Israel Serang Gaza di Malam Iduladha, Tewaskan Setidaknya 9 Orang
Israel Serang Gaza di Malam Iduladha – Malam Iduladha, Selasa (26 Mei 2026), menjadi malam yang berdarah bagi warga Gaza setelah tentara Israel meluncurkan serangan udara yang mengakibatkan kematian minimal 9 orang. Serangan ini dilakukan meski gencatan senjata masih berlangsung, dengan target utama berupa bangunan tempat tinggal di Rimal Selatan, wilayah barat Kota Gaza. Serangan tersebut menewaskan tiga warga Palestina dan melukai 20 orang lainnya, menurut laporan dari TRT dan sumber lokal.
Korban dan Detail Serangan
Dalam peristiwa ini, korban tewas tercatat di beberapa lokasi strategis. Di Rimal Selatan, pesawat tempur Israel melepaskan rudal yang menyerang area hunian, menyebabkan kerusakan parah dan kehilangan nyawa. Saksi mata melaporkan bahwa udara terasa bergetar keras akibat ledakan dan asap menyebar ke seluruh kawasan. Di sisi lain, serangan di wilayah Al-Mawasi, Khan Younis, mengakibatkan dua korban tewas, dengan kondisi tubuh yang terbakar berat.
Seorang saksi mata mengungkapkan bahwa rudal Israel jatuh tepat di tengah permukiman penduduk, memicu kepanikan yang meluas. “Pesawat tempur Israel melepaskan rudal yang menyebabkan kerusakan parah di daerah itu,” katanya. Sementara itu, dalam serangan terpisah di Maghazi, Gaza Tengah, empat warga juga menjadi korban. Pada fajar, tenda pengungsi di Khan Younis kembali disasar, menimbulkan satu korban luka.
Korban yang tercatat dalam serangan malam Iduladha menunjukkan keterlibatan militer Israel dalam berbagai operasi. Dari data terkini, setidaknya 9 orang tewas dalam rangkaian serangan tersebut, dengan jumlah korban luka mencapai puluhan. Peristiwa ini mengingatkan kembali akan ketegangan yang berkepanjangan di wilayah Palestina, terutama di Kota Gaza. Serangan-serangan semacam ini sering kali terjadi di malam hari sebagai strategi untuk mengurangi jumlah korban sipil.
Konteks Konflik dan Respons Internasional
Konflik antara Israel dan Palestina telah berlangsung dalam skala besar sejak akhir tahun 2023, dengan peningkatan intensitas serangan udara dan tembakan artileri. Malam Iduladha tahun ini menjadi salah satu momen kritis dalam perang ini, karena serangan di Rimal Selatan mengakibatkan kerusakan besar di wilayah yang umumnya dihuni keluarga kecil. Menurut pengamat, peristiwa tersebut menggambarkan upaya Israel untuk memperketat kontrol militer di daerah terisolasi.
Reaksi internasional terhadap serangan ini menunjukkan kekhawatiran akan dampak kemanusiaan. Beberapa organisasi kemanusiaan menyebutkan bahwa jumlah korban tewas dan luka terus meningkat, terutama di daerah yang tidak terlindungi oleh benteng pertahanan. Organisasi HAMAS dan Fatah juga mengkritik tindakan Israel, menyebutnya sebagai bagian dari rencana pengamanan yang mengorbankan penduduk sipil.
Dalam pernyataannya, pihak militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut bertujuan menghancurkan sumber kekuatan teroris di Gaza. Mereka menyatakan bahwa operasi dilakukan setelah terjadi pelanggaran keamanan, termasuk serangan terhadap pasukan mereka di wilayah berdekatan. Namun, pihak Palestina menekankan bahwa serangan udara pada malam Iduladha disasar secara sengaja, dengan korban kecil termasuk wanita dan anak-anak.
Berita tentang Israel Serang Gaza di Malam Iduladha telah menyebar ke berbagai media, termasuk situs berita lokal dan internasional. Laporan yang diterbitkan menunjukkan bahwa operasi ini tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga menambah tekanan pada pemerintah Palestina untuk memperkuat strategi pertahanan. Meski demikian, beberapa warga masih mengunggah video dan gambar serangan tersebut di media sosial, memicu gelombang kecaman di tingkat global.
