News

Waisak 2026 – Ribuan Liter Eco Enzyme Dituang ke Sungai Sentiong Sunter

Waisak 2026, Eco Enzyme Disiramkan ke Sungai Sentiong Sunter

Jakarta, 11 Mei 2026

Waisak 2026 – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, yang merupakan bagian dari Kementerian Agama, menyatakan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari praktik kebajikan dalam ajaran Buddha. Hal ini mencerminkan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. “Kemenag telah melaksanakan kegiatan karya kebajikan selama dua tahun berturut-turut, berlangsung selama sebulan penuh,” tutur Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, pada Senin (11/5/2026).

“Kegiatan ini melibatkan agama, bangsa, negara, serta kehidupan secara keseluruhan, termasuk alam semesta,” imbuh Supriyadi.

Dalam rangkaian acara Vesakha Sananda 2570 BE, Kemenag menggelar Gerakan Eco Enzyme. Sebanyak 5.770 liter cairan ramah lingkungan tersebut dituangkan ke Sungai Sentiong Sunter. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan keseriusan menjaga kualitas air dan ekosistem.

“Menuangkan Eco Enzyme ke sungai adalah bentuk kepedulian umat Buddha dan masyarakat terhadap lingkungan,” ujar Supriyadi.

Menurut Supriyadi, kegiatan ini memberikan dampak signifikan pada lingkungan. “Dengan aksi sederhana ini, kita bisa melindungi kelestarian alam,” tegasnya. Eco Enzyme, yang merupakan hasil fermentasi limbah organik, diyakini mampu mengurangi polutan kimia serta memperbaiki kondisi air. Sebelumnya, pada 7 Mei, eco-enzyme dibuat secara serentak di 34 provinsi. Hari ini, 10 Mei, diadakan gerakan penyuangan eco-enzyme bersama para penggiat lingkungan di seluruh Indonesia.

Leave a Comment