Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Betis Ternyata Jantung Kedua Manusia, Ini Penjelasan Dokter

Published Agustus 20, 2026 · Updated Agustus 20, 2026 · By Richard Thomas - partaiberita.com

Foto : Richard Thomas - partaiberita.com

Betis Ternyata Jantung Kedua Manusia: Penjelasan Dokter tentang Peran Vital Otot Tungkai

Partaiberita.com – Betis ternyata jantung kedua manusia bukan sekadar kiasan populer. Dalam anatomi dan fisiologi tubuh, otot betis menjalankan fungsi pompa mekanis yang mendorong darah vena dari tungkai bawah kembali ke jantung. Tanpa aktivitas kontraksi otot ini, sirkulasi balik darah akan terhambat dan berbagai gangguan kesehatan dapat muncul secara bertahap.

Mekanisme Pompa Alami pada Otot Tungkai

dr. Fajar Rudy Qimindra, Dokter Saraf dan Intervensi Nyeri yang juga aktif sebagai influencer kesehatan, menguraikan mekanisme tersebut melalui unggahan video di akun Instagram-nya. Ia menegaskan bahwa setiap kontraksi otot betis—baik saat berjalan, berlari, maupun mendaki tangga—menciptakan tekanan mekanis yang memaksa darah vena bergerak naik menuju jantung.

"Otot betis ini disebut sebagai jantung kedua karena dia sebagai pompa alami mendorong aliran darah balik atau vena menuju jantung."

Proses ini bekerja secara berulang setiap kali otot mengalami siklus kontraksi dan relaksasi. Saat otot betis mengencang, rongga vena di dalamnya tertekan sehingga darah terdorong ke atas. Ketika otot mengendur, katup-katup satu arah di dalam dinding vena mencegah darah kembali turun. Siklus inilah yang menjadikan betis ternyata jantung kedua manusia dalam arti fungsional, bukan struktural.

Dampak Ketidakaktifan Otot terhadap Sirkulasi Darah

Sebaliknya, ketika seseorang jarang bergerak atau menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk statis, otot betis kehilangan ritme kontraksinya. Tanpa dorongan pompa tersebut, darah vena menumpuk di tungkai bawah. Akibatnya muncul pembengkakan kaki, pelebaran pembuluh darah berupa varises, serta gangguan kelancaran sirkulasi secara keseluruhan.

"Jika otot betismu tidak aktif, maka aliran darah bisa menumpuk di kaki. Akibatnya, kakinya jadi bengkak, varises, risiko aliran darahmu tidak lancar."

Penjelasan dr. Fajar mengingatkan bahwa menjaga aktivitas tungkai bukan sekadar urusan kebugaran estetis. Ia merupakan kebutuhan fisiologis agar sistem peredaran darah tetap beroperasi dalam batas normal. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang sudah memadai untuk mengaktifkan kembali mekanisme pompa betis secara konsisten.

FAQ — Pertanyaan Umum tentang Betis dan Sirkulasi Darah

Apakah betis benar-benar disebut jantung kedua? Istilah "jantung kedua" merujuk pada fungsi pompa otot betis yang mendorong darah vena kembali ke jantung. Secara struktural, betis tidak memiliki katup atau serabut otot jantung, tetapi secara fungsional perannya setara sebagai penggerak sirkulasi balik.

Apa yang terjadi jika otot betis tidak aktif dalam waktu lama? Darah vena kehilangan dorongan untuk naik ke jantung dan menumpuk di tungkai bawah. Gejala yang muncul meliputi pembengkakan, rasa berat di kaki, hingga pembentukan varises. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperburuk kelancaran sirkulasi darah secara keseluruhan.

Aktivitas apa yang paling efektif mengaktifkan pompa betis? Gerakan yang melibatkan kontraksi berulang otot tungkai—berjalan, berlari ringan, mendaki tangga, bersepeda, atau berenang—sudah memadai. Tidak diperlukan intensitas tinggi; yang penting adalah konsistensi dan durasi aktivitas agar mekanisme pompa tetap berjalan setiap hari.

Related Reading