Latest Program: Pemerintah Siapkan Dapur Susu Indonesia untuk MBG dengan Modal Rp5 Miliar
Program DASI Mendorong Kemandirian Industri Susu Nasional
Latest Program – Program terbaru yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) adalah Dapur Susu Indonesia (DASI), yang bertujuan memperkuat ekosistem industri susu dalam negeri. DASI juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memberikan asupan gizi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menjelaskan bahwa model ini merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan susu lokal dengan modal yang terjangkau. DASI diharapkan menjadi solusi yang memungkinkan peternak sapi perah beroperasi efisien, sekaligus menjawab tantangan pasokan susu yang terus meningkat seiring penyebaran MBG.
Modal Rp5 Miliar untuk 10 SPPG
DASI dilengkapi dengan skema modal yang terjangkau, yaitu sekitar Rp5 miliar per unit. Modal ini dapat digunakan peternak untuk membangun fasilitas pengolahan susu yang berdiri sendiri, sehingga mampu memenuhi kebutuhan susu bagi sekitar 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekitarnya. Dalam sebuah wawancara, Makmun mengatakan, “
Dapur Susu Indonesia, ini yang kita ingin dorong. Kami sudah buat prototipenya. Dengan modal mungkin di bawah Rp5 miliar itu sudah bisa membuat satu unit dapur susu begitu yang kemudian bisa menyuplai sekitar 5 sampai 10 SPPG di sekitarnya,
” menjelaskan bahwa model DASI diharapkan memberikan akses langsung ke pasar yang stabil bagi para peternak.
Kementerian Pertanian memandang DASI sebagai program inovatif yang menyeimbangkan antara kebutuhan pemerintah dan kemampuan peternak lokal. Dengan pendekatan offtake, DASI menghubungkan produsen susu langsung dengan konsumen, mengurangi risiko ketergantungan pada distribusi eksternal. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor peternakan, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan susu bagi program MBG.
Kolaborasi dengan Badan Gerakan Nasional (BGN)
Untuk memastikan keberhasilan DASI, Kementan bekerja sama dengan Badan Gerakan Nasional (BGN) yang bertugas mengelola pengadaan susu. Makmun menegaskan bahwa skema ini memberikan jaminan pasar bagi para peternak, sehingga mereka memiliki kepercayaan untuk meningkatkan produksi. “Kita berharap semua para peternak ini berlomba nih untuk beternak sapi perah. Apa jaminannya? Jaminannya di-offtake oleh BGN,” ujarnya.
Kolaborasi antara Kementan dan BGN juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam pengembangan industri susu. DASI tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada distribusi yang cepat dan efisien. Dengan model ini, peternak tidak lagi khawatir akan kelebihan pasokan atau permintaan yang tidak pasti, karena ada jaminan bahwa susu yang dihasilkan akan langsung diserap oleh SPPG. Selain itu, DASI diharapkan menjadi contoh terbaik dalam implementasi program terbaru yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Langkah Strategis untuk Kemandirian Pangan
Program DASI disusun sebagai bagian dari rencana strategis pemerintah dalam meningkatkan kemandirian pangan nasional. Dengan meningkatkan produksi susu lokal, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor, terutama untuk kebutuhan program MBG. Makmun menambahkan bahwa keberadaan DASI akan menciptakan ekosistem susu yang lebih sehat, dengan rantai pasok yang lebih pendek dan lebih terjangkau.
Kebijakan ini juga memberikan peluang baru bagi masyarakat pedesaan, khususnya peternak sapi perah. Dengan modal Rp5 miliar per unit, para peternak dapat mengembangkan usaha mereka secara mandiri, sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang lebih luas. DASI tidak hanya menjadi program terbaru yang mengakomodasi kebutuhan MBG, tetapi juga menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Antisipasi Tantangan Pasar
Menurut Makmun, salah satu tantangan utama dalam pengembangan industri susu adalah ketidakpastian pasar. DASI dan skema offtake dari BGN bertujuan menjawab masalah ini dengan menciptakan kepastian pasokan susu yang berkelanjutan. Dengan adanya kebijakan terbaru ini, peternak tidak lagi perlu menunggu permintaan eksternal, karena mereka sudah memiliki kontrak jangka panjang dengan SPPG.
Program DASI juga diharapkan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas susu nasional. Dengan memastikan produksi yang stabil dan berkelanjutan, pemerintah bisa memenuhi target konsumsi susu yang meningkat. Makmun menegaskan bahwa program terbaru ini akan memberikan dampak signifikan dalam menurunkan biaya produksi dan meningkatkan daya saing industri susu Indonesia di tingkat internasional.
