Korban Tewas Kebakaran Feri di Filipina Melonjak Menjadi 76 Orang
Korban Tewas Kebakaran Feri di Filipina Meningkat Jadi 76 Orang
Partaiberita.com – Korban Tewas Kebakaran Feri di Filipina bertambah menjadi sedikitnya 76 orang pada Sabtu, 12 September 2026. Kenaikan angka korban terjadi setelah petugas penjaga pantai menemukan 41 jenazah tambahan di dalam M/V June Aster yang hangus akibat kebakaran di perairan dekat Coron, Palawan.
Feri tersebut terbakar pada Rabu, 9 September 2026. Lima korban meninggal telah ditemukan tidak lama setelah insiden, sebelum operasi pencarian lanjutan mengungkap lebih banyak jenazah di dalam kapal. Penemuan terbaru membuat tragedi ini menjadi salah satu insiden laut dengan korban besar di wilayah tersebut.
Penemuan Jenazah di Dalam M/V June Aster
M/V June Aster masih berada di lokasi kejadian, sekitar 7,5 kilometer atau 4,5 mil dari garis pantai. Kapal terdampar setelah dilanda api, sementara tim pencarian terus memeriksa bagian-bagian feri yang terdampak kebakaran.
Kondisi kapal yang rusak dan hangus membuat proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Petugas perlu memastikan struktur kapal aman sebelum memasuki area tertentu, terutama ruang-ruang di dalam feri yang berpotensi masih menyimpan risiko setelah kebakaran.
Temuan puluhan jenazah di dalam kapal menunjukkan bahwa penanganan pascakebakaran tidak berhenti pada evakuasi awal. Otoritas masih harus melakukan pemeriksaan menyeluruh, mencatat lokasi penemuan korban, serta memindahkan jenazah ke daratan untuk proses berikutnya.
Jenazah Dibawa ke Coron untuk Identifikasi
Komodor Noemie Cayabyab, juru bicara penjaga pantai Filipina, menyampaikan bahwa jenazah yang ditemukan akan dibawa ke pelabuhan Coron. Pemindahan ke daratan diperlukan agar pemeriksaan forensik dan identifikasi dapat dilakukan dengan lebih teratur.
Pada Sabtu, 30 jenazah pertama sudah tiba di Coron melalui jalur laut. Petugas penanggulangan bencana terlihat membawa peti mati menuju area pemakaman yang dipersiapkan sebagai tempat penanganan sementara bagi para korban.
Coron, kota resor di Palawan, menjadi pusat operasi penanganan bagi keluarga korban dan petugas terkait. Selain pengangkutan jenazah, otoritas juga harus menyiapkan pencatatan data agar setiap korban dapat diidentifikasi secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga.
Uji DNA Diperlukan untuk Memastikan Identitas Korban
Identifikasi menjadi salah satu tahap paling penting setelah jumlah korban tewas kebakaran feri di Filipina meningkat. Kondisi sejumlah jenazah akibat kebakaran membuat pengenalan secara visual tidak selalu memungkinkan, sehingga pemeriksaan DNA diperlukan.
Kristine Ablana, pejabat pariwisata yang bertugas sebagai juru bicara resmi, mengatakan liang kubur sedalam sekitar satu meter telah disiapkan. Tempat tersebut digunakan untuk menampung jenazah sementara proses pengujian DNA berlangsung.
Liang kubur sedalam satu meter telah digali untuk menampung jenazah para korban hingga tes DNA selesai dilakukan.
Uji DNA dilakukan dengan mencocokkan sampel biologis korban dengan data atau sampel pembanding dari anggota keluarga. Durasi pemeriksaan dapat berbeda untuk setiap jenazah, bergantung pada kondisi sampel dan kelengkapan data pembanding yang tersedia.
Penyimpanan serta pemakaman sementara diperlukan untuk menjaga penanganan jenazah tetap tertib. Langkah ini juga membantu mencegah kekeliruan identitas dalam situasi ketika banyak korban harus diperiksa dalam waktu yang bersamaan.
Keluarga Menunggu Kepastian
Bagi keluarga korban, proses identifikasi menjadi masa tunggu yang berat. Mereka membutuhkan kepastian mengenai kerabat yang berada di dalam feri ketika kebakaran terjadi, sementara petugas terus melanjutkan pemeriksaan di lokasi kapal.
Penanganan tragedi ini mencakup lebih dari sekadar pencarian korban. Petugas harus menjaga urutan pemindahan jenazah, dokumentasi lokasi penemuan, data forensik, serta koordinasi dengan keluarga agar setiap tahap berjalan akurat.
Hingga Sabtu, jumlah korban tewas kebakaran feri di Filipina telah mencapai 76 orang. Otoritas berfokus membawa seluruh jenazah yang ditemukan ke Coron, menyelesaikan pemeriksaan DNA, dan melanjutkan penanganan di M/V June Aster yang masih berada tidak jauh dari pantai Palawan.
FAQ Korban Tewas Kebakaran Feri di Filipina
Berapa jumlah korban meninggal dalam kebakaran feri tersebut?
Hingga Sabtu, 12 September 2026, sedikitnya 76 orang dipastikan meninggal setelah kebakaran M/V June Aster di perairan dekat Coron, Palawan.
Mengapa proses identifikasi korban membutuhkan waktu?
Sejumlah jenazah terdampak kebakaran sehingga identifikasi visual sulit dilakukan. Petugas menggunakan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas korban dengan tepat.
Di mana kapal M/V June Aster berada?
Kapal masih berada di sekitar lokasi kejadian, sekitar 7,5 kilometer atau 4,5 mil dari garis pantai dekat Coron, Palawan.
Ke mana jenazah korban dibawa?
Jenazah yang ditemukan dibawa ke Coron untuk pemeriksaan forensik, identifikasi DNA, dan penanganan sementara sebelum dapat diserahkan kepada keluarga.