Kunjungan ke Indonesia, Ramos Horta Diskusikan Perdamaian Timor-Leste dan Konflik Palestina-Israel
Key Discussion – Jakarta – Pada Selasa, 2 Juni 2026, mantan Presiden Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, melakukan kunjungan ke Jakarta sebagai bagian dari Key Discussion yang mengusung tema perdamaian. Selama pertemuan di ERIA School of Government, ia menjelaskan tantangan politik, sosial, dan ekonomi yang dihadapi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Timor-Leste, dalam mencapai resolusi konflik. Pemimpin kongres ini juga mengungkapkan perspektifnya terkait perang antara Palestina dan Israel, yang menurutnya masih menjadi isu utama dalam diplomasi global.
Proses Rekonsiliasi Timor-Leste
Sebagai tokoh penting dalam sejarah Timor-Leste, Ramos Horta menekankan bahwa mencapai perdamaian tidak selalu memerlukan proses hukum yang ketat. Ia menyoroti pengalaman negara ini, yang berhasil membangun kembali hubungan dengan Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan pada 1975. Menurutnya, persahabatan antara kedua negara tidak hanya berakar pada kepentingan politik, tetapi juga pada komitmen untuk melangkah maju, meski masih ada luka historis. “Key Discussion ini menggarisbawahi bahwa perdamaian adalah proses dinamis, bukan hanya pengadilan masa lalu,” ujarnya dalam Key Discussion tersebut.
“Jika kami mulai mengadili semua orang yang pernah berada di pihak berbeda, lalu dari mana kami harus memulainya?”
Dalam Key Discussion yang diadakan oleh ERIA School of Government, Ramos Horta mengatakan bahwa pemerintah Timor-Leste memilih jalan rekonsiliasi sebagai bentuk keberanian dalam menghadapi masa depan. Ia juga membicarakan peran tokoh Indonesia seperti B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri, yang membantu proses transisi Timor-Leste menuju kemerdekaan. Menurutnya, key discussion seperti ini penting untuk membangun kesepahaman antar bangsa, terutama dalam konteks hubungan Timor-Leste dan Indonesia yang terus berkembang.
Key Discussion tentang Konflik Palestina-Israel
Di sisi lain, Ramos Horta menyebut konflik Palestina-Israel sebagai salah satu isu yang tetap relevan dalam Key Discussion internasional. Ia menilai bahwa perang berkepanjangan di Timur Tengah tidak akan memberikan solusi yang adil bagi kedua belah pihak. “Key Discussion menggarisbawahi bahwa solusi dua negara tetap menjadi jalan paling realistis untuk mencapai perdamaian,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman Timor-Leste bisa menjadi referensi bagi negara-negara lain yang sedang melalui proses perjuangan kemerdekaan dan rekonsiliasi.
“Hubungan yang terjalin saat ini menunjukkan bahwa persahabatan dapat tumbuh bahkan dari sejarah yang penuh tantangan,”
Ramos Horta juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar negara dalam menyelesaikan konflik global. Dalam Key Discussion, ia menyebut bahwa Timor-Leste dan Indonesia menjadi contoh bagus bagaimana dua bangsa bisa membangun kembali kepercayaan setelah masa konflik. Ia berharap Key Discussion serupa dapat diadakan di tingkat internasional, terutama untuk mempercepat proses perdamaian di Timur Tengah. “Key Discussion adalah alat untuk memperkuat komunikasi, bukan hanya sekadar diskusi formal,” imbuhnya.
Kunjungan Ramos Horta ke Jakarta ini diharapkan dapat meningkatkan dialog antar bangsa dan memperkaya wawasan tentang perdamaian. Dengan Key Discussion yang diselenggarakan secara terbuka, para pemimpin negara bisa berbagi pengalaman dan strategi untuk mengatasi tantangan kemanusiaan. Dalam Key Discussion ini, ia juga menyoroti pentingnya dukungan internasional bagi Timor-Leste, terutama dalam menghadapi isu-isu politik dan ekonomi yang mengancam stabilitas daerah tersebut.
Sebagai bagian dari Key Discussion, pembicaraan ini menunjukkan komitmen Ramos Horta untuk terus berperan dalam diplomasi Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa keberhasilan perdamaian Timor-Leste tidak hanya bergantung pada sejarah, tetapi juga pada keinginan bersama untuk menghindari perang. “Key Discussion memperkuat konsensus bahwa perdamaian adalah jalan terbaik untuk mengakhiri konflik,” pungkasnya. Kunjungan ini diharapkan mendorong kerja sama yang lebih erat antara Timor-Leste dan Indonesia, serta menjadi inspirasi bagi negara-negara lain yang sedang membangun kembali keharmonisan setelah pertikaian.
