Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pakar Ungkap 3 Hal yang Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Mobil Listrik

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Jennifer Miller - partaiberita.com

Foto : Jennifer Miller - partaiberita.com

Tiga Faktor Utama yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Mobil Listrik

Partaiberita.com – Di tengah pesatnya perkembangan kendaraan bertenaga listrik, para ahli otomotif menyoroti beberapa aspek krusial yang masih menjadi pertimbangan calon pembeli. Yannes Martinus Pasaribu, seorang pakar di bidang otomotif, mengidentifikasi bahwa masyarakat kelas menengah memiliki sejumlah kekhawatiran spesifik sebelum memutuskan untuk beralih ke kendaraan listrik.

Penghematan Biaya Operasional

Salah satu faktor dominan adalah perhitungan finansial jangka panjang. Konsumen mulai membandingkan pengeluaran bulanan untuk kredit dengan biaya operasional yang sebelumnya dialokasikan untuk bahan bakar konvensional. Perbandingan ini mencakup konversi dari penggunaan bensin atau solar ke energi listrik.

Dia mulai lihat berapa dia harus bayar kredit per bulan, berapa operasional untuk beli BEV, yang tadinya dia memakai bensin atau solar kemudian dia konversikan ke listrik, berapa banyak hematnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Yannes saat menghadiri acara GIIAS 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang. Informasi tersebut diwartakan pada hari Jumat, 7 Agustus 2026.

Kecemasan Terhadap Infrastruktur Pengisian Daya

Selain aspek ekonomi, ketersediaan fasilitas pengisian daya juga menjadi perhatian serius. Bagi segmen konsumen menengah, infrastruktur charging yang belum merata masih menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Hal ini menjadi salah satu penghambat utama dalam adopsi massal kendaraan listrik.

Nilai Jual Kembali dan Depresiasi

Aspek ketiga yang tidak kalah penting adalah stabilitas harga saat kendaraan akan dijual kembali. Saat ini, tren menunjukkan bahwa mobil listrik cenderung mengalami penurunan nilai yang signifikan. Kekhawatiran ini terutama dirasakan oleh kelompok masyarakat yang disebut sebagai "mendang-mending" di Indonesia.

Untuk kelompok mendang-mending di Indonesia, middle class terutama kelompok usia milenial awal dan tengah. Begitu dia beli nanti kalau dia jual turunnya berapa persen dan gampang enggak ngejualnya.

Yannes menambahkan bahwa kekhawatiran ini lebih kuat di kalangan milenial, baik yang berusia awal maupun tengah. Mereka mempertimbangkan seberapa besar persentase penurunan harga dan kemudahan dalam proses penjualan kembali.

Strategi Pemasaran VinFast di Indonesia

Sementara itu, VinFast sebagai brand asal Vietnam juga aktif melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan penetrasi pasar. Rinaldi Ramdani, yang menjabat sebagai Head of Training Department VinFast Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut memiliki sejumlah program strategis dalam memasarkan mobil listrik di Tanah Air.

Fokus utama VinFast saat ini adalah memperkuat posisi kendaraan listrik mereka di Indonesia melalui pendekatan yang komprehensif, mencakup aspek edukasi, infrastruktur, dan insentif bagi konsumen potensial.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pakar Ungkap 3 Hal yang Jadi?

Pakar Ungkap 3 Hal yang Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pakar Ungkap 3 Hal yang Jadi matter?

Pakar Ungkap 3 Hal yang Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.