OTT Kantor Imigrasi Jakbar: KPK Sita 22 Kendaraan dan Ratusan Gram Logam Mulia
Operasi Penyergapan di Kantor Imigrasi Jakbar
OTT Kantor Imigrasi Jakbar – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat (Jakbar) pada Rabu (3/6/2026) menghasilkan barang bukti berupa 22 kendaraan, 11 sepeda, serta ratusan gram logam mulia. Penyergapan ini menjadi bagian dari upaya KPK dalam menangani kasus korupsi yang berkembang di lingkungan kantor imigrasi tersebut.
“KPK berhasil menyita sejumlah kendaraan, terdiri dari 7 mobil, 15 sepeda motor, serta 11 sepeda, sementara logam mulia berupa emas mencapai ratusan gram,” jelas Budi Prasetyo, juru bicara KPK, pada hari operasi.
Dalam penjelasannya, Budi juga menyebutkan bahwa tim investigasi memproses barang bukti lebih lanjut untuk pengungkapan kasus lebih rinci.
Proses dan Hasil Penyitaan
Dalam operasi penyergapan di Jakbar, KPK melibatkan sejumlah anggota tim investigasi yang bekerja intensif sejak pagi hari. Proses penyitaan dilakukan dengan cepat, mengingat barang bukti yang ditemukan menunjukkan indikasi pelanggaran hukum yang signifikan. Sejumlah kendaraan, termasuk sepeda MTB dan Brompton, disita sebagai bukti terkait praktik korupsi yang terjadi di kantor tersebut.
“Selain kendaraan, tim juga mengamankan logam mulia dalam bentuk emas, dengan estimasi berat mencapai ratusan gram,” tambah Budi Prasetyo.
KPK mengungkapkan bahwa seluruh barang bukti akan dianalisis untuk memperkuat bukti-bukti yang disiapkan dalam penyelidikan kasus korupsi ini.
Kantor Imigrasi Jakbar menjadi pusat perhatian karena kasus korupsi yang terungkap melibatkan penggunaan logam mulia sebagai alat transaksi. Berdasarkan informasi yang didapat, beberapa dari barang bukti tersebut diperoleh melalui penggeledahan yang dilakukan sebelumnya. Pemantauan Okezone menunjukkan bahwa truk pengangkut barang bukti tiba di lokasi sekitar pukul 17.58 WIB, membawa sembilan sepeda motor sebagai bagian dari hasil penyitaan.
“OTT ini menunjukkan komitmen KPK dalam menekan praktik korupsi di lembaga pemerintah,” kata Budi Prasetyo.
Dengan mengungkap barang bukti tersebut, KPK berharap dapat menemukan jaringan korupsi yang lebih luas.
Backgroud Kantor Imigrasi Jakbar
Kantor Imigrasi Jakarta Barat (Jakbar) adalah salah satu dari sejumlah kantor imigrasi besar di Indonesia yang mengelola administrasi keimigrasian untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebelumnya, lembaga tersebut dikenal sebagai salah satu tempat yang kerap menjadi target penyelidikan KPK karena dugaan keterlibatan pegawai dalam praktik suap dan gratifikasi. OTT pada hari ini menjadi operasi keempat yang dilakukan di kantor tersebut dalam tahun 2026, menunjukkan keseriusan KPK dalam menjaga integritas lembaga pemerintah.
Konteks dan Dampak Operasi
OTT Kantor Imigrasi Jakbar terjadi setelah adanya laporan dugaan korupsi yang mengarah pada operasi penyergapan berkoordinasi dengan pihak berwenang. Tindakan KPK ini dilakukan untuk mengamankan barang bukti sebelum bisa diserahkan ke penyidik lebih lanjut.
“Penyergapan dilakukan setelah tim investigasi menemukan bukti kuat bahwa ada praktik korupsi dalam pengelolaan dokumen keimigrasian,” ungkap Budi Prasetyo.
Dengan penyitaan ratusan gram logam mulia dan puluhan kendaraan, KPK memberi sinyal bahwa kasus ini bisa melibatkan pelaku yang lebih banyak.
Operasi OTT ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi di tingkat pemerintah pusat, tetapi juga merambat ke lembaga daerah seperti Kantor Imigrasi Jakbar. Tindakan KPK yang terus berjalan ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal.
“KPK berkomitmen untuk terus mengungkap kasus korupsi di berbagai sektor, termasuk di kantor imigrasi,” jelas Budi Prasetyo.
Dengan berbagai barang bukti yang disita, operasi ini memberikan gambaran lebih jelas tentang skala masalah dan kemungkinan jaringan korupsi yang terlibat.
