News

Visit Agenda: Modus Bersihkan Nasib Buruk, Paranormal Gadungan Malah Gondol Motor Korban

Visit Agenda: Paranormal Gadungan Gondol Motor Korban untuk Bersihkan Nasib Buruk

Visit Agenda – Dalam rangkaian kegiatan Visit Agenda, kejahatan yang dilakukan oleh dua paranormal berpura-pura di Jakarta Timur menarik perhatian publik. Dua pelaku, RAT (60) dan AJ (46), ditangkap Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan yang berujung pada pencurian motor dan dompet korban. Insiden ini menggambarkan modus baru yang dipakai oleh para penipu yang mengatasnamakan kekuatan spiritual.

Modus Operandi dan Peran Visit Agenda

Korban, seorang pemuda berusia 19 tahun bernama Ilham, menjadi sasaran karena percaya pada mitos nasib buruk. Berdasarkan keterangan Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno, pelaku memanfaatkan kesempatan saat korban sedang duduk sendirian di atas motornya. RAT datang dengan alasan mencari alamat seseorang yang ingin diperlakukan, lalu menyerahkan barang melalui jabat tangan korban.

“Para pelaku menggabungkan kepercayaan masyarakat terhadap paranormal dengan taktik penipuan yang terencana,” ujar Danang pada Kamis, 28 Mei 2026. Modus ini tidak hanya memanipulasi emosi korban, tetapi juga memanfaatkan peluang saat korban tidak waspada.

Dalam penipuan ini, pelaku memainkan peran berbeda. RAT bertindak sebagai penggagas dan penyerahkan barang, sementara AJ menampilan diri sebagai pasien yang sembuh setelah diobati oleh RAT. Dengan cara ini, korban semakin yakin bahwa RAT memiliki kemampuan untuk membersihkan nasib buruknya.

Pola Penipuan dan Dampak pada Korban

Pola kejahatan ini sebenarnya sudah sering terjadi di berbagai wilayah, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Visit Agenda menyebutkan bahwa kebanyakan korban awalnya hanya ingin mencari bantuan untuk menghilangkan kekhawatiran akan nasib buruk. Namun, kepercayaan tersebut justru menjadi celah untuk melakukan aksi pencurian.

Ilham, korban dalam kasus ini, awalnya terlihat tertarik dengan penjelasan RAT tentang kekuatan spiritualnya. Setelah dijanjikan keuntungan dan keberhasilan dalam membersihkan kesialan, korban menyerahkan motor dan dompetnya tanpa memperhatikan detail. Polisi mengungkap bahwa kejahatan ini bisa terjadi karena korban tidak terlalu memperhatikan konsekuensi dari kepercayaan mereka.

Visit Agenda juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat tentang cara mengenali modus penipuan paranormal. Selain itu, mereka menyarankan agar korban tidak mudah tergiur janji palsu untuk mencapai keberhasilan yang sebenarnya tidak pasti. Insiden ini menjadi contoh nyata bagaimana kepercayaan terhadap hal-hal mistis bisa menjadi pintu masuk bagi kejahatan.

Langkah Polisi dan Penyelidikan Selanjutnya

Setelah penangkapan, Polda Metro Jaya sedang menyelidiki lebih lanjut keberadaan barang-barang yang dicuri. Visit Agenda menyebutkan bahwa polisi juga mengecek kebenaran alasan pengambilan motor dan dompet korban. Dalam proses penyelidikan, akan dilakukan pengumpulan bukti lebih lanjut untuk memastikan tindakan pelaku termasuk dalam penipuan.

Danang menambahkan bahwa kejahatan ini tidak hanya terjadi karena kepercayaan masyarakat, tetapi juga karena kurangnya pengawasan terhadap kegiatan para paranormal. Visit Agenda mencatat bahwa kasus serupa telah terjadi sebelumnya di wilayah sekitar, sehingga perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat dan keberhasilan penindakan yang lebih efektif.

Leave a Comment