News

Polri Bekuk Buronan Penyelundup Narkoba dari Malaysia ke Riau – Diduga Jaringan Ramzi

Polri Bekuk Buronan Penyelundup Narkoba dari Malaysia ke Riau – Diduga Jaringan Ramzi

Operasi Penangkapan Tersangka Narkoba Lintas Batas

Polri Bekuk Buronan Penyelundup Narkoba – Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dit Tipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil menangkap Muhammad Zaki, seorang buronan penyelundup narkoba yang dikirim dari Malaysia ke Provinsi Riau. Penangkapan ini terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026, di Hotel City Dumai, Riau, sebagai bagian dari upaya mengungkap jaringan perdagangan narkotika yang mencurigakan. Tersangka Zaki diduga sebagai perantara dalam pengiriman sabu, dengan total berat 11.445 gram yang dikirim melalui perairan Bengkalis. Polri Bekuk Buronan Penyelundup Narkoba ini menunjukkan komitmen lembaga penegak hukum dalam menekan peredaran gelap narkoba lintas batas.

“Muhammad Zaki berperan sebagai perantara antara tekong laut dan gudang penyimpanan barang ilegal yang dikendalikan oleh narapidana atas nama Ramzi di Rutan Dumai,” jelas Brigjen Eko Hadi Santoso, Kepala Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, dalam konferensi pers Rabu (27/5/2026).

Penangkapan Zaki adalah hasil dari penyelidikan yang intensif, dengan petugas melakukan operasi penyergapan dan penggeledahan terhadap kamar hotel tempat ia berada. Meski dalam proses tersebut tidak ditemukan narkoba langsung, tim berhasil menyita dokumen serta barang-barang yang dikaitkan dengan kegiatan penyelundupan. Polri Bekuk Buronan Penyelundup Narkoba ini menegaskan bahwa pihak berwajib tidak hanya fokus pada keberadaan barang bukti, tetapi juga melacak jejak transaksi dan alur distribusi narkoba dari sumber yang jauh.

Struktur Jaringan dan Peran Narapidana Ramzi

Kasus narkoba yang diungkap ini diduga terkait erat dengan jaringan Ramzi, narapidana yang dikenal aktif mengendalikan distribusi barang haram dari dalam penjara Dumai. Menurut sumber kepolisian, Ramzi, seorang tersangka utama, dikabarkan menjadi pengendali logistik dan pengatur pengiriman narkoba melalui jalur laut. Zaki, sebagai perantara, bertugas menghubungkan tekong laut dengan gudang penyimpanan, menunjukkan kompleksitas jaringan transaksi yang mengintegrasikan elemen dari luar dan dalam penjara.

“Zaki terlibat dalam rangkaian kegiatan penyelundupan narkoba yang dirancang secara terorganisir. Jaringan ini beroperasi secara rutin, dengan sabu dikirim ke Riau dan kemudian didistribusikan ke wilayah lain,” tambah Eko dalam rilis kepolisian.

Kepolisian juga menyebutkan bahwa operasi ini adalah bagian dari strategi pencegahan penggunaan narkoba yang memanfaatkan teknologi informasi dan kerja sama antar negara. Perairan Bengkalis, yang menjadi jalur utama pengiriman, telah dikenal sebagai tempat paling rentan untuk kegiatan penyelundupan gelap. Polri Bekuk Buronan Penyelundup Narkoba ini menegaskan bahwa kasus ini mengungkap kemampuan jaringan kriminal untuk beroperasi dalam sistem penjara, memanfaatkan kebebasan akses ke sumber daya manusia.

Kasus Sabu dan Dampak Pada Wilayah Riau

Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bahwa 11 bungkus sabu yang dikirim dari Malaysia melalui Bengkalis memiliki nilai jual tinggi dan potensi keuntungan besar. Penangkapan Zaki tidak hanya menangkap individu, tetapi juga mengungkap peran penting penjara Dumai dalam menopang bisnis ilegal narkoba. Selain itu, operasi ini memberikan dampak signifikan pada upaya penurunan konsumsi narkoba di Riau, dengan menghentikan rantai pasok yang berpotensi menyebarkan kecanduan ke masyarakat.

“Kasus ini menjadi bukti bahwa narkoba tidak hanya mengalir dari luar negeri, tetapi juga didukung oleh sistem internal yang kuat, seperti jaringan Ramzi,” kata sumber dari Densus Narkoba, yang memberikan detail tambahan tentang hubungan antara narapidana dan pelaku di luar penjara.

Menurut laporan, operasi penangkapan ini memakan waktu beberapa bulan, dengan petugas melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap aktivitas Zaki. Polri Bekuk Buronan Penyelundup Narkoba tersebut telah memberikan bukti bahwa ancaman narkoba terus berkembang, bahkan hingga memanfaatkan jalur luar penjara. Dengan menangkap Zaki, Polri mencoba menggagalkan aksi distribusi narkoba yang bisa mengakibatkan peningkatan jumlah pengguna narkoba di daerah-daerah pesisir Riau.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya kerja sama antar institusi dalam menangkal peredaran narkoba. Tim kepolisian bekerja sama dengan lembaga lain di Malaysia untuk memantau alur barang ilegal dan mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam pengiriman. Polri Bekuk Buronan Penyelundup Narkoba ini menunjukkan bahwa jaringan narkoba lintas batas bisa terdeteksi melalui penggunaan teknologi dan strategi penyelidikan yang terpadu.

Leave a Comment