Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

MUI: Maraknya OTT Cerminan Kegagalan Pemberantasan Korupsi Beri Efek Jera!

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Betty Thomas - partaiberita.com

Foto : Betty Thomas - partaiberita.com

MUI: Banyaknya OTT Menunjukkan Kegagalan Sistem Anti-Korupsi

Partaiberita.com – MUI - Jakarta — Menurut pandangan Majelis Ulama Indonesia, fenomena operasi tangkap tangan yang semakin sering terjadi serta penangkapan para pejabat dalam kasus korupsi mengindikasikan adanya kelemahan pada sistem pemberantasan korupsi. Kelemahan ini terlihat dari ketidakmampuan sistem tersebut memberikan efek jera kepada para pelaku. MUI menyatakan bahwa kondisi ini justru bukan pertanda keberhasilan aparat penegak hukum.

Penangkapan yang sekian banyak itu bukan keberhasilan pemberantasan korupsi, tapi menunjukkan kegagalan pemberantasan korupsi. Karena orang tidak takut dan orang tidak jera.

KH M Cholil Nafis, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI, menyampaikan pernyataan tersebut pada Kamis (6/8/2026). Ia menilai bahwa masih terdapat banyak pelaku korupsi yang menerima hukuman ringan. Hukuman-hukuman ringan ini dinilai tidak cukup untuk menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat maupun para pejabat.

Menurut Cholil, tujuan utama dari pemberian hukuman adalah sebagai langkah preventif. Hukuman seharusnya membuat masyarakat merasa takut untuk melakukan tindak kejahatan. Ia juga menjelaskan bahwa para koruptor umumnya bukan berasal dari kalangan miskin. Sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang sudah memiliki kecukupan hidup namun tetap melakukan korupsi karena ketamakan.

Dampak Luas Korupsi terhadap Masyarakat

Wakil Ketua Umum MUI ini juga menyoroti dampak korupsi yang lebih luas daripada sekadar kerugian keuangan negara. Korupsi dapat menghambat tercapainya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, praktik korupsi juga mematikan kreativitas dan bahkan memicu kemiskinan ekstrem di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, Cholil menilai diperlukan penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap para pelaku korupsi. Ia mengusulkan beberapa opsi hukuman yang dapat memberikan efek jera lebih kuat. Di antaranya adalah hukuman mati dan perampasan aset.

Tidak dikotomi bahwa hukuman mati tanpa mengambil kekayaan. Kalau sudah mati, kekayaan milik negara dikembalikan ke negara. Jadi keturunannya tidak bisa menikmati hasil korupsi itu.

Menurutnya, kedua opsi tersebut dapat diterapkan secara bersamaan. Dengan demikian, meskipun pelaku korupsi telah meninggal dunia, kekayaan yang dirampas tetap menjadi milik negara. Hal ini memastikan bahwa keturunan para koruptor tidak dapat menikmati hasil dari korupsi yang dilakukan oleh orang tuanya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is MUI?

MUI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does MUI matter?

MUI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.