FBI dan Secret Service Dilibatkan dalam Verifikasi Uang Sitaan Febrie Adriansyah
FBI hingga Secret Service Dilibatkan Uji Keaslian – Untuk memastikan keaslian uang dolar AS yang disita dalam kasus korupsi dan pencucian uang terkait PT Asabri, Polda Metro Jaya memutuskan melibatkan dua lembaga pemeriksaan kelas dunia, yaitu FBI dan Secret Service. Febrie Adriansyah, mantan Jampidsus Kejagung, menjadi tersangka utama dalam kasus ini, yang telah menarik perhatian lembaga antikorupsi internasional. Penggunaan bantuan dari FBI hingga Secret Service merupakan langkah strategis untuk memperkuat validitas barang bukti uang yang disita, terutama karena keterlibatan kedua lembaga ini dalam pengujian keaslian dan standar kurs dolar AS.
Alasan Libatkan FBI dan Secret Service dalam Pemeriksaan Uang
“Kami melibatkan FBI hingga Secret Service karena kedua lembaga ini memiliki keahlian spesialis dalam memverifikasi keaslian dan standar kurs dolar AS,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Jumat (17/7/2026). Ini dilakukan untuk memastikan bahwa uang yang disita benar-benar asli, tanpa ada kemungkinan manipulasi atau penggunaan uang palsu dalam penyelidikan kasus Febrie Adriansyah.
Libatkan FBI hingga Secret Service juga menjadi bagian dari upaya penyidik untuk menghindari kesalahan pengambilan kesimpulan. Pemeriksaan ini tidak hanya berfokus pada uang dolar, tetapi juga mencakup emas yang disita. Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa uang rupiah sebanyak 71.082 lembar, bernilai total Rp6.059.506.200, telah diverifikasi oleh Bank Indonesia sebagai uang asli. Sementara itu, uang dolar AS dengan nilai total 6.370.921 dinyatakan asli berdasarkan surat hasil pemeriksaan United States Secret Service yang dikeluarkan pada 16 Juli 2026.
Pemeriksaan Terhadap Uang Emas dan Dollar AS
“Barang bukti emas berupa 74 batang memiliki kadar kemurnian 23 karat, menurut hasil pemeriksaan PT Pegadaian,” tambah Budi. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menyelidiki alur dana dan transaksi yang diduga terkait korupsi dan pencucian uang.
Polda Metro Jaya juga memperjelas bahwa seluruh barang bukti, baik uang rupiah maupun dolar AS, telah lolos uji keaslian. Hal ini menunjukkan komitmen lembaga penyidik untuk menjaga integritas dan keakuratan bukti dalam penyelidikan kasus besar yang melibatkan korporasi dan tokoh pemerintahan. Dengan melibatkan FBI hingga Secret Service, proses pemeriksaan diperkuat secara internasional, memperbesar validasi dari pihak ketiga yang diakui secara global.
Proses Verifikasi dan Kontribusi Internasional
Verifikasi uang dolar AS oleh Secret Service memperlihatkan langkah-langkah yang ketat. Sebagai lembaga yang bertugas melindungi keamanan keuangan AS dan menindak uang palsu, Secret Service memiliki protokol unggul dalam menguji kualitas mata uang. Dalam kasus ini, surat hasil pemeriksaan mereka menjadi dasar untuk menyatakan bahwa dolar yang disita tidak terbukti palsu.
Sementara itu, FBI terlibat dalam memastikan bahwa uang dolar AS tersebut tidak hanya asli, tetapi juga sesuai dengan standar kurs yang berlaku. Hal ini penting karena dolar AS sering digunakan sebagai alat transaksi keuangan internasional, dan keasliannya harus dipastikan agar tidak ada kemungkinan manipulasi nilai tukar. Libatkan FBI hingga Secret Service membuktikan bahwa penyidik tidak hanya mengandalkan keahlian lokal, tetapi juga menggandengkan kemampuan tim investigasi internasional untuk mendukung proses hukum yang transparan.
Hasil Verifikasi dan Impak pada Kasus Febrie Adriansyah
Setelah proses pemeriksaan selesai, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa semua barang bukti yang disita dari Febrie Adriansyah telah diuji keasliannya secara rinci. Uang rupiah dan dolar AS dinyatakan sah, sehingga memperkuat kredibilitas bukti dalam penyelidikan kasus korupsi dan pencucian uang. Libatkan FBI hingga Secret Service menjadi langkah yang dinilai efektif untuk menunjukkan komitmen penyidik dalam menghadirkan bukti yang solid.
Langkah ini juga menggambarkan koordinasi yang lebih luas antara instansi pemerintah dalam negeri dan lembaga internasional. Dengan menggandeng FBI hingga Secret Service, Polda Metro Jaya menciptakan titik temu antara penegak hukum dalam dan luar negeri. Proses verifikasi keaslian uang menjadi bagian penting dalam membongkar jaringan korupsi yang melibatkan dana besar, dan keterlibatan lembaga seperti FBI dan Secret Service menambahkan tingkat kepercayaan publik terhadap penyelidikan ini.
