ART Terakhir Erin Wartia Kabur, Nekat Panjat Pagar Setinggi 2 Meter Meski Sempat Terjatuh
Latar Belakang Kabur Nekat Nur Rahmat
ART Terakhir Erin Wartia Kabur – Seorang ART bernama Nur Rahmat terpaksa melarikan diri dari kediaman Erin Wartia pada 27 Mei 2026, pukul 05.00 WIB. Dalam aksi kaburnya, ia hanya membawa uang sebesar Rp150.000 untuk menghindari kejaran satpam. Meski terlihat ringan, Nur memutuskan untuk nekat melompati pagar setinggi 2 meter yang menghalangi jalan keluar. Keputusan ini diambil setelah beberapa hari memikirkan kondisi keluarga yang membutuhkannya. “Saya memutuskan kabur karena merasa tidak tenang. Ibu Erin tidak mengizinkan saya menjenguk orangtua yang sedang sakit, bahkan setelah mereka dirawat di rumah sakit,” jelas Nur dalam wawancara eksklusif.
Proses Melarikan Diri yang Berisiko
Pagi hari itu, Nur Rahmat memanfaatkan kesempatan saat satpam sedang tidur lelap. Ia mengintip pos jaga dan memperkirakan waktu terbaik untuk melarikan diri. Dengan menggunakan sepatu, ia memanjat pagar yang terlihat licin karena hujan deras sebelumnya. Namun, dalam prosesnya, Nur sempat tergelincir dan hampir jatuh. “Saya sempat menggigil dan takut, tapi berusaha menenangkan diri. Akhirnya, saya berhasil melewati pos satpam dan berlari ke jalan raya,” katanya. Setelah keluar dari kompleks perumahan, Nur langsung menghubungi saudara yang menunggu di dekat tempat kerja.
“Kabur tanpa bawa apa-apa itu memang berisiko, tapi saya tak punya pilihan lain. Uang Rp155.000 itu menjadi penghalang utama,” tambah Nur. Ia mengungkapkan bahwa uang tersebut adalah uang hasil kerja selama beberapa bulan, yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pribadi.
Menurut pengakuan Nur, keputusan untuk kabur terakhir kali sebagai ART Erin Wartia diambil setelah seringnya dihina oleh majikan dan merasa tidak dihargai. Ia juga menyebutkan bahwa Erin sering mengabaikan komunikasi terkait kebutuhan keluarga. “Saya merasa seperti budak, bahkan dibuat merasa takut. Setelah tiga bulan bekerja, saya akhirnya memutuskan untuk pergi,” ujarnya. Kejadian ini sempat membuat geger warga sekitar, terutama karena posisi pagar yang cukup tinggi dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Dampak dari Aksi Kabur Nekat
Setelah berhasil kabur, Nur Rahmat langsung menuju rumah saudara di Bogor. Ia mengatakan bahwa aksi tersebut memicu reaksi dari pihak keluarga Erin. “Mereka kecewa, tapi saya tidak menyesal. Saya ingin hidup bebas dari tekanan,” katanya. Nur pun mengungkapkan bahwa ia masih berharap bisa kembali bekerja di masa depan, asalkan ada perubahan dalam hubungan dengan majikan. Aksi kaburnya pun menimbulkan perdebatan tentang hak pekerja rumah tangga di Indonesia.
“ART Terakhir Erin Wartia Kabur memang terkesan tiba-tiba, tapi ada sebab yang mendasar. Nur merasa tidak dihargai dan terus-menerus diancam dipaksa bekerja tanpa gaji yang layak,” kata seorang teman dekat Nur. Kebijakan pembayaran gaji yang tidak transparan dan pengawasan yang ketat dinilai sebagai faktor utama.
Sebagai ART terakhir yang kabur dari kediaman Erin Wartia, Nur Rahmat menjadi buah bibir di lingkungan sekitar. Banyak warga menyebutkan bahwa ini adalah kejadian langka, terutama karena pagar yang setinggi 2 meter. Namun, beberapa juga mendukung aksi Nur karena merasa keadaannya memang memprihatinkan. “Ini bukti bahwa pekerja rumah tangga juga punya hak untuk bebas dari perlakuan tidak adil,” imbuh salah satu warga yang mengenal Nur. Aksi ini berpotensi menjadi contoh perjuangan pekerja di sektor jasa rumah tangga.
