Rata dengan Tanah: Kondisi Permukiman Pasar Jiung Kemayoran Usai Kebakaran Hebat
Rata dengan Tanah – Kejadian kebakaran besar di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/6/2026), telah meninggalkan dampak luar biasa pada permukiman sekitar. Kebakaran yang menghancurkan terekam jelas dalam ingatan warga, dengan sebagian besar bangunan di wilayah tersebut rata dengan tanah. Api berhasil dipadamkan, tetapi aroma asap masih menggantung di udara, memperburuk kondisi setelah bencana. Banyak dari penduduk yang tinggal di sana kini berjuang untuk bangkit dari kerugian yang menghiasi hidup mereka.
Detail Kerusakan di Pasar Jiung
Kondisi Pasar Jiung setelah kebakaran menunjukkan tingkat kerusakan yang parah. Bangunan pedagang, kios, dan rumah warga hampir tidak tersisa, dengan banyak bagian struktur hancur total. Beberapa bangunan yang sempat terlepas dari api masih dalam kondisi rusak berat, sementara lainnya runtuh sepenuhnya. Meski upaya pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api, sejumlah area tetap menjadi korban besar, dengan lantai, dinding, dan atap yang rata dengan tanah.
Kebakaran ini tidak hanya menghancurkan fisik bangunan, tetapi juga merusak mata pencaharian warga. Pasar Jiung, yang sebelumnya menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi banyak keluarga, kini hening. Dengan sebagian besar kios dan toko mati, kondisi permukiman ini terlihat sangat miris. Namun, di tengah kehancuran, ada upaya dari warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa digunakan kembali.
Upaya Pemulihan dan Dukungan Masyarakat
Dalam upaya pemulihan, sejumlah warga berjibaku untuk mengumpulkan material bangunan yang masih layak. Seng, besi, dan bahan-bahan lain yang tersisa menjadi sumber harapan mereka untuk membangun kembali rumah atau usaha. Sementara itu, organisasi dan komunitas setempat turut memberikan bantuan, baik berupa logistik maupun dukungan moral. Banyak dari mereka yang menyatakan bahwa kondisi permukiman yang rata dengan tanah menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapan bencana.
Pemadam kebakaran dan petugas pemadam dari kecamatan setempat juga memberikan pernyataan bahwa kebakaran bermula dari sumber yang tidak jelas, namun cepat merambat karena kondisi lingkungan yang rapat. Beberapa warga mengatakan bahwa api terlihat tidak bisa dihindari, karena bangunan-bangunan berdekatan saling terhubung. “Kebakaran ini benar-benar menghancurkan segalanya,” ungkap salah satu warga yang tinggal di dekat lokasi.
Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, dengan sekitar 50 rumah warga dan 20 kios yang terbakar. Perkiraan ini dikeluarkan oleh petugas pemadam kebakaran setelah melaksanakan evaluasi di lapangan. Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Pemadam menyatakan bahwa tindakan cepat mereka mencegah adanya penyebaran lebih luas ke wilayah lain.
