Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gunung Anak Krakatau 3 Kali Erupsi Pagi Ini, Waspada Lontaran Batu Pijar dan Hujan Abu Vulkanik

Published Oktober 20, 2026 · Updated Oktober 20, 2026 · By Mary Miller - partaiberita.com

Foto : Mary Miller - partaiberita.com

Gunung Anak Krakatau Tiga Kali Erupsi pada Pagi Hari

Partaiberita.com – Gunung Anak Krakatau 3 Kali mengalami erupsi pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda, Lampung, tersebut tercatat berlangsung dalam rentang sekitar 30 menit, yakni pada pukul 06.27 WIB, 06.40 WIB, dan 06.57 WIB.

Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III atau Siaga. Dalam kondisi ini, masyarakat, wisatawan, pengunjung, pendaki, serta pihak yang beraktivitas di perairan sekitar diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan tidak mendekati zona berbahaya.

Kolom Abu Belum Dapat Diamati

Ketinggian kolom abu dari tiga erupsi tersebut belum bisa diamati. Pemantauan visual di lapangan juga terkendala karena kamera CCTV tertutup abu vulkanik dan tidak beroperasi saat laporan dibuat.

“CCTV tertutup abu vulkanik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” tulis PVMBG dalam keterangannya.

Kendala pada kamera pemantau tidak berarti aktivitas gunung berhenti. Erupsi tetap terekam melalui peralatan seismograf, sehingga perkembangan aktivitas vulkanik masih dapat dipantau melalui instrumen kegempaan dan laporan resmi otoritas terkait.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa kondisi gunung api dapat berubah dalam waktu singkat. Abu vulkanik tidak hanya berpotensi mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat memengaruhi peralatan pemantauan yang berada dekat dengan area aktivitas erupsi.

Rekaman Tiga Erupsi Gunung Anak Krakatau

Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.27 WIB. Berdasarkan rekaman seismograf, amplitudo maksimum mencapai 67 milimeter dengan durasi sementara sekitar 3 menit 53 detik.

Aktivitas berikutnya tercatat pada pukul 06.40 WIB. Erupsi kedua memiliki amplitudo maksimum 49 milimeter dan berlangsung sekitar 45 detik. Selang beberapa menit kemudian, erupsi ketiga terjadi pada pukul 06.57 WIB dengan amplitudo maksimum 52 milimeter serta durasi sekitar 32 detik.

Rangkaian erupsi pagi itu menunjukkan aktivitas yang berulang dalam waktu berdekatan. Informasi mengenai Gunung Anak Krakatau 3 Kali erupsi perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal, bekerja, berlayar, atau berencana mengunjungi area sekitar Selat Sunda.

Zona Larangan dan Potensi Bahaya Vulkanik

Dengan status Siaga, PVMBG meminta masyarakat tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Larangan tersebut berlaku bagi warga, nelayan, wisatawan, maupun pendaki.

Selain radius utama, terdapat pembatasan khusus di sekitar pulau baru. Masyarakat dan pengunjung dilarang memasuki wilayah dalam jarak 1 kilometer dari pulau baru pada sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Waspadai Batu Pijar, Abu, dan Aliran Lava

Area di sekitar pusat erupsi memiliki risiko yang dapat berubah cepat. Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Karena itu, berada di luar radius yang telah ditetapkan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko paparan material vulkanik.

Masyarakat juga perlu mewaspadai kemungkinan erupsi sekunder. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika lava panas bersentuhan dengan air laut atau air hujan. Letak Gunung Anak Krakatau di kawasan perairan Selat Sunda menjadikan kepatuhan terhadap zona larangan semakin penting.

Apabila terjadi hujan abu, warga dan pengunjung sebaiknya mengurangi kegiatan di luar ruangan, memperhatikan kondisi sekitar, serta mengikuti arahan resmi. Rencana perjalanan wisata, pelayaran, atau aktivitas lain menuju kawasan terbatas perlu disesuaikan selama status gunung masih berada pada Level III.

FAQ Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Apa yang harus dilakukan jika berencana ke Selat Sunda?

Pastikan rencana perjalanan tidak memasuki radius larangan 5 kilometer dari pusat erupsi. Pengunjung juga perlu menghindari area 1 kilometer dari pulau baru pada sektor barat laut dan tenggara, serta mengikuti perkembangan informasi resmi sebelum berangkat.

Mengapa lontaran batu pijar perlu diwaspadai?

Lontaran batu pijar merupakan material vulkanik panas yang berbahaya, terutama di sekitar pusat erupsi. Risiko tersebut menjadi alasan utama masyarakat dan wisatawan tidak boleh mendekati zona bahaya yang telah ditetapkan.

Bagaimana menyikapi informasi tentang Gunung Anak Krakatau 3 Kali erupsi?

Gunakan informasi resmi sebagai rujukan utama dan hindari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Kondisi aktivitas vulkanik dapat berubah, sehingga arahan keselamatan dari otoritas perlu diutamakan untuk melindungi diri dan orang lain.

Related Reading