Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sosok Citra, Karateka Berprestasi Sekolah Rakyat yang Bikin Prabowo Kagum

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Jessica Martinez - partaiberita.com

Foto : Jessica Martinez - partaiberita.com

Sosok Citra Karateka Berprestasi Sekolah: Siswi Sekolah Rakyat yang Menginspirasi Prabowo

Partaiberita.com – Jakarta - Kehadiran Sosok Citra Karateka Berprestasi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung Nusantara II menjadi sorotan publik. Citra Nur Ramadhani, siswi berusia 10 tahun asal Sulawesi Selatan, tampil memukau dengan baju bodo tradisional yang dikenakannya. Gadis cilik ini tidak hanya membawa pesona budaya lokal, tetapi juga membawa cerita perjuangan yang menginspirasi banyak orang.

Pertemuan bersejarah ini terjadi pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyebut nama Citra di hadapan seluruh peserta sidang. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan keluarga Citra.

Perjalanan Karate Citra dari Pangkep ke Jakarta

Citra merupakan siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene dan Kepulauan. Sekolah ini dikenal dengan program pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kurikulum nasional. Di sekolah inilah Citra mengembangkan bakatnya dalam bidang karate, olahraga yang telah menjadi bagian penting dari hidupnya.

"Senang banget karena barusan ketemu Bapak Presiden," ungkap Citra dengan penuh kegembiraan. Momen ini benar-benar luar biasa bagi saya.

Prestasi Citra di bidang karate tidak datang dengan mudah. Gadis cilik ini telah berlatih selama bertahun-tahun dengan tekad yang kuat. Ia bercita-cita untuk meraih sabuk hitam dan membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana pun bisa meraih mimpi besar melalui olahraga.

Kisah Perjuangan Keluarga yang Menginspirasi

Sebelum menjadi sorotan publik, Citra telah lama mengenal kehidupan penuh perjuangan. Ayahnya meninggal dunia saat Citra masih duduk di bangku kelas 2 SD. Sang ibu, Hajrah, menjadi tulang punggung keluarga sebagai orangtua tunggal yang bekerja keras.

Hajrah bekerja serabutan untuk menghidupi anak-anaknya. Ia membersihkan dan menyapu masjid, serta menjadi buruh cuci harian. Melihat kondisi ibunya, Citra berusaha membantu semampunya. Gadis cilik ini mulai berjualan kacang secara berkeliling di berbagai lokasi di Kota Pangkep.

"Terima kasih, Bapak Presiden," ucapnya sambil tersenyum lebar. Saya akan terus berlatih dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Ketika ditanya tentang aktivitasnya sebelum masuk Sekolah Rakyat, Citra menjawab dengan singkat namun penuh makna. "Bantu Mama," jawab Citra dengan polos. Jawaban sederhana ini mencerminkan kedewasaan seorang anak yang memahami tanggung jawabnya.

Dari Jualan Kacang ke Mimpi Sabuk Hitam

Kini, dengan semangat yang sama, Citra melanjutkan perjuangannya. Ia bercita-cita menjadi karateka berprestasi dan membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana pun bisa meraih mimpi besar. Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 menjadi tempat di mana Citra mengembangkan potensi dirinya.

"Pak Presiden sehat-sehat ya. Tunggu saya dewasa nanti pakai sabuk hitam," kata Citra penuh tekad. Saya akan terus berlatih dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Kisah Sosok Citra Karateka Berprestasi Sekolah Rakyat ini menjadi inspirasi bagi banyak anak-anak Indonesia. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, setiap anak bisa meraih kesuksesan tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Citra

Berapa usia Citra saat bertemu Presiden Prabowo? Citra berusia 10 tahun saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Gedung Nusantara II pada 14 Agustus 2026.

Apa sekolah yang dihadiri Citra? Citra adalah siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene dan Kepulauan di Sulawesi Selatan.

Apa pekerjaan ibu Citra? Ibu Citra, Hajrah, bekerja serabutan sebagai pembersih masjid dan buruh cuci harian untuk menghidupi keluarganya.

Apa cita-cita Citra? Citra bercita-cita menjadi karateka berprestasi dan meraih sabuk hitam di bidang karate.

Bagaimana Citra membantu keluarganya? Citra membantu ibunya dengan berjualan kacang secara berkeliling di berbagai lokasi di Kota Pangkep.

Related Reading