Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

UNAIR Buat Modul soal Adat Budaya untuk Siswa di Papua, Berbentuk Cerita Rakyat hingga Permainan

Published Oktober 18, 2026 · Updated Oktober 18, 2026 · By Daniel Garcia - partaiberita.com

Foto : Daniel Garcia - partaiberita.com

Modul Pembelajaran Berbasis Budaya Papua Disiapkan untuk Siswa Manokwari

Partaiberita.com – Nilai adat, budaya, dan pengetahuan lokal Papua mulai dihadirkan lebih dekat ke ruang kelas di Manokwari. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) menyiapkan modul pembelajaran yang memakai pengalaman sehari-hari anak sebagai pintu masuk untuk memahami materi sekolah.

Rancangan bahan ajar tersebut tidak hanya menempatkan budaya sebagai pelengkap pelajaran. Cerita rakyat, permainan tradisional, bahasa, kesenian, kebiasaan keluarga, hingga aktivitas masyarakat di lingkungan sekitar dijadikan bagian dari cara belajar yang partisipatif. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan dapat menghubungkan pelajaran dengan hal-hal yang telah mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari.

Lingkungan tempat tinggal, kegiatan keluarga di kebun, serta makanan yang akrab bagi anak-anak dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai konsep pembelajaran. Cara ini memberi ruang bagi guru untuk mengawali materi dari pengalaman nyata siswa, lalu mengembangkannya ke pemahaman yang lebih luas sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Menjawab Kebutuhan Sekolah

Penyusunan modul dilakukan dengan memperhatikan kondisi pendidikan yang ditemui di lapangan. Salah satu perhatian utama adalah perbedaan kemampuan membaca di antara siswa serta keterbatasan ketersediaan buku ajar yang sesuai dengan konteks setempat.

Koordinator Tim 7 TEP Unair, Imam Gazi, menyampaikan bahwa bahan ajar itu dirancang agar lebih relevan dengan kehidupan peserta didik di Manokwari. Kedekatan antara isi pelajaran dan realitas anak dinilai penting untuk membantu proses belajar berlangsung lebih mudah dipahami.

“Materi disusun dekat dengan realitas kehidupan murid untuk menjawab ketimpangan lliterasilintas fase dan keterbatasan buku ajar,” kata Imam pada 29 September 2026.

Materi yang sedang disusun mencakup berbagai unsur yang hidup di tengah masyarakat Papua. Selain cerita rakyat dan permainan tradisional, modul turut memuat pengetahuan lokal, bahasa, seni, adat, serta kebiasaan harian. Pilihan tersebut membuat budaya lokal dapat hadir sebagai bagian yang aktif dalam kegiatan belajar, bukan sekadar tema yang dibahas sesekali.

Pendekatan berbasis konteks lokal juga memberi peluang bagi siswa untuk melihat bahwa pengalaman keluarga dan komunitas mereka memiliki tempat dalam pendidikan. Saat kegiatan di kebun, permainan yang dimainkan bersama teman, atau kisah yang dikenal di lingkungan rumah masuk ke dalam pembelajaran, anak dapat belajar dengan pijakan yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Kolaborasi dengan Pendidik dan Pemangku Kepentingan

Pengembangan modul tidak dilakukan hanya oleh tim dari perguruan tinggi. Tenaga pendidik serta pemangku kepentingan setempat dilibatkan dalam diskusi kelompok yang berlangsung pada 29 September 2026. Berbagai masukan dalam forum tersebut digunakan untuk menyelaraskan isi bahan ajar dengan kebutuhan sekolah dan karakter siswa.

Keterlibatan guru penting karena mereka memahami dinamika pembelajaran di kelas, termasuk tantangan yang muncul ketika siswa memiliki kemampuan literasi yang beragam. Masukan dari pihak yang bekerja langsung dengan siswa dapat membantu memastikan materi tidak berhenti sebagai rancangan, melainkan dapat diterapkan secara sesuai dalam kegiatan belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Parjiyanti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik langkah penyusunan modul tersebut. Ia melihat penguatan pendidikan dan pelestarian kearifan lokal sebagai dua hal yang dapat berjalan beriringan.

“Saya percaya Tim Ekspedisi Patriot juga bersama-sama bekerja dengan kita untuk menghasilkan satu modul ajar yang nantinya menjadi pedoman dan praktik baik yang bisa kita ambil. Kearifan lokal ini akan mendorong kita untuk maju. Perkembangan zaman bukan mendorong kita untuk melupakan kearifan lokal, tetapi keduanya berjalan seiring,” ujar Parjiyanti pada 29 September 2026.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak harus menggeser identitas budaya daerah. Sebaliknya, sekolah dapat menjadi ruang yang membantu generasi muda memahami perubahan zaman sambil tetap mengenali nilai-nilai yang tumbuh dalam komunitasnya.

Mendorong Generasi Cerdas dan Berkarakter

Parjiyanti berharap penggunaan bahan ajar tersebut dapat membantu membentuk generasi Manokwari yang memiliki kecerdasan sekaligus karakter. Penguasaan pelajaran di sekolah dipandang dapat tumbuh sejalan dengan pemahaman terhadap budaya dan adat yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Bagi siswa, pembelajaran yang dekat dengan lingkungan mereka dapat membuat materi terasa lebih bermakna. Anak tidak hanya diminta menghafal konsep, tetapi juga diajak mengenali hubungan antara pengetahuan di sekolah dengan pengalaman di rumah, kampung, dan lingkungan sosialnya.

Bagi guru, modul berbasis budaya lokal berpotensi menjadi rujukan dalam menyusun kegiatan kelas yang lebih kontekstual. Unsur-unsur seperti cerita rakyat atau permainan tradisional dapat dipakai sebagai pemantik diskusi, latihan membaca, maupun kegiatan yang menghubungkan siswa dengan pengalaman bersama dalam komunitasnya.

Inisiatif ini juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penyediaan pendidikan yang bermutu. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa pendidikan merupakan landasan penting bagi kemajuan bangsa. Dalam konteks Manokwari, upaya memperkuat pendidikan dapat ditempuh dengan memberi tempat bagi kekayaan budaya Papua dalam proses belajar.

Melalui penyusunan modul ini, kearifan lokal diposisikan sebagai kekuatan yang dapat mendukung pembelajaran. Budaya, adat, dan pengalaman sehari-hari siswa menjadi unsur yang memperkaya pendidikan, sekaligus menjaga keterhubungan anak-anak dengan nilai daerahnya di tengah perkembangan zaman.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is UNAIR Buat Modul soal Adat Budaya?

UNAIR Buat Modul soal Adat Budaya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does UNAIR Buat Modul soal Adat Budaya matter?

UNAIR Buat Modul soal Adat Budaya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.