikmati oleh bangsa sendiri.

Visi Kemandirian Ekonomi Melalui Institusi Baru

Dalam pidatonya yang disampaikan pada Jumat, 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo menyoroti ketidakadilan ini secara tegas. Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu produsen terbesar dunia untuk berbagai komoditas selama puluhan tahun. Namun, mekanisme penetapan harga yang ada saat ini belum sepenuhnya menguntungkan Indonesia.

"Selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar dunia untuk kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan berbagai komoditas lainnya," ujar Prabowo dalam Pidato Presiden RI pada Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 Beserta Nota Keuangannya.

Presiden menambahkan bahwa terlalu sering harga kekayaan yang keluar dari bumi Indonesia dan keringat rakyatnya justru ditentukan di luar negeri. Acuan harga tersebut tidak dibentuk oleh Indonesia sendiri, melainkan mengikuti pasar komoditas internasional. Kondisi ini menciptakan ketergantungan yang perlu segera diatasi melalui pembentukan institusi baru.

"Tetapi terlalu sering harga kekayaan yang keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru ditentukan di luar negeri, di bursa komoditas luar negeri, dengan acuan yang tidak kita bentuk sendiri," lanjutnya.

Implikasi dan Solusi Jangka Panjang

Prabowo menggambarkan situasi saat ini sebagai kondisi di mana Indonesia menanggung seluruh biaya produksi, namun pihak luar negeri memiliki pengaruh besar dalam menentukan harga jual. Akibatnya, sebagian nilai transaksi dari komoditas Indonesia dinikmati oleh pihak asing, bukan oleh rakyat Indonesia sendiri. Pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis diharapkan dapat mengubah dinamika ini dan memberikan Indonesia kendali lebih besar atas harga komoditasnya.

Inisiatif ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan memiliki implikasi ekonomi yang sangat besar. Dengan adanya bursa domestik, Indonesia dapat menciptakan mekanisme penetapan harga yang lebih transparan dan adil. Hal ini juga akan menarik lebih banyak investor asing yang ingin bertransaksi langsung dengan pasar Indonesia, tanpa harus melalui perantara di luar negeri.

Pemerintah juga berencana untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk produsen komoditas, trader, dan institusi keuangan, dalam pengembangan bursa ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perdagangan komoditas yang lebih kuat dan mandiri di masa depan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu Bursa Mineral dan Komoditas Strategis?

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis adalah institusi yang akan dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk menetapkan harga komoditas nasional secara domestik. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan terhadap acuan harga dari bursa internasional.

Kapan inisiatif ini diumumkan?

Inisiatif ini diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 14 Agustus 2026, dalam rangka penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027.

Komoditas apa saja yang akan diatur?

Komoditas yang akan diatur meliputi kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan berbagai komoditas strategis lainnya yang selama ini menjadi andalan ekspor Indonesia.

Bagaimana dampaknya bagi ekonomi Indonesia?

Dampak positifnya meliputi peningkatan nilai tambah ekspor, pengurangan ketergantungan pada pasar internasional, serta menarik lebih banyak investor asing untuk bertransaksi langsung di pasar Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan inisiatif ini, pembaca dapat mengunjungi Okezone Economy sebagai sumber berita terpercaya seputar ekonomi Indonesia.

Related Reading