Borneo FC Gagal Rebut Juara, Alihkan Fokus ke Kompetisi Asia
What Happened During musim liga domestik 2025-2026 menjadi bahan pembicaraan utama setelah Borneo FC harus puas menjadi runner-up Super League. Kesempatan untuk meraih gelar juara musim ini terlewatkan, tetapi klub berjuluk Pesut Etam langsung menunjukkan perubahan arah strategi mereka. Fokus baru bergerak ke kompetisi Asia, yang akan menjadi ajang penting untuk menguji kemampuan tim sepanjang musim depan.
Hasil Liga Super: Borneo FC Dipecundangi Persib Bandung
Borneo FC memperoleh tiket ke AFC Challenge League (ACGL) 2026-2027 setelah berada di posisi kedua klasemen akhir Super League. Dalam pertandingan pamungkas, mereka menghadapi Malut United dan menang telak 7-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026) sore WIB. Meski memperoleh 79 poin selama musim, kalah head-to-head dari Persib Bandung yang menjadi juara mengharuskan mereka mengakui kegagalan ini. Fokus What Happened During di sini jelas mengarah pada pergeseran prioritas klub.
Borneo FC sebelumnya diharapkan menjadi pesaing kuat untuk gelar juara, terutama setelah menunjukkan performa konsisten di beberapa laga krusial. Namun, di babak akhir kompetisi, mereka sempat mengalami naik turun yang memengaruhi kans mereka. Pengumuman keputusan untuk mengalihkan fokus ke Asia dilakukan setelah tim mempertimbangkan kekuatan lawan di kompetisi Asia dan peluang untuk membangun basis penggemar baru.
Strategi Baru: Menjajaki Ajang Asia
Klub Kalimantan ini mulai membangun strategi untuk bersiap menghadapi ACGL, yang akan menjadi jendela untuk menembus level internasional. Pergeseran prioritas ini tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang pembinaan pemain muda dan pengembangan infrastruktur. Borneo FC mengungkapkan bahwa What Happened During di Liga Super justru memberi pelajaran berharga untuk menghadapi tantangan lebih besar di Asia.
Sejumlah pemain utama telah diperkuat untuk menghadapi laga-laga di Asia, sementara pelatih menegaskan bahwa ini adalah momen untuk membangun kembali semangat tim. Kehadiran AFC Challenge League memberi peluang bagi klub untuk menunjukkan identitas baru, terlepas dari kegagalan dalam mencuri gelar juara. Dengan keberhasilan memperoleh tiket, Borneo FC menegaskan komitmen untuk membangun kompetisi yang lebih besar.
Keputusan ini juga diterima dengan baik oleh publik Samarinda, yang tetap mendukung tim dalam semua kondisi. Meski kecewa dengan hasil akhir Liga Super, banyak penggemar mengharapkan penampilan lebih baik di kompetisi Asia. What Happened During musim ini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen, sekaligus semangat untuk menapaki level baru. Target pelatih dan pemain pun mulai tertuju pada ajang Asia sebagai langkah awal menuju ambisi jangka panjang.
