Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BAP Tan Kian soal Aliran Dana Rp40 Miliar Hanya Bersifat Dugaan, Lemah Jika Diuji di Persidangan!

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By Betty Davis - partaiberita.com

Foto : Betty Davis - partaiberita.com

Keterangan BAP Tan Kian Dinilai Belum Cukup Tegaskan Aliran Dana Rp40 Miliar

Partaiberita.com – JAKARTA – Isi berita acara pemeriksaan atau BAP pengusaha Tan Kian kembali menjadi perhatian dalam isu dugaan penyaluran dana Rp40 miliar kepada sejumlah pejabat Kejaksaan Agung. Keterangan tersebut dinilai belum menunjukkan kepastian mengenai penerima akhir uang itu, terutama karena Tan Kian disebut tidak menyaksikan sendiri ke mana dana tersebut bergerak setelah diserahkan.

Kuasa hukum Febrie, Febri Diansyah, menegaskan kliennya tidak menerima dana yang menjadi pembahasan. Ia memandang narasi dalam BAP perlu dibaca secara utuh, sebab tidak terdapat pernyataan tegas dari Tan Kian bahwa uang Rp40 miliar itu diberikan langsung kepada Febrie.

Dalam keterangan yang dikutip pada Jumat, 11 September 2026, Febri menjelaskan bahwa dana tersebut disebut telah diberikan Tan Kian kepada Ferry Hongkiriwang, yang juga dikenal dengan nama Ferry Boboho. Penyerahan itu terjadi setelah Tan Kian menerima informasi dari seseorang bernama Lucy mengenai perkara yang berpotensi membuatnya menjadi tersangka apabila tidak dilakukan pengurusan.

Tidak Ada Penegasan Penerima Akhir Dana

Pokok persoalannya, BAP itu tidak menyebut dengan pasti siapa yang menerima uang setelah dana berada di tangan Ferry. Tan Kian hanya menyampaikan dugaan bahwa uang tersebut mungkin saja terkait dengan empat pejabat di Kejaksaan Agung, salah satunya Febrie.

Ungkapan dugaan tersebut menjadi unsur penting dalam menilai bobot sebuah keterangan. Ada perbedaan antara pernyataan yang didasarkan pada pengetahuan langsung dengan penjelasan yang berangkat dari perkiraan atau informasi tidak langsung. Dalam proses hukum, perbedaan itu dapat menentukan seberapa kuat sebuah keterangan dipakai untuk mengaitkan seseorang dengan suatu peristiwa.

“Tan Kian justru menyebut ada empat nama di Kejaksaan Agung yang menurut Tan Kian, bahasanya, ‘bisa saja uang Rp40 miliar tersebut untuk orang-orang tersebut’,” kata Febri.

Febri menilai penggunaan frasa “bisa saja” menunjukkan tidak adanya kepastian mengenai arah akhir aliran dana tersebut. Karena itu, keterangan seperti ini dinilai perlu diuji lebih lanjut bersama fakta lain, termasuk bukti transaksi, komunikasi, saksi yang mengetahui penyerahan uang, maupun penjelasan dari pihak yang disebut menerima dana.

Dalam perkara pidana, BAP merupakan dokumen yang mencatat keterangan seseorang saat pemeriksaan. Namun, isi BAP tidak serta-merta menjadi kesimpulan final mengenai benar atau tidaknya suatu tuduhan. Keterangan dalam dokumen itu dapat dikonfirmasi, dibantah, atau diuji kembali dalam tahapan hukum berikutnya, khususnya ketika perkara sampai ke persidangan.

Keterangan Tersangka Memiliki Ruang Penyangkalan

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Pelita Harapan, Jamin Ginting, turut menyoroti posisi keterangan seseorang dalam proses pidana. Ia menjelaskan bahwa apabila pernyataan tersebut digunakan oleh seseorang yang berstatus tersangka untuk kepentingan dirinya sendiri, terdapat ruang hak ingkar atau penyangkalan.

“Karena keterangan tersangka atau terdakwa untuk dirinya punya hak ingkar atau keterangan bisa salah dan bisa bohong,” ujar dia.

Pandangan itu menekankan bahwa keterangan tersangka atau terdakwa tidak dapat dilepaskan dari kepentingan pribadi pihak yang menyampaikannya. Seorang tersangka dapat memberikan penjelasan yang menguntungkan dirinya, menolak tuduhan, atau menyampaikan versi peristiwa yang berbeda. Oleh sebab itu, pembuktian tidak cukup hanya bertumpu pada satu narasi, terlebih bila narasi tersebut belum didukung pengetahuan langsung mengenai pihak penerima uang.

Jika seseorang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain, penilaian atas keterangannya juga memerlukan kehati-hatian. Saksi idealnya menerangkan hal-hal yang ia alami, lihat, atau dengar sendiri. Saat suatu informasi hanya berupa asumsi tentang kemungkinan penerima dana, kekuatan keterangannya dapat menjadi terbatas apabila dihadapkan dengan pemeriksaan silang dan alat bukti lain di persidangan.

Arti Penting Pengujian Bukti di Persidangan

Dugaan mengenai aliran dana dalam sebuah perkara tidak berhenti pada pencantuman nama atau nilai uang. Penegak hukum perlu membuktikan rantai peristiwa secara jelas: asal uang, alasan penyerahan, pihak perantara, penerima akhir, serta hubungan dana tersebut dengan perkara yang sedang ditangani.

Pada isu Rp40 miliar ini, titik yang dipersoalkan berada pada jalur setelah uang diberikan kepada Ferry Hongkiriwang alias Ferry Boboho. Tanpa penjelasan pasti mengenai apa yang dilakukan Ferry terhadap dana tersebut, penyebutan sejumlah nama belum secara otomatis membuktikan bahwa mereka menerima uang itu.

Pengujian di persidangan memungkinkan setiap keterangan diperiksa secara terbuka. Pihak yang menyampaikan pernyataan dapat dimintai penjelasan mengenai sumber pengetahuannya, alasan menyebut nama tertentu, serta apakah ia memiliki bukti langsung untuk mendukung ucapannya. Pihak yang disebut dalam keterangan juga memiliki kesempatan menyampaikan bantahan dan menghadirkan fakta pendukung.

Dengan demikian, BAP Tan Kian menjadi salah satu bagian dari rangkaian informasi yang masih perlu dinilai secara menyeluruh. Pernyataan tentang kemungkinan aliran dana kepada empat pejabat Kejaksaan Agung, termasuk Febrie, belum sama dengan kepastian penerimaan uang. Dalam perkara yang menyangkut tuduhan serius, kejelasan bukti dan pengujian yang adil tetap menjadi unsur utama untuk menentukan fakta hukum.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BAP Tan Kian soal Aliran Dana?

BAP Tan Kian soal Aliran Dana is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BAP Tan Kian soal Aliran Dana matter?

BAP Tan Kian soal Aliran Dana matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.