Houthi Gempur Marib dengan Rudal dan Drone, Permukiman Warga Jadi Sasaran
Marib Dikenai Serangan Balistik dan Drone oleh Houthi
Partaiberita.com – Kota Marib di Yaman kembali menjadi sasaran serangan dari kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah negara tersebut. Serangan ini terjadi di kawasan yang berada di bawah kendali pemerintah dan menimpa berbagai fasilitas serta tempat tinggal penduduk setempat. Menurut laporan yang dihimpun Al Jazeera pada Minggu, 16 Agustus 2026, serangan ini menyebabkan beberapa warga terluka dan menimbulkan kerusakan pada bangunan, kendaraan, serta barang milik masyarakat.
Rincian Senjata yang Digunakan
Berdasarkan informasi dari otoritas Provinsi Marib, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Houthi meluncurkan empat rudal balistik bersama empat drone ke arah kota tersebut. Tidak lama kemudian, rudal balistik kelima yang juga ditembakkan pada hari yang sama berhasil melukai satu orang. Pada Minggu pagi, pejabat Kegubernuran Marib mengonfirmasi bahwa Houthi kembali meluncurkan rudal balistik keenam ke Marib pada malam sebelumnya.
Otoritas setempat menjelaskan bahwa rangkaian serangan ini merupakan bagian dari "serangan berkelanjutan yang mengancam nyawa warga sipil, kamp pengungsi, dan permukiman penduduk." Marib dikenal sebagai wilayah yang menampung jumlah pengungsi internal terbesar di seluruh Yaman. Saat ini, lebih dari dua juta orang dari total lima juta warga Yaman yang terpaksa meninggalkan rumah akibat perang telah menetap di wilayah tersebut.
Reaksi dan Dampak Serangan
Rekaman video yang telah diverifikasi oleh Al Jazeera menunjukkan kondisi kehancuran yang terjadi setelah serangan pada Sabtu. Video tersebut memperlihatkan kerusakan yang signifikan di kawasan yang terkena dampak.
Kementerian Informasi Yaman melalui unggahan di platform X menyebut serangan berkelanjutan terhadap kawasan padat penduduk di Marib sebagai "eskalasi" berbahaya yang mengancam keselamatan warga sekaligus memperburuk penderitaan masyarakat.
Serangan ini menambah deretan masalah yang dihadapi penduduk Marib, terutama mengingat wilayah ini sudah menjadi rumah bagi jutaan pengungsi internal yang kehilangan tempat tinggal mereka selama konflik berlangsung.
Konteks Konflik Yaman
Konflik di Yaman telah berlangsung selama bertahun-tahun, dengan Houthi sebagai salah satu pihak utama yang terlibat. Wilayah Marib memiliki posisi strategis karena merupakan pusat produksi minyak dan gas alam terbesar di Yaman. Serangan-serangan yang terjadi secara berkala terhadap wilayah ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga menghambat upaya pemulihan pasca-konflik.
Para ahli konflik menyatakan bahwa intensitas serangan terhadap Marib menunjukkan adanya eskalasi dalam dinamika perang di Yaman. Houthi Gempur Marib dengan Rudal dan Drone sebagai bagian dari strategi mereka untuk menekan wilayah-wilayah yang masih berada di bawah kendali pemerintah. Serangan-serangan ini juga berdampak pada jalur logistik dan distribusi bantuan kemanusiaan ke berbagai daerah di Yaman.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Serangan Marib
Apa yang dimaksud dengan Houthi Gempur Marib dengan Rudal? Ini merujuk pada serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap kota Marib menggunakan rudal balistik dan drone, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Berapa banyak serangan yang terjadi pada Agustus 2026? Pada 15-16 Agustus 2026, tercatat enam rudal balistik dan empat drone yang diluncurkan ke Marib oleh Houthi.
Mengapa Marib menjadi sasaran utama? Marib merupakan wilayah strategis karena menjadi pusat produksi minyak dan gas, serta menampung lebih dari dua juta pengungsi internal.
Bagaimana dampak serangan terhadap warga sipil? Serangan menyebabkan beberapa warga terluka, kerusakan bangunan dan kendaraan, serta mengancam keselamatan para pengungsi yang tinggal di kamp-kamp pengungsian.
Apakah ada respons internasional terhadap serangan ini? Kementerian Informasi Yaman telah menyatakan bahwa serangan ini merupakan eskalasi berbahaya yang memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.