Detik Mengerikan Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Kapolsek
Tragedi di Bone: Detik Mengerikan Balita 4 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Kapolsek
Partaiberita.com – Detik Mengerikan Balita 4 Tahun menjadi kenyataan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Tragedi lalu lintas yang memilukan ini menewaskan seorang balita berusia empat tahun bernama GN. Insiden fatal ini melibatkan mobil milik seorang perwira kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya. Saat sepeda motor yang ditumpangi keluarga tersebut berhenti di persimpangan, kendaraan roda empat datang dari belakang dan menabraknya dengan keras. Akibat benturan tersebut, balita GN terseret sejauh 10 hingga 15 meter di permukaan jalan.
Kejadian tragis ini terjadi di perempatan Jalan Ahmad Yani yang bertemu dengan Jalan Besse Kajuara. Lokasi tepatnya berada di Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang. Rekaman video yang mengabadikan momen setelah kecelakaan tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dalam waktu singkat. Video tersebut menunjukkan kondisi sepeda motor yang rusak parah serta balita yang terbaring di aspal.
Identitas Lengkap Korban dan Pengemudi
Mobil Daihatsu Xenia dengan plat nomor DD 1315 BL dikemudikan oleh Ipda MA, seorang perwira kepolisian berusia 49 tahun. Ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satuan Intelijen Keamanan Polres Bone. Selain itu, Ipda MA juga merangkap sebagai Pelaksana Harian Kapolsek Bengo. Jabatan ganda ini menunjukkan bahwa ia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan wilayah tersebut.
Sementara itu, sepeda motor Honda Scoopy yang menjadi korban ditabrak dikendarai oleh MS, seorang pemuda berusia 19 tahun. Saat itu, MS membonceng dua penumpang lainnya, yaitu HN yang berusia 45 tahun dan balita GN yang menjadi korban utama. Keluarga ini sedang dalam perjalanan ketika kecelakaan maut terjadi. Kehilangan balita yang begitu muda tentu menjadi duka yang mendalam bagi keluarga mereka.
Penyebab dan Kronologi Kecelakaan
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra, menjelaskan bahwa sepeda motor sedang berhenti menunggu lampu merah ketika terjadi tabrakan. Menurutnya, insiden ini terjadi di perempatan depan kantor BPD Sulsel yang memang dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Kondisi ini membuat para pengendara seharusnya sudah siap untuk berhenti.
"Memang benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di perempatan depan kantor BPD Sulsel yang mana di perempatan tersebut ada lampu merah. Di situ kemudian ada sepeda motor yang ditumpangi oleh seorang anak dan juga seorang ayah dan juga ibu," ujar AKP Riyanda, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, mobil yang datang dari arah belakang diduga mengalami gangguan pada sistem pengeremannya. Kondisi ini menyebabkan kendaraan menghantam sepeda motor yang sedang berhenti dengan keras. Pengemudi mobil dilaporkan mengalami rem blong atau remnya tidak berfungsi yang mengakibatkan tabrakan pada saat sebelum lampu merah. Korban terseret sampai menutupi lampu merah akibat kekuatan benturan tersebut.
"Dari pihak pengemudi kendaraan roda empat mengalami rem blong atau remnya tidak berfungsi yang mengakibatkan tabrakan pada saat sebelum lampu merah, yang mana korban terseret sampai menutupi lampu merah," katanya.
Dampak dan Pesan Keamanan Jalan
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat berada di persimpangan dengan lampu lalu lintas. Keluarga korban kini berduka atas kehilangan sang balita yang begitu muda. Insiden ini juga menyoroti pentingnya perawatan kendaraan secara berkala untuk mencegah masalah teknis seperti rem blong.
Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Mereka juga akan meninjau kondisi jalan dan rambu lalu lintas di lokasi kejadian. Masyarakat diharapkan dapat belajar dari tragedi ini untuk lebih berhati-hati saat berkendara.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kecelakaan
Apa penyebab utama kecelakaan ini? Penyebab utamanya adalah rem blong pada mobil Kapolsek yang datang dari arah belakang saat sepeda motor sedang berhenti menunggu lampu merah.
Siapa saja korban dalam kecelakaan ini? Terdapat tiga korban dalam kecelakaan ini, yaitu balita GN yang tewas, MS (19 tahun) sebagai pengemudi sepeda motor, dan HN (45 tahun) sebagai penumpang.
Bagaimana kondisi balita setelah kecelakaan? Balita GN terseret sejauh 10 hingga 15 meter di permukaan jalan dan meninggal dunia akibat benturan keras tersebut.
Apakah ada tindakan hukum yang akan diambil? Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah akan ada tindakan hukum terhadap pengemudi mobil.
Di mana tepatnya lokasi kecelakaan terjadi? Kecelakaan terjadi di perempatan Jalan Ahmad Yani yang bertemu Jalan Besse Kajuara, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.