Prabowo Jajal Inovasi BRIN di Istana, Injak Genteng Biomassa hingga Cicipi Air Olahan
Prabowo Jajal Inovasi BRIN di Istana
Partaiberita.com – Kamis, 6 Agustus 2026, menjadi momen bersejarah bagi dunia riset Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara langsung Prabowo Jajal Inovasi BRIN di Istana dengan mengunjungi pameran teknologi yang diselenggarakan di halaman Istana Kepresidenan Jakarta. Acara ini menampilkan berbagai temuan inovatif dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir.
Dalam kunjungan tersebut, kepala negara tidak hanya melakukan inspeksi biasa, tetapi juga mencoba secara langsung beberapa inovasi yang dipamerkan. Mulai dari menginjak genteng berbahan biomassa untuk menguji kekuatannya, hingga mencicipi air olahan hasil teknologi filtrasi terbaru. Kehadiran presiden ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong perkembangan teknologi nasional.
Deretan Teknologi Unggulan yang Ditampilkan
Pameran dimulai dengan presentasi tentang satelit dan pesawat tanpa awak (drone) yang dikembangkan oleh tim peneliti BRIN. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mendukung sistem komunikasi dan pemantauan wilayah Indonesia. Selanjutnya, perhatian beralih ke teknologi tanggul dan pemecah gelombang laut yang dirancang khusus untuk mendukung proyek Giant Sea Wall di Jakarta.
Prabowo juga menerima paparan komprehensif mengenai riset nuklir sebagai alternatif sumber energi masa depan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Selain itu, presiden memeriksa rumah tahan gempa yang merupakan salah satu inovasi paling menarik. Bangunan ini diklaim bisa diselesaikan pembangunannya dalam waktu 14 hari dengan estimasi biaya mencapai Rp190 juta.
Genteng Biomassa dan Air Olahan Jadi Sorotan
Salah satu temuan yang paling menarik perhatian adalah genteng biomassa. Material ini terbuat dari campuran serabut kelapa, sekam padi, anyaman bambu, dan ampas tebu. Untuk memastikan kualitasnya, Prabowo melakukan dua tindakan sekaligus: membanting dan menginjak genteng tersebut. Saat berinteraksi dengan tim peneliti, presiden menanyakan detail mengenai ketahanan dan harga genteng ini, khususnya untuk rumah tipe 36.
"Enggak mudah pecah? Bagus ini, biaya berapa? Tipe 36 biayanya berapa?" tanya Prabowo.
Selain genteng biomassa, air olahan hasil teknologi filtrasi BRIN juga mendapat perhatian khusus. Presiden mencicipi air tersebut dan memberikan respons positif terhadap kualitasnya. Inovasi ini memiliki potensi untuk membantu mengatasi masalah ketersediaan air bersih di berbagai daerah di Indonesia.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Inovasi BRIN
Apa itu BRIN dan apa perannya dalam inovasi nasional? BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan mengembangkan riset serta inovasi di Indonesia. BRIN berperan penting dalam mendorong perkembangan teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berapa biaya pembangunan rumah tahan gempa BRIN? Rumah tahan gempa dari BRIN dapat dibangun dengan estimasi biaya mencapai Rp190 juta dan diselesaikan dalam waktu 14 hari. Harga ini relatif kompetitif dibandingkan dengan metode konvensional.
Apa keunggulan genteng biomassa dibandingkan genteng konvensional? Genteng biomassa terbuat dari bahan-bahan alami seperti serabut kelapa, sekam padi, anyaman bambu, dan ampas tebu. Material ini lebih ramah lingkungan dan memiliki ketahanan yang baik terhadap benturan.
Bagaimana teknologi filtrasi air BRIN dapat membantu masyarakat? Teknologi filtrasi air BRIN dapat menghasilkan air bersih berkualitas tinggi dari berbagai sumber air. Inovasi ini berpotensi membantu mengatasi masalah ketersediaan air bersih di daerah-daerah yang mengalami kesulitan air.
Dengan kunjungan ini, Prabowo Jajal Inovasi BRIN di Istana menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus mendukung pengembangan teknologi nasional. Berbagai inovasi yang ditampilkan memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia.