OVO dan Bank Indonesia Gelar Fintech Academy di Unpad, Dihadiri 10.000 Maba
Table of Contents
Program Edukasi Keuangan Digital Capai 10.000 Mahasiswa Baru UNPAD
Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Jadi Fokus Utama
Partaiberita.com – Berdasarkan data terbaru dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat kesenjangan mencapai 14,05 poin persentase antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. Angka ini menjadi dasar penting bagi berbagai inisiatif edukasi finansial yang bertujuan menjembatani gap tersebut.
Dalam upaya merespons tantangan ini, OVO dan Bank Indonesia secara bersama-sama menyelenggarakan Fintech Academy. Kolaborasi ini didukung oleh MoneyFestasi sebagai mitra strategis. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (PRABU UNPAD 2026) yang berlangsung di Jatinangor.
Menjangkau Generasi Muda dengan Pendekatan Relevan
Acara ini mengangkat tema “Literasi Digital untuk Generasi Muda, Bijak di Media Sosial dan Bertransaksi di Era Digital”. Sebanyak 10.000 peserta orientasi mahasiswa baru mendapatkan materi edukasi literasi keuangan. Program dirancang khusus untuk membekali para mahasiswa dengan pemahaman mendasar mengenai pengelolaan keuangan pribadi serta keamanan dalam bertransaksi digital sejak awal masa perkuliahan.
Fintech Academy memiliki visi untuk memperluas akses edukasi keuangan digital melalui pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Melalui jangkauan ke berbagai kampus di seluruh Indonesia, OVO berharap dapat memastikan bahwa edukasi keuangan digital tersebar merata ke berbagai daerah.
Pembicara Ahli Berbagi Wawasan
Talk show interaktif menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman. Di antaranya adalah Junanto Herdiawan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Karaniya Dharmasaputra selaku Presiden Direktur OVO, serta Rista Zwestika yang berperan sebagai Financial Planner.
Edukasi ini menjadi relevan di tengah kesenjangan sebesar 14,05 poin persentase antara tingkat inklusi dan literasi keuangan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is OVO dan Bank Indonesia Gelar Fintech?
OVO dan Bank Indonesia Gelar Fintech is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does OVO dan Bank Indonesia Gelar Fintech matter?
OVO dan Bank Indonesia Gelar Fintech matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
