Kapolri Sampaikan Aspirasi Petani ke Presiden Prabowo
Kegiatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur
Kapolri Sampaikan Aspirasi Petani ke Presiden – Di tengah upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sektor pertanian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil peran aktif dalam menyampaikan aspirasi petani kepada Presiden Prabowo Subianto. Acara ini berlangsung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dialog antara institusi keamanan dengan masyarakat pedesaan. Kapolri menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan sektor pertanian dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan.
“Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kami galangkan bersama Bank Himbara menjadi salah satu langkah strategis untuk menjawab kebutuhan petani dalam meningkatkan produktivitas,” tutur Sigit dalam kesempatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kredit tersebut tidak hanya diberikan untuk pembelian benih dan pupuk, tetapi juga mencakup pembiayaan alat pertanian, seperti traktor, serta pengelolaan lahan secara lebih efisien. Selain itu, dana KUR juga digunakan untuk membayar upah tenaga kerja dan membiayai kegiatan operasional lainnya yang mendukung usaha tani.
Kolaborasi Polri dan Bank Himbara
Kapolri menyoroti peran Bank Himbara dalam mempercepat akses kredit bagi petani. “Kerja sama ini memberikan kemudahan bagi para petani dalam mengajukan pinjaman tanpa harus menghadapi proses yang rumit,” jelasnya. Sigit mengatakan bahwa program KUR yang disalurkan melalui Bank Himbara telah menjangkau sejumlah besar petani, terutama di daerah-daerah yang dianggap rentan terhadap kesulitan finansial. Kapolri juga menyebutkan bahwa pihaknya akan terus memantau keberhasilan program ini serta mengajukan penyesuaian kebutuhan sesuai dengan perkembangan di lapangan.
Pembangunan pertanian di Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, tetapi juga melibatkan peran aktif institusi keamanan seperti Polri. Dengan bantuan KUR, petani diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah, dan memperkuat posisi mereka di pasar. Sigit menambahkan bahwa keberhasilan program ini tergantung pada kesinambungan dukungan dari pemerintah dan masyarakat.
Program Poktan Jagung yang Berhasil
Kapolri mengungkapkan bahwa hingga saat ini, program pembinaan Poktan jagung telah mencapai 714 kelompok tani yang berada di bawah binaan Polri. Poktan-poktan ini tersebar di 42 Polres yang meliputi 8 Polda di seluruh Indonesia. Total pinjaman yang telah disalurkan mencapai Rp30,03 miliar, dengan jumlah tersebut digunakan untuk pengembangan usaha pertanian yang berkelanjutan. Sigit menyampaikan bahwa keberadaan Poktan jagung menjadi bukti bahwa pertanian dapat menjadi tulang punggung perekonomian pedesaan.
Kapolri juga menekankan bahwa pembangunan pertanian harus berbasis pada kebutuhan sebenarnya dari masyarakat. “Aspirasi petani harus menjadi bahan pertimbangan utama dalam kebijakan pembangunan,” ujarnya. Dalam konteks ini, kredit yang disalurkan melalui KUR menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan daya saing pertanian Indonesia di tingkat global. Sigit berharap program ini dapat diperluas ke sektor pertanian lainnya, seperti sayuran dan perkebunan, untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kapolri telah menyampaikan gagasan serupa kepada lembaga keuangan dan pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang Polri dalam mendukung sektor pertanian. Sigit menambahkan bahwa selain KUR, pihaknya juga menggencarkan pelatihan bagi petani tentang manajemen usaha dan teknologi pertanian modern. “Dengan menggabungkan akses keuangan dan peningkatan kompetensi, petani akan memiliki peluang lebih besar untuk sukses,” pungkasnya.
