Muslim

New Policy: Kemenhaj: 245 Kloter, 95.178 Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air

Kemenhaj Umumkan 245 Kloter Berhasil Kembali ke Indonesia

New Policy – Dalam rangka mengimplementasikan New Policy, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengungkapkan bahwa 245 kloter jemaah haji telah diberangkatkan ke Tanah Air sejak hari ke-56 penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Policy ini menjadi pusat perhatian dalam mengoptimalkan proses pemulangan jemaah, yang kini berjalan secara lebih terstruktur dan efisien.

Proses Pemulangan Jemaah Haji Berjalan Lancar

Jumlah total jemaah yang telah kembali mencapai 95.178 orang, termasuk 977 petugas, dengan distribusi ke 245 kloter yang menyeluruh. Kemenhaj memastikan bahwa seluruh operasional pemulangan diatur sesuai New Policy, sehingga meminimalkan risiko dan meningkatkan kenyamanan bagi para jemaah. Proses ini dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada pengelolaan logistik dan keamanan di setiap tahapan.

Menurut Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, keberangkatan jemaah diatur secara terencana agar tidak terjadi penumpukan di bandara dan transportasi laut. New Policy juga mencakup penguatan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, untuk memastikan keberangkatan bisa dilakukan secara maksimal sesuai kapasitas yang diizinkan. Selain itu, kebijakan ini mempercepat proses kepulangan jemaah sehingga mereka bisa kembali ke Tanah Air lebih cepat.

“Dengan New Policy, pemulangan jemaah haji Indonesia menjadi lebih efektif. Layanan di bandara dan pelabuhan terus dioptimalkan agar para jemaah merasa nyaman dan aman dalam perjalanan kembali ke negara asal,” tutur Maria Assegaf, Selasa (16/6/2026).

Secara rinci, dari 245 kloter yang dikirim, 233 kloter telah tiba di Indonesia dengan membawa 90.709 jemaah dan 929 petugas, atau total 91.638 orang. Sementara 12 kloter lainnya masih dalam proses kepulangan, terutama dari Madinah. Kemenhaj menyatakan bahwa keberangkatan Gelombang II yang dilakukan hari ini adalah bagian dari New Policy yang bertujuan mengatur alur kepulangan secara lebih rapi.

Detil Kloter dan Pelabuhan Tujuan

Sebagai bagian dari New Policy, Kemenhaj telah mengatur rincian kloter dan pelabuhan yang menjadi embarkasi jemaah. Dalam hal ini, 139 kloter yang diberangkatkan dari Makkah telah tiba di Indonesia, mencakup 53.338 jemaah dan 556 petugas. Sementara itu, 100 kloter lainnya akan tiba melalui pelabuhan utama seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Pemerintah berharap dengan New Policy ini, proses kepulangan bisa diselesaikan tepat waktu dan minim hambatan.

Terlebih lagi, New Policy melibatkan penyesuaian jam operasional dan penerapan protokol kesehatan yang ketat di setiap titik keberangkatan. Maria Assegaf menjelaskan bahwa kebijakan ini juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan di bandara dan meningkatkan pengawasan terhadap jemaah. Dengan pengaturan yang lebih rapi, keberangkatan jemaah haji bisa berjalan tanpa gangguan, terlepas dari tingkat kepadatan di Arab Saudi.

Dalam pemulangan Gelombang I, 15.802 jemaah dan petugas telah kembali ke Indonesia, terbagi dalam 15 kloter. Hari ini menjadi hari terakhir pengiriman jemaah dari Makkah, dengan penerbangan terakhir dijadwalkan pada Selasa dini hari (16/6/2026) pukul 01.45 waktu setempat. New Policy memastikan bahwa semua kloter akan terpantau secara real-time, sehingga pihak Kemenhaj bisa langsung mengambil langkah penyesuaian jika diperlukan.

Adapun jemaah Gelombang II yang akan tiba di Indonesia melalui Madinah, mereka akan diberangkatkan via Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. New Policy juga memperkuat komunikasi antar tim pengelola, sehingga mampu merespons perubahan kondisi secara cepat. Dengan adanya kebijakan ini, Kemenhaj berupaya mengurangi risiko keterlambatan dan memastikan kenyamanan selama perjalanan kepulangan jemaah haji.

Leave a Comment