Naik dari Tahun Lalu, Pemprov DKI Salurkan 220 Hewan Kurban di Iduladha 1447 H
Naik dari Tahun Lalu – Pada Iduladha 1447 H, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program penyembelihan hewan kurban dengan total 220 ekor hewan, terdiri dari 210 sapi dan 10 kambing. Ini merupakan angka yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, setelah mengikuti salat id di Halaman Balai Kota, Rabu (27/5/2026). Pemprov DKI terus berupaya memperluas cakupan distribusi daging kurban untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kualitas dan kuantitas pangan.
Proses Distribusi dan Lokasi Penyembelihan
Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rano.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Pemprov DKI telah meninjau beberapa titik lokasi penyembelihan dan penyaluran daging kurban. Lokasi utama yang menjadi fokus pihaknya adalah Tamansari, Jakarta Barat, serta Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena memiliki aksesibilitas yang baik dan keberlanjutan dalam pengelolaan daging kurban bagi warga sekitar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Noor Kusumah, mengungkapkan bahwa seluruh hewan kurban telah melalui proses seleksi ketat untuk memastikan kualitas daging yang diberikan kepada masyarakat. “Kami memprioritaskan hewan yang sehat dan berkualitas agar masyarakat mendapatkan manfaat maksimal,” katanya. Proses ini dilakukan dengan menggandeng peternak lokal yang telah terverifikasi.
Peningkatan Volume Kurban Tahun Ini
Peningkatan jumlah hewan kurban yang di salurkan oleh Pemprov DKI Jakarta ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Menurut data yang dihimpun, jumlah hewan kurban tahun ini naik dari Tahun Lalu, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan akan daging segar. Pemprov DKI juga berupaya memperluas kerja sama dengan organisasi-organisasi masyarakat dan kelompok kurban untuk memastikan distribusi yang merata.
Di samping itu, Rano Karno menekankan bahwa pengelolaan limbah hewan kurban menjadi bagian penting dari program ini. “Pengelolaan sampah dari hewan kurban telah berjalan efektif, bahkan para penyembelih mampu mengolah limbah secara mandiri,” tuturnya. Hal ini membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari proses kurban. Pemprov DKI juga menyediakan fasilitas pengolahan sampah terpusat di beberapa titik distribusi.
Kerja Sama dengan Masyarakat dan Umat Muslim
Kurban merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan sejak dulu, dan Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan umat muslim. “Kami bekerja sama dengan berbagai kelompok kurban untuk memastikan distribusi daging terlaksana secara efisien,” jelas Noor Kusumah. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan logistik dan dana untuk mendukung kegiatan kurban di berbagai wilayah DKI Jakarta. Kerja sama ini diharapkan dapat terus ditingkatkan tahun depan agar lebih banyak warga dapat menikmati manfaat dari program tersebut.
Dalam rangka meningkatkan transparansi, Pemprov DKI juga mengungkapkan bahwa proses penyembelihan hewan kurban diawasi oleh petugas dinas terkait. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan yang disembelih memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Rano Karno menambahkan bahwa keberhasilan program ini berkat partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keluarga besar.
