Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kisah Pilu Alfonsius Mehan, Dokter Hewan Korban Pembunuhan Brutal KKB Papua

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Daniel Garcia - partaiberita.com

Foto : Daniel Garcia - partaiberita.com

Duka Menyelimuti Kepulangan drh Alfonsius Albinus Mehan ke Maumere

Partaiberita.com – Suasana haru menyambut tibanya jenazah drh Alfonsius Albinus Mehan di Terminal Kargo Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 12 September 2026. Dokter hewan berusia 35 tahun itu menjadi salah satu dari tiga korban penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan.

Alfonsius meninggal ketika berada di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu, 9 September 2026. Saat itu, ia tengah melakukan peninjauan terhadap kegiatan cetak sawah. Peristiwa tersebut membawa kesedihan mendalam bagi keluarga di Sikka, rekan kerja, serta masyarakat yang mengenalnya selama menjalankan pengabdian di Wamena.

Mengabdi Hampir Sembilan Tahun di Wamena

Selama kurang lebih sembilan tahun, Alfonsius menjalankan tugasnya di Wamena. Kehadirannya sebagai tenaga dokter hewan menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di Papua Pegunungan. Dalam keseharian, ia dikenal keluarga sebagai pribadi yang santun, tekun, dan memiliki perhatian besar terhadap orang-orang di sekitarnya.

Jarak antara Wamena dan kampung halamannya di Sikka tidak membuat hubungan Alfonsius dengan keluarga menjadi renggang. Ia tetap menjalin komunikasi dengan ibunya, Maria Sukartiyam. Kebiasaan itu kini menjadi kenangan yang sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Kabar meninggalnya Alfonsius pertama kali sampai kepada Maria melalui kerabat keluarga di Kupang. Berita tersebut menjadi pukulan berat, terutama karena putranya dikenal sebagai sosok yang selalu memperhatikan keluarga dan menjalani pekerjaannya dengan sungguh-sungguh.

“Mendiang ini anak yang sangat baik dan rajin bekerja. Bahkan sebelum gugur, masih sempat memikirkan dan memastikan penyaluran bantuan untuk masyarakat Flores yang terdampak bencana,” ujar Maria Sukartiyam meratapi kepergian sang putra, dikutip, Minggu, (12/9/2026).

Perhatian Alfonsius terhadap warga Flores yang terdampak bencana memperlihatkan bahwa kepeduliannya tidak berhenti pada wilayah tempat ia bekerja. Di tengah aktivitasnya di Papua, ia masih memikirkan kebutuhan masyarakat di daerah asalnya. Sikap itu menjadi gambaran mengenai nilai kemanusiaan yang melekat dalam dirinya.

Meninggalkan Istri dan Anak Berusia Lima Tahun

Kepergian Alfonsius meninggalkan duka besar bagi keluarga inti. Ia meninggalkan seorang istri serta seorang putra laki-laki yang masih berusia lima tahun. Bagi keluarga, kepulangan jenazahnya ke Maumere bukan hanya momen perpisahan, melainkan juga pengingat atas pengabdian yang telah ia jalani jauh dari kampung halaman.

Kedatangan jenazah di Bandara Fransiskus Xaverius Seda membawa suasana pilu di tengah keluarga yang menunggu. Perjalanan pulangnya menjadi akhir dari pengabdian seorang dokter hewan yang telah bertahun-tahun menjalankan tugas di Wamena.

Profesi dokter hewan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah yang kegiatan pertanian dan peternakannya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tugas tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga mendukung keberlangsungan pangan dan penghidupan warga. Pengabdian Alfonsius di Papua dijalankan dalam konteks kerja yang membutuhkan ketekunan serta kedekatan dengan masyarakat setempat.

Penembakan di Kampung Muliama

Penembakan terjadi ketika Alfonsius dan pihak lain melakukan peninjauan kegiatan cetak sawah di Kampung Muliama. Program cetak sawah berkaitan dengan upaya memanfaatkan lahan pertanian untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat. Insiden kekerasan dalam kegiatan seperti ini menimbulkan dampak luas karena menyasar orang-orang yang berada dalam pelaksanaan aktivitas pembangunan dan pelayanan di daerah.

Selain membawa kehilangan bagi keluarga korban, peristiwa tersebut juga menegaskan risiko yang dapat dihadapi tenaga profesional dan petugas yang menjalankan tugas di wilayah Papua Pegunungan. Keselamatan warga sipil serta pihak yang terlibat dalam kegiatan pelayanan publik menjadi perhatian penting setelah kejadian itu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa identitas dua anggota KKB yang muncul dalam sebuah video telah dipastikan. Proses itu dilakukan melalui pemeriksaan serta pencocokan dengan data kepolisian.

Penegasan identitas tersebut menjadi bagian dari penanganan pascainsiden. Langkah penyelidikan diperlukan untuk mengungkap rangkaian kejadian penembakan di Muliama dan memberikan kejelasan atas kekerasan yang merenggut nyawa Alfonsius serta dua korban lainnya.

Kenangan tentang Pribadi yang Pekerja Keras

Bagi orang-orang terdekatnya, Alfonsius bukan sekadar dokter hewan yang bertugas jauh dari rumah. Ia adalah anak yang menjaga hubungan dengan ibu, suami, ayah, dan pekerja yang mengabdikan kemampuan profesionalnya selama bertahun-tahun. Kisah hidupnya memperlihatkan beratnya pengorbanan di balik tugas pelayanan di daerah yang jauh dari keluarga.

Duka keluarga di Sikka kini menyatu dengan kehilangan yang dirasakan oleh mereka yang pernah bekerja dan berinteraksi dengannya di Wamena. Kenangan tentang kerajinan, kesantunan, dan kepeduliannya terhadap sesama menjadi bagian yang akan terus melekat setelah kepergiannya.

Pemulangan jenazah Alfonsius ke Maumere menandai perpisahan terakhir dengan tanah kelahirannya. Namun, perjalanan pengabdiannya selama hampir sembilan tahun di Papua serta perhatian yang ia tunjukkan kepada masyarakat akan tetap menjadi jejak penting dalam ingatan keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kisah Pilu Alfonsius Mehan Dokter Hewan?

Kisah Pilu Alfonsius Mehan Dokter Hewan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kisah Pilu Alfonsius Mehan Dokter Hewan matter?

Kisah Pilu Alfonsius Mehan Dokter Hewan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.