Kapolri Dorong Produktivitas Petani Melalui Latest Program Inovasi Teknologi di Riau
Latest Program – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan program terbaru bernama “Latest Program” dalam kunjungan ke pabrik pupuk batu bara PT Bursa Tani Futura Andyta di Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (8/7/2026). Fokus program ini adalah meningkatkan keberlanjutan sektor pertanian nasional dengan memanfaatkan teknologi modern, yang dianggap sebagai strategi penting untuk mengatasi tantangan global serta memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. Selama inspeksi, Kapolri menekankan bahwa inovasi teknologi bukan hanya alat modernisasi pertanian, tetapi juga sarana peningkatan kesejahteraan para petani.
Inovasi Teknologi sebagai Kunci Produktivitas Petani
Dalam wawancara eksklusif, Kapolri menyampaikan bahwa “Latest Program” bertujuan untuk mendorong transformasi pertanian dari model tradisional ke sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan. “Inovasi teknologi dapat mengubah cara berpikir para petani dan memberikan solusi nyata untuk meningkatkan hasil panen serta mengurangi dampak perubahan iklim,” katanya. Ia menyoroti pentingnya adopsi teknologi seperti pertanian presisi, drone untuk pemantauan lahan, serta sistem irigasi berbasis AI, yang bisa mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam.
Kapolri meninjau langsung proses produksi pupuk batu bara di pabrik tersebut, menegaskan bahwa teknologi harus diintegrasikan secara utuh dalam seluruh tahapan pertanian, dari persiapan benih hingga distribusi hasil panen. Ia juga menyebut bahwa program ini akan diluncurkan secara nasional dalam beberapa bulan ke depan, dengan Riau menjadi daerah pertama yang menjadi contoh sukses. “Kita perlu membangun kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, lembaga swadaya, dan para petani untuk memastikan teknologi ini bisa diakses secara merata,” tambahnya.
Simbol 80 Tahun Kehadiran Polri
Dalam upacara penyerahan bantuan pupuk batu bara, Kapolri menyerahkan simbolisasi 80 ton pupuk kepada lima kelompok tani di Riau, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati 80 tahun keberadaan Polri. Angka 80 ton ini dipilih sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi Polri dalam pembangunan pertanian dan ketahanan pangan selama ini. “Latest Program” menjadi bukti komitmen Polri untuk tetap menjadi mitra strategis dalam memajukan sektor pertanian, khususnya di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil.
Kelompok tani yang menerima bantuan mencakup wilayah seperti Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Tambang Kampar, Siak, dan Kampar. Kapolri berharap pupuk batu bara ini tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menjadi stimulan untuk pengembangan usaha tani secara berkelanjutan. “Petani adalah pilar ekonomi Indonesia, dan kita harus memastikan mereka memiliki akses ke teknologi yang bisa memperkuat peran mereka,” ujarnya. Program ini juga dirancang untuk mendorong peningkatan produksi pertanian yang sejalan dengan target pemerintah dalam menekan inflasi dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian.
Dalam rangkaian kunjungan ke Polda Riau, Kapolri juga memberikan instruksi untuk meningkatkan respons darurat terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menyerahkan peralatan pencegahan dan pemadaman api kepada petugas di Kabupaten Kampar sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim kemarau. “Latest Program” tidak hanya fokus pada pertanian, tetapi juga mengintegrasikan upaya penanganan lingkungan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang seimbang dan berkelanjutan.
Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan “Latest Program” akan diukur berdasarkan peningkatan kualitas hasil panen dan kepuasan para petani dalam mengakses teknologi. Ia juga mengapresiasi peran perusahaan seperti PT Bursa Tani Futura Andyta dalam menyediakan pupuk berkualitas tinggi yang ramah lingkungan. “Dengan menggunakan teknologi modern, kita bisa mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berlebihan dan menjaga kesehatan tanah jangka panjang,” imbuhnya. Program ini diharapkan menjadi model bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara kolektif.
Menurut sumber di lingkungan Kapolri, “Latest Program” akan dilengkapi dengan pelatihan teknologi pertanian, pendampingan pemerintah daerah, serta fasilitas pengiriman pupuk yang lebih cepat. “Tujuan utamanya adalah mempercepat distribusi bantuan kepada petani yang membutuhkan, terutama di daerah terpencil,” kata sumber tersebut. Kapolri juga menyebut bahwa program ini akan dikembangkan bersama lembaga pertanian nasional, seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPP), untuk memastikan keberlanjutan dan transparansi dalam penerapannya.
