News

New Policy: Ketua BEM UI Pastikan Bakal Kembali Gelar Aksi di Bundaran HI

Ketua BEM UI Pastikan Bakal Kembali Gelar Aksi di Bundaran HI

New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy yang baru diperkenalkan pemerintah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Yatalathof Ma’shum Imawan, memberikan pernyataan resmi bahwa organisasinya akan kembali menggelar aksi besar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Aksi ini dijadwalkan sebagai bagian dari upaya menyuarakan kepedulian terhadap perubahan kebijakan yang dianggap memberatkan masyarakat, terutama dalam aspek ekonomi dan sosial. “Kebijakan baru ini memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan rakyat, dan kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat tetap didengar melalui aksi yang terorganisir,” kata Yatalathof dalam wawancara eksklusif dengan media pada Rabu (17/6/2026).

Analisis Kebijakan Baru dan Respons Mahasiswa

Yatalathof menjelaskan bahwa New Policy yang diperkenalkan pemerintah merupakan respons terhadap tantangan ekonomi yang semakin rumit. Ia menekankan bahwa kebijakan ini memerlukan evaluasi mendalam karena menurutnya, beberapa aturan yang diubah ternyata berpotensi meningkatkan beban bagi warga yang ekonominya rentan. “Pemerintah perlu memahami bahwa New Policy ini bukan hanya tentang peningkatan efisiensi, tapi juga tentang keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Menurut Yatalathof, aksi yang akan digelar pada akhir pekan ini akan menjadi titik awal dari upaya memastikan bahwa kebijakan baru tersebut tidak melewatkan kepentingan rakyat.

Aksi tersebut akan melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang peduli pada isu-isu sosial dan ekonomi. Yatalathof mengatakan, partisipasi dari kalangan mahasiswa sangat penting karena mereka dianggap sebagai generasi penerus yang paling sensitif terhadap perubahan kebijakan. “Masyarakat muda seperti mahasiswa adalah bagian dari perubahan, dan mereka memiliki peran kunci dalam mengawasi pelaksanaan New Policy ini,” imbuhnya. Ia juga menyebut bahwa aksi akan diadakan secara rutin hingga semua kebijakan baru tersebut diterapkan secara efektif dan transparan.

Background dan Tujuan Aksi

Kebijakan baru yang diumumkan pemerintah sejak awal bulan ini memang memicu berbagai reaksi dari berbagai pihak. Yatalathof menjelaskan bahwa aksi kembali di Bundaran HI merupakan tindak lanjut dari keputusan mereka untuk mengawasi pelaksanaan New Policy ini. “Kami ingin memastikan bahwa kebijakan baru ini tidak hanya menjadi kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi kebijakan yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat,” katanya. Aksi ini juga bertujuan untuk membangun kesadaran bersama mengenai dampak dari perubahan kebijakan terhadap perekonomian dan mobilitas sosial.

Sebelumnya, BEM UI telah menggelar aksi serupa di Bundaran HI pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan tersebut menarik perhatian sejumlah elemen masyarakat dan media massa. Yatalathof menyatakan bahwa persiapan untuk aksi kedua kali ini sedang berjalan dengan baik, dan tanggal resmi penyelenggaraannya akan diumumkan setelah selesai melalui proses konsolnas (konsolidasi nasional) yang telah dijalani oleh organisasi-organisasi mahasiswa lainnya. “Kami ingin memastikan bahwa aksi ini berjalan secara terencana dan mampu menyampaikan pesan yang jelas kepada pemerintah,” tambahnya.

Kepedulian Terhadap Kebijakan Baru

Yatalathof menekankan bahwa kebijakan baru ini harus dibarengi dengan kebijakan pendamping yang mampu mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang semakin tinggi. “Banyak warga miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, dan New Policy harus menjadi solusi, bukan penyebab masalah baru,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa keterlibatan masyarakat secara aktif sangat penting untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan kebijakan ini. “Aksi di Bundaran HI bukan hanya sekadar protes, tetapi juga sebagai bentuk dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah,” jelasnya.

Dalam menyuarakan keluhan, BEM UI berharap agar kebijakan baru ini dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dalam peningkatan kualitas hidup rakyat. “Kami percaya bahwa New Policy ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki sistem yang sudah tidak lagi mendukung keadilan sosial,” kata Yatalathof. Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan kebijakan harus diawasi secara berkala agar tidak ada kelemahan yang terlewat. “Kami akan terus berada di sana untuk mengawasi dan memberikan masukan kebijakan yang lebih manusiawi,” tambahnya.

Aksi di Bundaran HI akan menjadi salah satu langkah strategis BEM UI dalam menyuarakan kebijakan baru yang mereka yakini berdampak besar. Yatalathof berharap kehadiran masyarakat luas bisa menunjukkan bahwa kebijakan ini masih bisa diperbaiki. “Kami ingin masyarakat merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam menuntut perubahan yang lebih baik,” ujarnya. Dengan demikian, aksi ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memastikan New Policy tidak hanya menjadi kebijakan formal, tetapi juga menjadi kebijakan yang berdampak langsung kepada kehidupan sehari-hari warga Jakarta.

Leave a Comment