Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Agustina dan Trenggono Wakil
Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (8/6/2026). Acara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, ini juga melibatkan pengangkatan dua wakil, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, dalam rangka mengisi jabatan yang kosong di Kabinet Merah Putih. Kepala BGN terpilih, Nanik S Deyang, menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh pihak sebelumnya, sementara Agustina Arumsari dan Trenggono diberikan tanggung jawab sebagai wakilnya. Ini menjadi momen penting dalam reorganisasi struktur kementerian yang terjadi di tengah periode kepemimpinan Prabowo Subianto.
Peran dan Tanggung Jawab Kepala BGN
Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan salah satu lembaga pemerintahan yang bertugas mengelola kebijakan kesehatan dan gizi nasional, terutama dalam pengembangan program-program untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dilantiknya Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, diharapkan akan ada perubahan strategi dalam pengelolaan program kesehatan dan gizi di Indonesia. Nanik, yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang kesehatan, akan membawa pendekatan lebih holistik dan berbasis data dalam upaya memperbaiki sistem pelayanan kesehatan nasional.
Kepala BGN baru ini juga ditugaskan untuk menjalankan kebijakan yang selaras dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto dalam menciptakan kesejahteraan sosial yang merata. Dalam pernyataannya saat pelantikan, Prabowo menekankan bahwa BGN memiliki peran krusial dalam memastikan akses yang adil terhadap layanan kesehatan, termasuk bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Pemilihan Nanik S Deyang dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas lembaga tersebut dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat di masa depan.
Proses Pelantikan dan Keputusan Resmi
Pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN disahkan melalui Keppres RI Nomor 18/M Tahun 2026, yang juga menetapkan posisi wakil kepala. Keputusan ini diambil setelah evaluasi kinerja lembaga dan kebutuhan perubahan untuk memperbaiki efektivitas program yang dijalankan. Prabowo Subianto, dalam pidatonya, mengungkapkan bahwa ia memilih Nanik karena kapasitas profesional dan komitmennya terhadap kepentingan rakyat. “Kepala BGN harus menjadi pelaku utama dalam mendorong penguasaan nutrisi dan kesehatan masyarakat,” kata Prabowo, sebelum melantik Nanik S Deyang.
Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, sebagai wakil kepala BGN, akan berperan dalam pendampingan dan implementasi kebijakan. Agustina, yang memiliki latar belakang di bidang pendidikan, diharapkan bisa memperkuat koordinasi antarlembaga dalam program pemberdayaan masyarakat. Sementara Trenggono, seorang perwira tinggi TNI, akan membawa perspektif keamanan dan kesehatan publik dalam pengelolaan program BGN. Keberagaman latar belakang ini dianggap sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kebijakan.
“Saya berkomitmen untuk setia pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan secara tulus demi kesejahteraan bangsa dan negara. Dalam menjalankan tugas, saya akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan bertanggung jawab penuh,” ujar Presiden saat mendiktekan sumpah jabatan. Pernyataan ini menegaskan bahwa pelantikan Nanik S Deyang dan dua wakilnya merupakan bagian dari upaya memperkuat konsistensi pemerintahan dalam membangun Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.
Pelantikan ini juga menunjukkan perhatian pemerintahan Prabowo Subianto terhadap isu kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, BGN telah terlibat dalam berbagai program seperti peningkatan akses makanan sehat di daerah terpencil dan pengendalian pandemi. Nanik S Deyang diharapkan bisa mengembangkan program tersebut menjadi lebih efektif, terutama dalam konteks tantangan kesehatan global yang terus berkembang. Selain itu, pelantikan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat kerja sama antarlembaga pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dengan diangkatnya Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, para pengamat politik dan kesehatan menyambut baik langkah ini sebagai indikasi komitmen pemerintahan untuk fokus pada kesejahteraan rakyat. Selain itu, pelantikan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja BGN selama masa jabatan sebelumnya dan menyiapkan strategi baru yang lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Prabowo Subianto dikenal sebagai sosok yang mengutamakan kebijakan berbasis data, dan keputusan ini menunjukkan pengaruhnya dalam reformasi struktur lembaga pemerintahan.
