Partaiberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ini Bedanya Kurang Tidur dan Insomnia Menurut Pakar

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Jessica Martinez - partaiberita.com

Foto : Jessica Martinez - partaiberita.com

Membedakan Gangguan Tidur dan Insomnia: Pandangan Pakar

Partaiberita.com – Banyak orang yang secara otomatis menyebut dirinya mengalami insomnia hanya karena tidur mereka terganggu. Padahal, menurut para ahli, kondisi sulit tidur tidak serta merta dikategorikan sebagai insomnia. Fenomena ini menjadi topik yang sering disalahpahami dalam masyarakat modern yang penuh tekanan.

Vishal Dasani, seorang edukator tidur sekaligus pelatih dan pemilih tidur terkemuka di Indonesia, memberikan klarifikasi mengenai hal ini. Melalui unggahan video di akun Instagramnya, ia menjelaskan bahwa istilah insomnia sering kali digunakan secara sembarangan untuk segala jenis masalah tidur. Penjelasan ini membantu masyarakat memahami perbedaan mendasar antara kedua kondisi tersebut.

Kesalahpahaman Umum tentang Insomnia

Menurut Vishal, banyak orang yang menggunakan kata insomnia untuk segala situasi. Mulai dari sekadar susah tidur semalam hingga terbangun di tengah malam. Ia mencontohkan bagaimana orang-orang sering berkata, "Gua insomnia" ketika sulit tidur, atau "Insomnia gua kumat" saat bangun pagi hari.

"Kayaknya sekarang kata insomnia sudah jadi istilah untuk semua masalah tidur. Susah tidur semalam, 'Gua insomnia', kebangun jam 3 pagi, 'Insomnia gua kumat'. Padahal tidur yang terganggu sama gangguan tidur itu adalah dua hal yang berbeda," kata Vishal, dikutip Rabu (12/8/2026).

Kriteria Insomnia yang Benar

Vishal menekankan bahwa tidur yang terganggu merupakan kondisi yang normal dan berbeda dengan gangguan tidur. Beberapa faktor seperti pikiran yang gelisah, stres, jam tidur yang tidak teratur, atau sakit dapat menyebabkan tidur terganggu. Kondisi ini bersifat sementara dan biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Sebagai akibatnya, seseorang mungkin mengalami beberapa malam sulit tidur, terbangun lebih sering, atau bangun tanpa merasa segar. Namun, hal-hal tersebut belum tentu menunjukkan bahwa seseorang menderita insomnia. Insomnia memiliki kriteria khusus yang harus dipenuhi, termasuk durasi dan frekuensi gangguan tidur yang lebih konsisten.

Penting bagi kita untuk memahami perbedaan ini agar tidak salah dalam mengidentifikasi kondisi tidur kita. Dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat menangani masalah tidur dengan lebih efektif dan sesuai dengan penyebabnya. Baca juga: Tips Mengatasi Masalah Tidur

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Tidur

Apa perbedaan utama antara kurang tidur dan insomnia? Kurang tidur terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan jumlah jam tidur yang cukup, sementara insomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang sulit tidur atau tetap tidur meskipun sudah memiliki kesempatan untuk beristirahat.

Berapa lama seseorang harus mengalami masalah tidur untuk disebut insomnia? Menurut para ahli, insomnia biasanya didiagnosis ketika seseorang mengalami kesulitan tidur setidaknya tiga malam dalam seminggu selama tiga bulan atau lebih.

Apakah insomnia bisa disembuhkan? Ya, insomnia dapat diobati melalui berbagai metode termasuk terapi perilaku kognitif, perubahan gaya hidup, dan dalam beberapa kasus, bantuan obat-obatan dari dokter.

Kapan sebaiknya seseorang mencari bantuan medis untuk masalah tidur? Seseorang sebaiknya mencari bantuan medis jika masalah tidur mengganggu aktivitas sehari-hari, menyebabkan kelelahan berlebihan, atau disertai dengan gejala lain seperti kecemasan dan depresi.

Related Reading