Celebrity

Twilite Orchestra Gandeng Solois Internasional di Konser Anniversary, Addie MS Ungkap Pesan Haru

Foto : Mary Miller - partaiberita.com

Twilite Orchestra Gandeng Solois Internasional di Konser Anniversary

Partaiberita.com – Jakarta – Orkestra legendaris Indonesia, Twilite Orchestra Gandeng Solois Internasional dalam sebuah konser spesial yang akan memperingati perjalanan panjang mereka selama tiga dekade. Pertunjukan bertajuk “Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert” ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 6 September 2026. Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini akan diselenggarakan di Aula Simfonia Jakarta, kawasan Kemayoran, dan menghadirkan kolaborasi musik yang luar biasa.

Sejarah dan Perjuangan Berdiri

Addie MS, pendiri Twilite Orchestra, menceritakan bahwa pembentukan orkestra ini penuh dengan tantangan. Pada tahun 1991, ekosistem musik simfonik di Indonesia masih sangat minim dukungan. Banyak pihak yang meragukan kemampuan orkestra untuk bertahan, bahkan memprediksi bahwa mereka tidak akan bertahan lebih dari dua bulan. Namun, berkat rahmat Allah SWT dan dukungan berbagai pihak, Twilite Orchestra berhasil berdiri kokoh hingga saat ini.

Saya tidak membayangkan Allah SWT mengizinkannya saya bersama TO (Twilite Orchestra) bisa berkarya hingga hari ini. Di awal berdirinya TO, beberapa rekan saya berkomentar bahwa kami tidak akan bertahan lebih dari 2 bulan, karena ekosistem musik simfonik yang memang sangat tidak kondusif saat itu (1991).

Dukungan dari sahabat, sponsor, media, dan keluarga menjadi pilar utama ketahanan orkestra ini. Namun, sosok yang paling berjasa adalah Indra Bakrie. Beliau tidak hanya menguatkan Addie MS secara finansial, tetapi juga memberikan motivasi agar orkestra tidak mundur saat niat untuk berhenti muncul di awal perjalanan. Alhamdulillah, dukungan ini terus berlanjut hingga saat ini, bahkan dilanjutkan oleh putri tercintanya, Adinda Bakrie.

Repertoar Musik yang Beragam

Dalam perayaan 35 tahun ini, Twilite Orchestra akan menyajikan program konser yang merefleksikan perjalanan musikal mereka sejak tahun 1991 hingga sekarang. Repertoar yang ditampilkan mencakup berbagai genre, mulai dari musik film, musik video game, Broadway musical, musik klasik, opera, hingga lagu daerah Indonesia. Beberapa karya yang akan dibawakan antara lain Die Fledermaus Overture karya Johann Strauss II, Liberi Fatali dari Nobuo Uematsu, serta Phantom of the Opera ciptaan Andrew Lloyd Webber.

Selain itu, Fantasia Nusantara yang diciptakan oleh Addie MS sendiri juga akan menjadi salah satu highlight pertunjukan. Operatic pieces yang akan ditampilkan meliputi Nessun dorma dan Sempre libera dari Giuseppe Verdi, serta March of the Toreadors dari Opera Carmen karya Georges Bizet. Berbagai karya lainnya juga akan memperkaya suasana konser dan memberikan pengalaman musik yang tak terlupakan bagi para penonton.

Kolaborasi dengan Solois Internasional

Konser ini menghadirkan tiga penampil solo yang akan berkolaborasi dengan 74 musisi Twilite Orchestra. Salah satunya adalah Meechot Marrero, penyanyi soprano dari Sydney Opera House yang akan tampil bersama Oswin Wilke, salah satu tenor terbaik Indonesia. Kehadiran Rama Widi sebagai harpis utama Indonesia saat ini juga menjadi daya tarik tersendiri dalam pertunjukan ini. Kolaborasi antara musisi lokal dan internasional ini menunjukkan bahwa Twilite Orchestra Gandeng Solois Internasional telah mencapai standar dunia dalam setiap pertunjukan mereka.

Konser anniversary ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Twilite Orchestra terus berkomitmen untuk memajukan musik simfonik di Indonesia dan membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

Leave a Comment