Program Terbaru SAKA: Pengembangan Lapangan Ronggolawe Target Onstream Akhir 2029
Latest Program – Program terbaru yang dikembangkan oleh Perusahaan hulu migas PT Saka Energi Indonesia (SAKA) kini telah mendapat persetujuan resmi untuk proyek pengembangan Lapangan Ronggolawe PHE-7 di Blok Pangkah. Ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi migas nasional, seiring upaya SAKA mengakselerasi pengeboran dan eksploitasi sumber daya energi yang ada. Proyek ini bertujuan untuk mengubah potensi sumur eksplorasi menjadi produksi yang berkelanjutan, dengan target onstream pada akhir tahun 2029.
Latar Belakang dan Progres Pengembangan Lapangan Ronggolawe
Sebelumnya, pada tahun 2012, SAKA berhasil menemukan hidrokarbon di Sumur RGL-1, yang menjadi dasar untuk pengembangan Lapangan Ronggolawe. Proses ini kemudian diikuti oleh kegiatan appraisal sumur RGL-3 pada 2024 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, sebagai langkah kritis untuk memverifikasi cadangan yang ada. Hasil penilaian teknis menunjukkan potensi pengembangan yang signifikan, sehingga mengantarkan keputusan resmi untuk melanjutkan proyek ini sebagai bagian dari program terbaru SAKA.
Program terbaru ini tidak hanya fokus pada pengembangan Lapangan Ronggolawe, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pertamina untuk memperkuat sektor hulu migas. Dengan persetujuan yang diberikan, SAKA dapat melangkah lebih jauh dalam mengoptimalkan sumber daya bumi di daerah tersebut. Proyek ini diperkirakan akan berdampak langsung pada kenaikan produksi minyak, yang menjadi kebutuhan utama bagi peningkatan stabilitas energi nasional.
“Persetujuan ini menjadi bukti bahwa program terbaru SAKA telah memenuhi standar teknis dan ekonomis, serta mendorong peningkatan eksploitasi sumber daya migas di Blok Pangkah,” ungkap Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, dalam siaran pers Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Analisis Teknis dan Potensi Produksi Lapangan Ronggolawe
Dalam proses persetujuan, SAKA melakukan analisis teknis yang mendalam terhadap Sumur RGL-3, yang ditemukan di lapisan CD Carbonate. Teknologi pengujian seperti Drill Stem Test dan pengukuran tekanan reservoir memberikan data yang akurat untuk menentukan potensi produksi maksimal. Proyeksi menunjukkan bahwa lapangan ini dapat memberikan kontribusi hingga 5.126 barrel minyak per hari (BOPD) saat puncak operasi, dengan cadangan yang diperkirakan mencapai 10 juta barel.
Hasil evaluasi ini memberikan dasar kuat untuk mengembangkan rencana produksi yang lebih komprehensif. Program terbaru SAKA tidak hanya mengandalkan keberhasilan dari sumur eksplorasi, tetapi juga menyasar pengembangan infrastruktur pendukung yang akan meningkatkan efisiensi pengolahan. Dengan ini, lapangan Ronggolawe diharapkan bisa menjadi salah satu sumur energi yang memberi kontribusi signifikan dalam kebutuhan nasional.
Langkah Konkret dan Rencana Operasi
Sebagai bagian dari program terbaru, SAKA akan melakukan pengeboran empat sumur produksi. Sumur-sumur ini akan terhubung dengan fasilitas pengolahan migas yang sudah ada di WK Pangkah melalui jaringan pipa bawah laut, sehingga memudahkan distribusi dan minimalkan risiko kerugian. Proses ini juga dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan dengan penerapan teknologi ramah bumi.
Pengembangan Lapangan Ronggolawe akan dilakukan secara bertahap, dengan penyelesaian fase paling utama pada akhir 2029. Ini sejalan dengan strategi SAKA untuk mempercepat waktu onstream dan memaksimalkan keuntungan ekonomis dari cadangan migas yang ada. Dengan memperhatikan aspek teknis dan ekonomis, proyek ini menjadi salah satu contoh sukses dari program terbaru dalam sektor hulu energi.
