News

Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong – Pengembang Diminta Tanggung Jawab!

Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong, Pengembang Diminta Tanggung Jawab!

Tiga Pekerja Tewas di Gorong Gorong – Sebuah insiden maut terjadi di area gorong-gorong di Jakarta Timur, tepatnya di depan Pintu III Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Jumat, 10 Juli 2026. Tiga pekerja subkontraktor meninggal dunia dalam kecelakaan pekerjaan yang terjadi saat mereka sedang melaksanakan pekerjaan di saluran gorong-gorong. Menurut informasi yang dihimpun, korban meninggal akibat kekurangan oksigen yang dialami saat terpapar gas beracun di dalam saluran air. Kejadian ini memicu kecaman dari masyarakat serta pihak terkait, termasuk pengembang proyek tersebut.

Detail Kejadian dan Penyebab Kematian

Dalam laporan dari pihak kepolisian dan tim investigasi, kecelakaan terjadi saat tiga pekerja sedang melakukan pekerjaan pemasangan pipa di saluran gorong-gorong. Selama proses pekerjaan, mereka terperangkap di dalam saluran yang tergenang air dan gas beracun, yang menyebabkan mereka tidak mampu bernapas. Kebocoran gas ini diduga disebabkan oleh kurangnya ventilasi yang memadai, serta kelelahan pekerja dalam menjalankan tugas. Korban pertama ditemukan dalam kondisi tidak sadar, kemudian disusul dua rekan kerjanya yang juga mengalami kondisi serupa.

Kebocoran gas di saluran gorong-gorong terjadi akibat kebocoran pada struktur bangunan atau alat-alat yang digunakan selama pekerjaan. Situasi ini semakin parah karena saluran yang menjadi tempat kerja tidak dilengkapi dengan perangkat keamanan seperti ventilator atau alat deteksi gas. Tiga pekerja tersebut diduga tidak mengenali risiko yang terjadi, sehingga kejadian ini menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja. Insiden ini terjadi pada pagi hari, tepatnya sekitar pukul 07.30, dan langsung dihimpit oleh warga sekitar yang menyaksikan.

Respons Perusahaan Konstruksi dan Pengembang

Setelah kejadian, PT PAM Jaya, perusahaan yang mengelola proyek tersebut, meminta PT Moya Indonesia, perusahaan pengembang, melakukan investigasi menyeluruh. PT Moya wajib bertanggung jawab atas kejadian Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong, karena dianggap kurang memperhatikan keamanan di tempat kerja. Komisaris Utama PT PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, menyatakan bahwa perusahaan pengembang harus memperbaiki prosedur kerja dan memberikan pertanggungjawaban atas kematian para pekerja.

PAM Jaya juga berkomitmen untuk melibatkan pihak ekspertis dan pihak pemerintah dalam mengevaluasi kecelakaan ini. Mereka akan mengirimkan surat peringatan kepada PT Moya Indonesia sebagai bentuk tindakan tegas. Selain itu, perusahaan akan memastikan bahwa semua langkah pencegahan untuk kecelakaan serupa telah diambil. “Kami ingin menegaskan bahwa keselamatan pekerja adalah prioritas utama, dan Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak terlibat,” tambah Marsudi dalam wawancara yang diadakan kemarin.

Korban yang meninggal berusia antara 25 hingga 35 tahun, semuanya bekerja sebagai pekerja harian di proyek pengembangan TMII. Sebelum kejadian, mereka sempat mengeluhkan kondisi saluran yang terasa sempit dan berbau asap. Namun, karena alasan waktu dan deadline pekerjaan, mereka tetap melanjutkan aktivitas tanpa mengambil langkah pencegahan tambahan. Menurut sumber di lapangan, kejadian ini terjadi karena kurangnya pengawasan langsung dari manajemen PT Moya Indonesia, yang terkesan mengabaikan protokol keselamatan kerja.

Pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong. Hasil investigasi akan menjadi dasar untuk menentukan apakah ada pelanggaran prosedur atau kelalaian manusia yang menyebabkan kejadian ini. Selain itu, pihak TMII dan PAM Jaya akan meninjau kembali kebijakan pengawasan di lokasi proyek, terutama untuk pekerjaan yang dilakukan di ruang terbatas seperti saluran gorong-gorong.

Kejadian Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong ini memicu reaksi dari keluarga korban, yang menuntut pertanggungjawaban pihak pengembang. Mereka mengatakan bahwa korban sudah bekerja keras selama berbulan-bulan, dan kejadian ini menggambarkan kurangnya perhatian terhadap keselamatan. “Kami ingin kecelakaan ini tidak terulang, karena Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong adalah kejadian yang sangat menyedihkan,” ujar salah satu anggota keluarga korban. Insiden ini juga menimbulkan perhatian dari media dan warga sekitar, yang meminta penegakan hukum terhadap perusahaan yang dianggap bersalah.

Leave a Comment