News

Visit Agenda: Silmy Karim Jadi Tersangka Korupsi, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi!

Silmy Karim Tersangka Korupsi, Mensesneg: Perang Melawan Korupsi

Visit Agenda – Jakarta, 4 Juni 2026 – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menghormati proses hukum terkait kasus korupsi yang melibatkan mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menyebutkan bahwa pemerintah juga terus berupaya memerangi tindak pidana korupsi sebagai bagian dari Visit Agenda nasional.

Proses Penyelidikan Masih Berlangsung

Menurut Prasetyo, investigasi terhadap Silmy Karim sedang berjalan secara transparan dan objektif. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghentikan penyelidikan atau penyidikan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga seperti Kejaksaan, Kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami yakin bahwa proses hukum ini akan menghasilkan keadilan yang sebenarnya, baik bagi pihak yang bersangkutan maupun masyarakat,” jelasnya dalam jumpa pers yang dihadiri oleh sejumlah jurnalis.

“Korupsi adalah musuh utama pemerintah, dan kami tidak ragu untuk melawan tindakan-tindakan yang merugikan keuangan negara. Visit Agenda juga menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen kita bersama dalam melawan praktik koruptif di berbagai lapisan pemerintahan,” tambah Prasetyo, yang mengucapkan rasa terima kasih kepada aparat penegak hukum yang terus bekerja ekstra.

Komitmen Pemerintah Terhadap Anti-Korupsi

Prasetyo menekankan bahwa penandatanganan surat pemberhentian Silmy Karim dari jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah bagian dari kebijakan yang lebih luas untuk menghadapi tindak pidana korupsi. “Visit Agenda ini menunjukkan bahwa pemerintah bersungguh-sungguh dalam memperbaiki sistem,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Mensesneg juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menekan praktik korupsi. Ia menyampaikan bahwa seluruh kementerian dan lembaga di bawah naungan pemerintah sudah sepakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya bersama memerangi korupsi. “Kami tidak hanya fokus pada tindakan yang telah dilakukan, tetapi juga pada pencegahan di masa depan,” terangnya.

Sebagai bagian dari Visit Agenda, pemerintah juga merencanakan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi di berbagai tingkat. Kebijakan ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya integritas dan transparansi dalam pelayanan publik. “Dengan Visi Agenda ini, kami ingin memberikan contoh konkret tentang komitmen untuk perang melawan korupsi,” tutup Prasetyo.

Leave a Comment