Prabowo: Kita Tidak Boleh Berharap Dikasihani Bangsa Lain
Prabowo Tekankan Kemandirian Pangan dan Energi di Ponorogo
Partaiberita.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan sebuah negara sangat bergantung pada kemampuannya memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri. Pesan itu disampaikan saat ia menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menempatkan kemandirian sebagai salah satu fondasi penting bagi negara yang ingin berdiri tegak dan berhasil. Ia menilai suatu bangsa tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pihak lain untuk memenuhi kepentingan dasar rakyatnya.
“Alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri,” kata Prabowo.
Swasembada sebagai penopang ketahanan nasional
Pernyataan tersebut menyoroti arti penting kemampuan produksi dalam negeri, terutama untuk kebutuhan pangan. Pangan merupakan kebutuhan yang langsung berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga ketersediaannya menjadi bagian penting dari ketahanan nasional.
Bagi Prabowo, pencapaian swasembada pangan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan makanan bagi rakyatnya. Ia menyampaikan rasa syukur atas kondisi tersebut di hadapan peserta acara peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.
Penekanan terhadap produksi pangan sendiri juga berkaitan dengan kebutuhan menjaga keberlanjutan pasokan di tengah perubahan situasi dunia. Ketika kondisi global bergejolak, negara dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pokoknya memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan langkah secara mandiri.
Kemandirian pangan tidak hanya berbicara tentang hasil produksi, tetapi juga tentang kesiapan bangsa menghadapi keadaan yang tidak selalu dapat diprediksi. Dalam konteks itu, kemampuan menyediakan makanan bagi masyarakat menjadi unsur yang memiliki nilai strategis.
Gejolak dunia menjadi pengingat
Prabowo turut menyinggung perkembangan geopolitik internasional yang diwarnai konflik dan perang antarnegara di berbagai tempat. Situasi tersebut, kata dia, menguatkan pandangan yang telah lama ia sampaikan mengenai perlunya Indonesia membangun swasembada pangan serta swasembada energi.
Ketergantungan yang terlalu besar kepada negara lain dapat menjadi persoalan ketika keadaan global berubah cepat. Gangguan hubungan antarnegara, konflik, maupun ketidakpastian di berbagai kawasan dapat memengaruhi akses terhadap kebutuhan yang sebelumnya diperoleh dari luar negeri.
Karena itu, pesan tentang swasembada energi berdiri sejajar dengan gagasan kemandirian pangan. Energi dan makanan sama-sama berkaitan dengan aktivitas dasar masyarakat serta kemampuan negara menjalankan kehidupan ekonomi dan pelayanan bagi warganya.
“Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,” ujarnya.
Kemandirian Bukan Sekadar Slogan
Pesan Presiden di Ponorogo menekankan bahwa hubungan antarbangsa perlu disikapi dengan kesadaran akan kepentingan nasional. Kerja sama internasional tetap memiliki tempat, tetapi kemampuan berdiri di atas kekuatan sendiri menjadi penentu bagi sebuah negara untuk menjaga arah dan kepentingannya.
Dalam pandangan tersebut, bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang menunggu pertolongan ketika menghadapi tekanan. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang menyiapkan kemampuan produksi, sumber daya, serta daya tahan untuk memenuhi kebutuhan utama rakyatnya.
Swasembada pangan menjadi contoh nyata dari prinsip itu karena berkaitan langsung dengan kecukupan makanan. Ketika pangan tersedia dari kemampuan nasional, masyarakat memperoleh kepastian yang lebih besar atas kebutuhan dasarnya.
Hal serupa berlaku pada energi. Ketersediaan energi mendukung berbagai kegiatan, mulai dari rumah tangga hingga aktivitas ekonomi. Karena itu, penekanan terhadap swasembada energi dapat dipahami sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan dalam jangka panjang.
Pesan di momentum satu abad Gontor
Pidato tersebut disampaikan pada peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, sebuah momentum yang mengangkat nilai pendidikan, pembentukan karakter, dan pengabdian kepada bangsa. Di forum itu, Prabowo menghubungkan semangat kemandirian dengan kebutuhan Indonesia untuk terus memperkuat kemampuannya sendiri.
Pesan kemandirian memiliki makna yang luas bagi masyarakat. Dalam kehidupan berbangsa, hal itu dapat diterjemahkan sebagai dorongan untuk membangun kapasitas, meningkatkan kemampuan menghasilkan kebutuhan penting, serta tidak menempatkan masa depan bangsa pada belas kasihan pihak lain.
Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan dan kemerdekaan negara tidak dapat dipisahkan dari kemampuan menghasilkan sesuatu bagi kepentingan rakyatnya. Penekanan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan dan energi bukan isu terpisah, melainkan bagian dari kekuatan nasional.
Di tengah dunia yang terus berubah, kemampuan Indonesia menyediakan makanan bagi rakyatnya sendiri menjadi hal yang ia syukuri. Sementara itu, dorongan untuk memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan tetap menjadi pesan utama yang ia sampaikan dari Ponorogo.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Prabowo?Prabowo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Prabowo matter?Prabowo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.