Key Strategy: PBNU Perkuat Ketahahan Pangan dengan Teknologi Bionutrient
Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar panen beras perdana menggunakan teknologi bionutrient di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Teknologi ini menjadi bagian dari Key Strategy yang dijalankan oleh PBNU untuk memastikan kestabilan pasokan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya. Dalam musim panen terakhir, hasil produksi padi meningkat drastis, mencapai 1.965 kilogram dari sebelumnya hanya 950 kilogram, dengan peningkatan hingga 106,8 persen. Luas lahan yang sama memberikan bukti bahwa Key Strategy ini efektif dalam meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan luas tanam.
Implementasi Teknologi Bionutrient dalam Pertanian
“Pada musim panen sebelumnya, hasil dari lahan ini sekitar 950 kilogram. Setelah penerapan teknologi bionutrient, panen kali ini mencapai 1.965 kilogram. Jadi, peningkatannya lebih dari dua kali lipat,” ujar Asrul Raman, Rabu (8/7/2026).
Teknologi bionutrient yang diterapkan PBNU merupakan gabungan dari pendekatan organik dan bioteknologi modern. Metode ini fokus pada pemberian nutrisi alami melalui bahan-bahan seperti kompos bahan organik, mikroba bermanfaat, dan pupuk cair berbasis mikroelemen. Dengan Key Strategy ini, petani tidak hanya meningkatkan kuantitas hasil panen, tetapi juga memperkuat kualitas tanah serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetik.
Implementasi teknologi bionutrient di Desa Sukamanah dimulai sejak awal musim tanam 2026. PBNU bekerja sama dengan para petani setempat untuk memastikan proses adaptasi berjalan lancar. Key Strategy ini juga mengintegrasikan pelatihan pertanian berkelanjutan dan manajemen air yang lebih efisien, sehingga meningkatkan ketahanan produksi dalam jangka panjang. Hasil panen yang meningkat mencerminkan keberhasilan strategi ini dalam mengoptimalkan potensi lahan secara maksimal.
Potensi Teknologi Bionutrient untuk Masyarakat Pertanian
Kepala cabang PBNU di Banten, Asrul Raman, menegaskan bahwa Key Strategy ini dirancang untuk menciptakan model pertanian yang berkelanjutan. Selain meningkatkan hasil panen, teknologi bionutrient juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Dengan metode ini, biaya produksi bisa ditekan karena penggunaan bahan organik yang lebih murah dan ramah lingkungan. Selain itu, hasil panen yang lebih baik meningkatkan pendapatan petani, yang menjadi Key Strategy dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan panen beras perdana di Desa Sukamanah juga menunjukkan bahwa teknologi bionutrient dapat diaplikasikan di berbagai daerah. PBNU telah menyiapkan Key Strategy untuk meluaskan cakupan teknologi ini, khususnya kepada kelompok tani yang beranggotakan anggota jam’iyah Nahdlatul Ulama. Dukungan dari sektor agama dan komunitas lokal diperlukan untuk memastikan adopsi teknologi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Proses panen beras perdana menjadi bukti nyata bahwa Key Strategy PBNU berhasil mengubah cara bertani masyarakat. Kebijakan ini tidak hanya mengedepankan pertumbuhan hasil panen, tetapi juga memberikan edukasi tentang keberlanjutan pertanian. Dengan teknologi bionutrient, petani tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang lebih sehat dan produktif. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain yang ingin memperkuat ketahanan pangan nasional.
Untuk memperkuat Key Strategy ini, PBNU juga berencana melakukan kolaborasi dengan pihak berwenang dan lembaga swadaya masyarakat. Tujuan utamanya adalah memperluas cakupan teknologi bionutrient ke lebih banyak wilayah, termasuk daerah-daerah yang rawan kelaparan. Dengan peningkatan produksi beras melalui teknologi ini, harapan besar terbentuk untuk menjaga kestabilan harga pangan dan memperkuat kemandirian pangan nasional. Key Strategy PBNU menunjukkan bahwa inovasi bertani tidak hanya tergantung pada alat modern, tetapi juga pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran petani akan praktik pertanian yang berkelanjutan.
